Jelajah molekul dan senyawa

292 molekul dan senyawa pilihan dari SD sampai kuliah dengan model 3D, rumus, massa molar, sifat, kegunaan, bahaya GHS, dan sumber resmi PubChem. Cari juga jutaan senyawa PubChem lain menurut nama, rumus, SMILES, atau nomor CAS.

Unsur & alotrop

Zat tunggal yang hanya tersusun atas satu jenis atom. Sebagian unsur berdiri sebagai atom tunggal (gas mulia), sebagian membentuk molekul (O₂, S₈), dan sebagian membentuk kisi raksasa (logam, intan). Golongan unsur & alotrop.

  • Gas hidrogen (H2, SMP) — Molekul paling sederhana dan paling ringan: dua atom hidrogen yang berbagi sepasang elektron (H–H).
  • Gas nitrogen (N2, SD) — Penyusun terbesar udara (sekitar 78%). Dua atom N terikat oleh ikatan rangkap tiga yang sangat kuat sehingga gas ini sulit bereaksi.
  • Gas oksigen (O2, SD) — Gas yang kita hirup untuk bernapas, menyusun sekitar 21% udara. Dihasilkan tumbuhan dan alga melalui fotosintesis.
  • Ozon (O3, SMP) — Molekul tiga atom oksigen (O₃) berbentuk bengkok. Di stratosfer, lapisan ozon menyerap sinar ultraviolet berbahaya dari Matahari.
  • Gas fluorin (F2, SMA) — Gas kuning pucat yang merupakan unsur paling elektronegatif dan paling reaktif. Hampir semua zat, bahkan kaca, dapat bereaksi dengannya.
  • Gas klorin (Cl2, SMP) — Gas kuning kehijauan berbau menyengat dan beracun. Sangat reaktif, sehingga di alam hampir selalu berupa ion klorida (Cl⁻).
  • Bromin (Br2, SMA) — Satu-satunya unsur nonlogam yang berwujud cair pada suhu kamar. Cairannya merah kecokelatan dan mudah menguap.
  • Iodin (I2, SMP) — Padatan hitam keunguan yang dapat menyublim langsung menjadi uap ungu. Tubuh membutuhkan iodin untuk membuat hormon tiroid.
  • Fosforus putih (P4, SMA) — Molekul P₄ berbentuk tetrahedron dengan sudut ikatan hanya 60°, sehingga tegang dan sangat reaktif. Ia menyala sendiri di udara.
  • Belerang (S8, SMP) — Padatan kuning yang molekulnya berupa cincin delapan atom (S₈) berbentuk mahkota. Banyak ditemukan di kawah gunung api.
  • Helium (He, SD) — Gas mulia yang sangat ringan dan tidak bereaksi. Atomnya berdiri sendiri, tidak membentuk molekul.
  • Neon (Ne, SMP) — Gas mulia yang memancarkan cahaya merah-jingga terang saat dialiri listrik tegangan tinggi.
  • Argon (Ar, SMP) — Gas mulia yang menyusun sekitar 0,93% udara, gas ketiga terbanyak di atmosfer setelah nitrogen dan oksigen.
  • Xenon (Xe, Kuliah) — Gas mulia berat yang langka. Berbeda dari gas mulia ringan, xenon dapat membentuk senyawa dengan fluorin dan oksigen.
  • Intan (C, SMP) — Bentuk karbon murni tempat setiap atom C terikat kuat pada empat atom C lain dalam jaringan tiga dimensi. Karena itu intan menjadi mineral alami paling keras.
  • Grafit (C, SMP) — Karbon yang tersusun dalam lembaran-lembaran heksagonal. Antarlembaran hanya ditahan gaya lemah sehingga mudah bergeser, dan elektron dapat bergerak di sepanjang lembaran.
  • Grafena (C, SMA) — Selembar karbon setebal satu atom dengan pola sarang lebah. Sangat kuat, lentur, transparan, dan menghantarkan listrik dengan sangat baik.
  • Fulerena C₆₀ (C60, SMA) — Molekul 60 atom karbon berbentuk bola sepak: 12 segi lima dan 20 segi enam. Termasuk molekul berongga pertama yang dikenal.
  • Tabung nano karbon (C, Kuliah) — Lembaran grafena yang tergulung menjadi tabung berdiameter hanya beberapa nanometer. Bisa bersifat logam atau semikonduktor bergantung arah gulungannya.
  • Besi (Fe, SD) — Logam yang paling banyak dipakai manusia. Pada suhu kamar atom besi tersusun dalam kisi kubus pusat badan dan bersifat magnetik.
  • Tembaga (Cu, SD) — Logam berwarna kemerahan yang menghantarkan listrik dan panas dengan sangat baik. Atomnya tersusun dalam kisi kubus pusat muka.
  • Aluminium (Al, SD) — Logam ringan berwarna perak. Permukaannya segera dilapisi lapisan tipis aluminium oksida yang melindunginya dari karat.
  • Emas (Au, SD) — Logam kuning yang sangat stabil, tidak berkarat dan tidak kusam. Sangat mudah ditempa dan ditarik menjadi kawat.
  • Perak (Ag, SMP) — Logam putih mengilap dengan daya hantar listrik tertinggi di antara semua logam.
  • Nikel (Ni, SMP) — Logam keperakan yang tahan karat dan bersifat magnetik. Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, terutama di Sulawesi dan Maluku Utara.
  • Titanium (Ti, SMA) — Logam yang sekuat baja tetapi sekitar 45% lebih ringan, sangat tahan korosi, dan dapat diterima jaringan tubuh.
  • Natrium (Na, SMP) — Logam alkali yang sangat lunak (bisa dipotong pisau) dan sangat reaktif: bereaksi hebat dengan air menghasilkan gas hidrogen dan NaOH.
  • Wolfram (W, SMA) — Logam dengan titik leleh tertinggi (3422 °C) dan salah satu logam terpadat.
  • Raksa (Hg, SMP) — Satu-satunya logam yang cair pada suhu kamar. Uapnya sangat beracun bagi saraf dan ginjal.
  • Xenon tetrafluorida (F4Xe, Kuliah) — Senyawa gas mulia berbentuk segi empat datar: empat F di bidang datar dan dua pasangan elektron bebas di atas dan bawah.

Senyawa anorganik

Senyawa yang umumnya tidak berkerangka rantai karbon–hidrogen: air, garam, oksida, asam mineral, dan basa. Banyak di antaranya membentuk ion dalam air. Golongan senyawa anorganik.

  • Air (H2O, SD) — Satu atom oksigen yang mengikat dua atom hidrogen dengan sudut 104,5°. Molekulnya polar dan saling menarik lewat ikatan hidrogen, sehingga air mampu melarutkan banyak zat.
  • Amonia (H3N, SMP) — Gas berbau sangat menyengat (NH₃) berbentuk piramida segitiga. Larutannya dalam air bersifat basa lemah.
  • Hidrogen sulfida (H2S, SMP) — Gas beracun berbau telur busuk yang keluar dari kawah gunung api, rawa, dan saluran pembuangan.
  • Asam klorida (HCl) (ClH, SMP) — Hidrogen klorida adalah gas; larutannya dalam air disebut asam klorida, asam kuat yang terionisasi sempurna menjadi H⁺ dan Cl⁻.
  • Hidrogen fluorida (FH, SMA) — Molekul sangat polar yang membentuk ikatan hidrogen kuat. Larutannya asam lemah tetapi sangat berbahaya karena menembus kulit dan mengikat kalsium tubuh.
  • Fosfina (H3P, SMA) — Gas beracun berbentuk piramida segitiga seperti amonia, tetapi dengan sudut ikatan hanya sekitar 93,5°.
  • Silana (H4Si, Kuliah) — SiH₄, "saudara" metana dengan atom pusat silikon. Berbentuk tetrahedral dan menyala sendiri di udara.
  • Boron trifluorida (BF3, SMA) — Contoh klasik molekul segitiga datar (sudut 120°). Atom boron hanya dikelilingi 6 elektron, sehingga BF₃ haus pasangan elektron (asam Lewis).
  • Berilium klorida (BeCl2, SMA) — Dalam fase gas, BeCl₂ membentuk molekul lurus (180°) karena atom Be hanya memiliki dua pasangan elektron ikatan.
  • Fosforus pentaklorida (Cl5P, SMA) — Molekul bipiramida segitiga: tiga Cl di bidang datar (120°) dan dua Cl di sumbu atas-bawah (90°). Atom P memiliki 10 elektron valensi (oktet diperluas).
  • Belerang tetrafluorida (F4S, Kuliah) — Empat pasangan elektron ikatan dan satu pasangan elektron bebas memberi bentuk jungkat-jungkit (seesaw).
  • Klorin trifluorida (ClF3, Kuliah) — Tiga pasangan ikatan dan dua pasangan bebas membuat molekul berbentuk huruf T.
  • Belerang heksafluorida (F6S, SMA) — Enam atom F di sekitar S membentuk oktahedron sempurna (90°). Gas ini tidak berbau, tidak beracun, dan sangat stabil.
  • Karbon dioksida (CO2, SD) — Gas yang kita embuskan saat bernapas dan diserap tumbuhan untuk fotosintesis. Molekulnya lurus: O=C=O.
  • Karbon monoksida (CO, SMP) — Gas beracun tak berwarna dan tak berbau dari pembakaran tidak sempurna. Ia mengikat hemoglobin jauh lebih kuat daripada oksigen.
  • Belerang dioksida (O2S, SMP) — Gas berbau tajam dari letusan gunung api dan pembakaran batu bara. Di udara ia dapat berubah menjadi asam sulfat penyebab hujan asam.
  • Belerang trioksida (O3S, SMA) — Molekul segitiga datar (120°) yang bereaksi hebat dengan air membentuk asam sulfat.
  • Nitrogen monoksida (NO, SMA) — Molekul radikal (punya satu elektron tidak berpasangan) dari mesin kendaraan dan petir. Di tubuh, NO adalah molekul sinyal pelebar pembuluh darah.
  • Nitrogen dioksida (NO2, SMP) — Gas cokelat kemerahan yang beracun dari knalpot kendaraan. Penyebab kabut asap kota dan hujan asam.
  • Dinitrogen oksida (N2O, SMA) — Gas "gelak" yang dipakai sebagai anestesi ringan. Juga gas rumah kaca kuat dan perusak ozon yang banyak berasal dari pupuk nitrogen.
  • Hidrogen peroksida (H2O2, SMP) — H₂O₂ memiliki ikatan O–O yang lemah sehingga mudah terurai menjadi air dan oksigen. Bersifat oksidator.
  • Silikon dioksida (kuarsa, pasir) (O2Si, SMP) — Jaringan raksasa tetrahedron SiO₄ yang saling berbagi atom oksigen. Ditemukan sebagai kuarsa, pasir pantai, dan bahan utama kaca.
  • Aluminium oksida (korundum) (Al2O3, SMA) — Oksida amfoter yang sangat keras (skala Mohs 9). Sebagai mineral disebut korundum; rubi dan safir adalah korundum dengan sedikit pengotor logam.
  • Besi(III) oksida (hematit, karat) (Fe2O3, SMP) — Padatan merah kecokelatan. Karat besi adalah besi(III) oksida terhidrasi yang terbentuk saat besi bereaksi dengan oksigen dan air.
  • Magnetit (Fe₃O₄) (Fe3O4, SMP) — Mineral besi oksida hitam yang paling magnetik di alam, mengandung ion Fe²⁺ dan Fe³⁺ sekaligus.
  • Kalsium oksida (kapur tohor) (CaO, SMP) — Oksida basa dari pemanasan batu kapur. Bereaksi dengan air sambil melepaskan banyak panas menjadi kalsium hidroksida.
  • Magnesium oksida (MgO, SMA) — Padatan ionik putih dengan kisi seperti garam dapur. Ion Mg²⁺ dan O²⁻ bermuatan ganda sehingga titik lelehnya sangat tinggi (sekitar 2825 °C).
  • Seng oksida (OZn, SMP) — Serbuk putih yang menyerap sinar UV dan bersifat antiseptik ringan. Juga semikonduktor bercelah pita lebar.
  • Titanium dioksida (O2Ti, SMP) — Pigmen putih paling cemerlang di dunia. Mineralnya disebut rutil dan anatase. Di bawah sinar UV ia menjadi fotokatalis.
  • Timah(IV) oksida (kasiterit) (O2Sn, SMP) — Mineral kasiterit adalah bijih timah utama. Bangka Belitung menjadikan Indonesia salah satu produsen timah terbesar di dunia.
  • Asam sulfat (H2O4S, SMP) — Asam kuat diprotik (melepas dua H⁺) yang sangat korosif dan menarik air (higroskopis). Bahan kimia industri yang paling banyak diproduksi di dunia.
  • Asam nitrat (HNO3, SMA) — Asam kuat sekaligus oksidator kuat. Dapat melarutkan tembaga dan perak.
  • Asam fosfat (H3O4P, SMA) — Asam triprotik lemah hingga sedang yang tidak mudah menguap.
  • Asam karbonat (CH2O3, SMP) — Asam lemah yang terbentuk saat CO₂ larut dalam air, lalu mudah terurai kembali.
  • Hidrogen sianida (CHN, SMA) — Molekul linear H–C≡N yang sangat beracun karena menghentikan pernapasan sel. Larutannya asam lemah.
  • Asam hipoklorit (ClHO, SMA) — Asam lemah pembunuh kuman yang terbentuk saat klorin atau kaporit larut dalam air.
  • Asam borat (BH3O3, SMA) — Asam lemah padat berbentuk kristal putih yang bersifat antiseptik ringan.
  • Natrium hidroksida (soda api) (HNaO, SMP) — Basa kuat yang sangat korosif dan dapat merusak kulit. Melarut dalam air sambil melepaskan panas.
  • Kalium hidroksida (HKO, SMA) — Basa kuat yang mirip NaOH tetapi garam kaliumnya lebih mudah larut.
  • Kalsium hidroksida (kapur sirih) (CaH2O2, SMP) — Basa kuat yang sukar larut. Dikenal sebagai kapur sirih atau kapur padam.
  • Magnesium hidroksida (H2MgO2, SMP) — Basa lemah yang sukar larut, aman diminum dalam dosis antasida.
  • Aluminium hidroksida (gibsit) (AlH3O3, SMA) — Hidroksida amfoter: bereaksi dengan asam maupun basa kuat. Mineral utamanya ada dalam bijih bauksit.
  • Litium hidroksida (HLiO, Kuliah) — Basa kuat logam alkali paling ringan, sangat baik menyerap CO₂.
  • Natrium klorida (garam dapur) (ClNa, SD) — Garam dapur tersusun atas ion Na⁺ dan Cl⁻ yang berselang-seling dalam kisi kubus. Tidak ada "molekul" NaCl tunggal di dalam kristal.
  • Kalium klorida (ClK, SMP) — Garam ionik yang mirip garam dapur. Kalium penting untuk kerja saraf dan otot.
  • Kalsium karbonat (batu kapur) (CCaO3, SD) — Penyusun batu kapur, marmer, kapur tulis, cangkang kerang, dan terumbu karang. Mineralnya disebut kalsit dan aragonit.
  • Natrium bikarbonat (soda kue) (CHNaO3, SD) — Garam basa lemah yang melepaskan gas CO₂ saat dipanaskan atau bertemu asam.
  • Natrium karbonat (soda abu) (CNa2O3, SMP) — Garam yang larutannya cukup basa. Dikenal sebagai soda abu atau soda cuci.
  • Kalsium sulfat (gipsum) (CaO4S, SMP) — Garam yang sukar larut. Bentuk dihidratnya adalah mineral gipsum yang lunak.
  • Magnesium sulfat (garam Inggris) (MgO4S, SMP) — Garam larut air yang dikenal sebagai garam Inggris atau garam Epsom.
  • Tembaga(II) sulfat (terusi) (CuO4S, SMP) — Kristal pentahidratnya berwarna biru cerah; bila dipanaskan, air kristalnya lepas dan menjadi serbuk putih.
  • Kalium nitrat (sendawa) (KNO3, SMA) — Garam pengoksidasi yang menyediakan oksigen untuk pembakaran cepat.
  • Amonium nitrat (H4N2O3, SMA) — Garam berkadar nitrogen tinggi. Pelarutannya dalam air menyerap panas (endoterm).
  • Amonium klorida (salmiak) (ClH4N, SMA) — Garam dari asam kuat dan basa lemah, sehingga larutannya sedikit asam.
  • Amonium sulfat (pupuk ZA) (H8N2O4S, SMP) — Garam penyedia nitrogen dan belerang bagi tanaman.
  • Perak nitrat (AgNO3, SMA) — Garam perak yang larut air dan peka cahaya. Bereaksi dengan ion klorida membentuk endapan putih AgCl.
  • Perak klorida (AgCl, SMA) — Endapan putih yang sangat sukar larut dan menggelap di bawah cahaya.
  • Kalium permanganat (PK) (KMnO4, SMA) — Kristal ungu tua dan oksidator kuat; sedikit saja mewarnai air menjadi ungu.
  • Natrium hipoklorit (pemutih) (ClNaO, SMP) — Garam pengoksidasi, zat aktif cairan pemutih pakaian dan disinfektan.
  • Kalsium hipoklorit (kaporit) (CaCl2O2, SMP) — Padatan putih pelepas klor aktif saat dilarutkan dalam air.
  • Natrium fluorida (FNa, SMP) — Sumber ion fluorida yang memperkuat lapisan email gigi.
  • Kalsium fluorida (fluorit) (CaF2, SMA) — Mineral fluorit yang sering berpendar di bawah sinar UV, dengan kisi kristal khasnya sendiri.
  • Kalium iodat (IKO3, SMP) — Garam iodin yang stabil, tidak mudah menguap dari garam dapur.
  • Barium sulfat (BaO4S, SMA) — Garam yang sangat sukar larut, sehingga ion Ba²⁺ yang beracun tidak terserap tubuh.
  • Kalsium klorida (CaCl2, SMP) — Garam yang sangat higroskopis: menarik uap air dari udara hingga larut sendiri.
  • Besi(II) sulfat (FeO4S, SMP) — Garam besi yang mudah diserap tubuh dan berwarna hijau pucat saat terhidrasi.
  • Tawas (kalium aluminium sulfat) (AlKO8S2, SMP) — Garam rangkap K⁺ dan Al³⁺ yang membentuk kristal oktahedron bening.
  • Natrium tiosulfat (Na2O3S2, SMA) — Garam yang bereaksi dengan asam menghasilkan endapan belerang kuning keruh.
  • Boraks (natrium tetraborat) (B4H20Na2O17, SMP) — Garam boron yang basa lemah. Boraks dilarang ditambahkan ke makanan karena beracun bila dikonsumsi terus-menerus.
  • Hidroksiapatit (Ca5HO13P3, SMA) — Kalsium fosfat mineral penyusun utama tulang dan email gigi.
  • Sisplatin (Cl2H6N2Pt, Kuliah) — Kompleks platina segi empat datar dengan dua ligan NH₃ dan dua Cl⁻ pada posisi bersebelahan (cis).
  • Ferosena (C10H10Fe, Kuliah) — Kompleks "sandwich": satu atom besi terjepit di antara dua cincin siklopentadienil.
  • Biru Prusia (C18Fe7N18, Kuliah) — Pigmen biru tua dari kerangka besi dan ligan sianida yang terikat sangat kuat, sehingga tidak melepaskan sianida.
  • Mononatrium glutamat (MSG) (C5H8NNaO4, SD) — Garam natrium asam glutamat, penyedap rasa gurih umami.
  • Klorofil a (C55H72MgN4O5, SMP) — Pigmen hijau fotosintesis: cincin porfirin dengan ion Mg²⁺ di tengah dan ekor fitol panjang.
  • Heme (C34H32FeN4O4, SMA) — Cincin porfirin dengan ion besi di tengah, bagian aktif hemoglobin pengikat oksigen.

Senyawa organik

Senyawa berkerangka atom karbon yang berikatan dengan hidrogen, sering juga dengan O, N, S, atau halogen. Karbon dapat membentuk rantai, cabang, dan cincin sehingga jumlah senyawa organik mencapai puluhan juta. Golongan senyawa organik.

  • Metana (CH4, SD) — Hidrokarbon paling sederhana: satu atom karbon di pusat tetrahedron dengan empat atom hidrogen (sudut 109,5°).
  • Etana (C2H6, SMP) — Alkana dua karbon (CH₃–CH₃) yang dapat berputar bebas pada ikatan C–C tunggalnya.
  • Propana (C3H8, SMP) — Alkana tiga karbon yang mudah dicairkan dengan tekanan.
  • Butana (C4H10, SMP) — Alkana empat karbon dengan isomer rantai lurus (n-butana) dan bercabang (isobutana).
  • Isobutana (2-metilpropana) (C4H10, SMA) — Isomer bercabang butana; titik didihnya lebih rendah daripada n-butana.
  • Heksana (C6H14, SMA) — Alkana cair enam karbon yang nonpolar dan mudah menguap.
  • Isooktana (2,2,4-trimetilpentana) (C8H18, SMA) — Alkana bercabang delapan karbon yang terbakar mulus tanpa mengetuk (knocking).
  • Heksadekana (setana) (C16H34, SMA) — Alkana rantai lurus 16 karbon yang mudah menyala saat dimampatkan.
  • Sikloheksana (C6H12, Kuliah) — Sikloalkana enam karbon yang cincinnya berbentuk "kursi", bukan datar, sehingga bebas tegangan.
  • Etilena (etena) (C2H4, SMP) — Alkena paling sederhana (CH₂=CH₂) yang datar dengan sudut 120°. Juga hormon tumbuhan pemasak buah.
  • Propilena (propena) (C3H6, SMA) — Alkena tiga karbon (CH₂=CH–CH₃).
  • 1,3-Butadiena (C4H6, Kuliah) — Diena terkonjugasi: dua ikatan rangkap yang elektronnya saling berbagi (delokalisasi).
  • Isoprena (C5H8, SMA) — Diena lima karbon, satuan pembangun karet alam dan terpenoid.
  • Asetilena (etuna) (C2H2, SMP) — Alkuna paling sederhana (H–C≡C–H) yang lurus 180°.
  • Benzena (C6H6, SMA) — Cincin enam karbon datar dengan enam elektron π terdelokalisasi, sehingga semua ikatan C–C sama panjang.
  • Toluena (C7H8, SMA) — Benzena dengan satu gugus metil; pelarut umum yang lebih aman daripada benzena.
  • Naftalena (kapur barus) (C10H8, SMP) — Dua cincin benzena yang menyatu. Padatan putih yang menyublim dan berbau tajam.
  • Stirena (C8H8, SMA) — Benzena dengan gugus vinil (–CH=CH₂) yang dapat dipolimerisasi.
  • Kloroform (CHCl3, SMA) — Triklorometana (CHCl₃), cairan manis yang mudah menguap.
  • Diklorometana (CH2Cl2, Kuliah) — Pelarut organik yang mudah menguap dan tidak mudah terbakar.
  • Karbon tetraklorida (CCl4, SMA) — CCl₄ memiliki empat ikatan polar tetapi molekulnya nonpolar karena simetris sempurna.
  • Freon-12 (CFC-12) (CCl2F2, SMP) — Diklorodifluorometana, gas pendingin CFC yang sangat stabil sehingga naik sampai stratosfer.
  • Vinil klorida (C2H3Cl, SMA) — Kloroetena (CH₂=CHCl), monomer plastik PVC.
  • Metanol (CH4O, SMP) — Alkohol paling sederhana (CH₃OH). Sangat beracun: sedikit saja dapat menyebabkan kebutaan.
  • Etanol (C2H6O, SD) — Alkohol dua karbon hasil fermentasi gula oleh ragi.
  • Isopropil alkohol (propan-2-ol) (C3H8O, SMP) — Alkohol sekunder tiga karbon yang cepat menguap.
  • Gliserol (gliserin) (C3H8O3, SMP) — Alkohol dengan tiga gugus –OH: kental, manis, dan menarik air. Tulang punggung semua lemak dan minyak.
  • Etilena glikol (C2H6O2, SMA) — Diol dua karbon yang manis tetapi beracun.
  • Fenol (C6H6O, SMA) — Benzena dengan satu gugus –OH; bersifat asam lemah dan korosif pada kulit.
  • Eugenol (minyak cengkeh) (C10H12O2, SMP) — Fenol beraroma hangat, komponen utama minyak cengkeh.
  • Timol (C10H14O, SMA) — Fenol dari minyak thyme dan kemangi yang berbau segar dan antibakteri.
  • Dietil eter (C4H10O, SMA) — Eter klasik yang sangat mudah menguap dan mudah terbakar.
  • Dimetil eter (C2H6O, SMA) — Eter paling sederhana, isomer etanol (C₂H₆O) tetapi berupa gas.
  • Formaldehida (formalin) (CH2O, SMP) — Aldehida paling sederhana (HCHO). Larutan 37% dalam air disebut formalin.
  • Asetaldehida (C2H4O, SMA) — Aldehida dua karbon hasil oksidasi etanol di hati.
  • Benzaldehida (C7H6O, SMA) — Aldehida aromatik beraroma almon.
  • Vanilin (C8H8O3, SMP) — Senyawa aroma utama vanili, memiliki gugus aldehida, eter, dan fenol sekaligus.
  • Sinamaldehida (kayu manis) (C9H8O, SMA) — Aldehida aromatik pemberi rasa dan aroma kayu manis.
  • Sitral (serai) (C10H16O, SMA) — Aldehida terpenoid beraroma lemon, komponen utama minyak serai.
  • Aseton (propanon) (C3H6O, SMP) — Keton paling sederhana, pelarut yang cepat menguap dan larut dalam air.
  • Kamfor (C10H16O, SMA) — Keton bisiklik berbau kuat dari pohon kamfer.
  • Asam format (CH2O2, SMA) — Asam karboksilat paling sederhana (HCOOH).
  • Asam asetat (cuka) (C2H4O2, SD) — Asam lemah pemberi rasa asam cuka. Cuka dapur mengandung sekitar 4–25% asam asetat.
  • Asam sitrat (C6H8O7, SD) — Asam trikarboksilat pemberi rasa asam jeruk.
  • Asam laktat (C3H6O3, SMP) — Asam hidroksi yang dibentuk bakteri dan otot saat kekurangan oksigen.
  • Asam oksalat (C2H2O4, SMA) — Asam dikarboksilat paling sederhana, cukup kuat dan beracun dalam jumlah besar.
  • Asam benzoat (C7H6O2, SMA) — Asam karboksilat aromatik sederhana yang menghambat jamur dan bakteri.
  • Asam salisilat (C7H6O3, SMA) — Asam aromatik dengan gugus –OH dan –COOH, asal-usul obat aspirin.
  • Asam tartrat (C4H6O6, Kuliah) — Asam dikarboksilat dari buah anggur dan asam jawa yang memiliki dua pusat kiral.
  • Asam butirat (C4H8O2, SMA) — Asam karboksilat empat karbon berbau tengik seperti mentega basi atau muntahan.
  • Etil asetat (C4H8O2, SMA) — Ester beraroma manis buah yang cepat menguap.
  • Isoamil asetat (aroma pisang) (C7H14O2, SMA) — Ester pemberi aroma pisang dan pir.
  • Metil salisilat (gandapura) (C8H8O3, SMA) — Ester beraroma gandapura yang terasa hangat di kulit.
  • Etil butirat (aroma nanas) (C6H12O2, SMA) — Ester beraroma nanas dari asam butirat yang berbau tengik dan etanol.
  • Metil oleat (biodiesel) (C19H36O2, SMA) — Ester metil asam lemak, komponen utama biodiesel dari minyak nabati.
  • Metilamina (CH5N, SMA) — Amina primer paling sederhana (CH₃NH₂), gas berbau amis dan basa lemah.
  • Trimetilamina (C3H9N, SMA) — Amina tersier berbau amis khas ikan laut yang tidak segar.
  • Anilina (C6H7N, Kuliah) — Amina aromatik paling sederhana, dasar industri zat warna.
  • Kadaverina (C5H14N2, Kuliah) — Diamina hasil penguraian asam amino lisina oleh bakteri, berbau busuk.
  • Urea (CH4N2O, SMP) — Senyawa CO(NH₂)₂ berkadar nitrogen 46%, dibuang tubuh melalui urin.
  • Asetamida (C2H5NO, Kuliah) — Amida sederhana turunan asam asetat.
  • Asetonitril (C2H3N, Kuliah) — Nitril paling sederhana (CH₃C≡N), pelarut polar aprotik.
  • Piridina (C5H5N, Kuliah) — Cincin aromatik seperti benzena dengan satu atom N menggantikan CH.
  • Kafeina (C8H10N4O2, SMP) — Alkaloid purin pahit dari kopi, teh, dan kakao yang merangsang sistem saraf.
  • Teobromina (C7H8N4O2, SMP) — Alkaloid pahit pada cokelat, kerabat dekat kafeina.
  • Nikotina (C10H14N2, SMP) — Alkaloid tembakau yang sangat adiktif dan beracun.
  • Piperina (lada) (C17H19NO3, SMA) — Alkaloid amida pemberi rasa pedas lada hitam dan putih.
  • Kapsaisin (cabai) (C18H27NO3, SMP) — Senyawa pedas cabai yang "menipu" reseptor panas TRPV1 di lidah.
  • Kina (kuinina) (C20H24N2O2, SMA) — Alkaloid pahit dari kulit pohon kina, obat malaria pertama yang efektif.
  • Morfina (C17H19NO3, Kuliah) — Alkaloid opium pereda nyeri berat yang bekerja pada reseptor opioid.
  • 2-Asetil-1-pirolina (aroma pandan) (C6H9NO, SMA) — Molekul kecil bercincin nitrogen pemberi aroma pandan, nasi wangi, dan roti panggang.
  • Geosmin (bau tanah hujan) (C12H22O, SMA) — Alkohol bisiklik yang dibuat bakteri tanah; memberi bau khas tanah setelah hujan.
  • Alisin (bawang putih) (C6H10OS2, SMA) — Senyawa belerang yang terbentuk saat bawang putih dicincang atau digeprek.
  • Etanatiol (etil merkaptan) (C2H6S, SMP) — Tiol berbau sangat busuk yang tercium walau kadarnya amat kecil.
  • Dimetil sulfida (bau laut) (C2H6S, Kuliah) — Sulfida sederhana yang dilepaskan fitoplankton laut.
  • Limonena (kulit jeruk) (C10H16, SMA) — Terpena siklik beraroma jeruk, komponen utama minyak kulit jeruk.
  • DEET (penolak nyamuk) (C12H17NO, SMA) — N,N-dietil-meta-toluamida, amida aromatik penolak serangga.
  • DDT (C14H9Cl5, SMA) — Insektisida organoklorin yang sangat awet di lingkungan dan menumpuk dalam rantai makanan.
  • Glifosat (C3H8NO5P, Kuliah) — Herbisida turunan asam amino glisina yang menghambat enzim EPSP sintase tumbuhan.
  • 5CB (kristal cair) (C18H19N, Kuliah) — 4-sianobifenil berekor pentil, molekul batang yang membentuk fase kristal cair pada suhu kamar.
  • L-Sisteina (C3H7NO2S, SMA) — Asam amino bergugus tiol (–SH) yang dapat membentuk jembatan disulfida.
  • L-Fenilalanina (C9H11NO2, SMA) — Asam amino esensial bercincin benzena, bahan pembuat tirosina dan dopamin.
  • Aspartam (C14H18N2O5, SMA) — Dipeptida metil ester dari asam aspartat dan fenilalanina, sekitar 200 kali lebih manis daripada gula.
  • Asam palmitat (C16H32O2, SMA) — Asam lemak jenuh 16 karbon, penyusun utama minyak sawit.
  • Asam stearat (C18H36O2, SMA) — Asam lemak jenuh 18 karbon berbentuk padat seperti lilin.
  • Asam oleat (C18H34O2, SMA) — Asam lemak tak jenuh tunggal 18 karbon dengan ikatan rangkap cis yang membengkokkan rantainya.
  • Asam linoleat (omega-6) (C18H32O2, SMA) — Asam lemak esensial tak jenuh ganda (dua ikatan rangkap cis).
  • Tristearin (trigliserida) (C57H110O6, SMA) — Lemak: satu gliserol yang terikat ester dengan tiga asam stearat.
  • Adenina (A) (C5H5N5, SMA) — Basa purin DNA dan RNA yang berpasangan dengan timina (DNA) atau urasil (RNA) melalui dua ikatan hidrogen.
  • Guanina (G) (C5H5N5O, SMA) — Basa purin yang berpasangan dengan sitosina melalui tiga ikatan hidrogen.
  • Sitosina (C) (C4H5N3O, SMA) — Basa pirimidina yang berpasangan dengan guanina.
  • Timina (T) (C5H6N2O2, SMA) — Basa pirimidina yang hanya ada di DNA dan berpasangan dengan adenina.
  • Urasil (U) (C4H4N2O2, SMA) — Basa pirimidina pengganti timina di dalam RNA.
  • Vitamin B₁ (tiamina) (C12H17N4OS+, SMP) — Vitamin larut air bercincin tiazol yang membantu mengubah karbohidrat menjadi energi.
  • Vitamin B₃ (niasin) (C6H5NO2, SMA) — Asam piridina-3-karboksilat, bahan pembuat NAD⁺.
  • Vitamin E (α-tokoferol) (C29H50O2, SMA) — Antioksidan larut lemak yang melindungi membran sel dari oksidasi.
  • Serotonin (C10H12N2O, SMP) — Neurotransmiter bercincin indol yang mengatur suasana hati, tidur, dan pencernaan.
  • Melatonin (C13H16N2O2, SMP) — Hormon kelenjar pineal yang dilepaskan saat gelap untuk memberi sinyal waktu tidur.
  • Asetilkolin (C7H16NO2+, SMA) — Neurotransmiter pertama yang ditemukan; memerintahkan otot untuk berkontraksi.
  • Histamin (C5H9N3, SMA) — Amina bercincin imidazol yang dilepaskan sel imun saat alergi.
  • Kurkumin (kunyit) (C21H20O6, SMP) — Pigmen kuning kunyit yang juga dapat menjadi indikator: merah kecokelatan dalam basa.
  • EGCG (katekin teh) (C22H18O11, Kuliah) — Polifenol utama teh hijau dengan banyak gugus –OH fenolik.
  • Gingerol (jahe) (C17H26O4, SMA) — Senyawa pedas-hangat jahe segar, fenol dengan gugus keton.
  • Aspirin (asam asetilsalisilat) (C9H8O4, SMP) — Ester asetil dari asam salisilat yang meredakan nyeri, demam, dan radang serta mencegah penggumpalan darah.
  • Parasetamol (C8H9NO2, SD) — Obat penurun demam dan pereda nyeri ringan yang paling banyak dipakai.
  • Ibuprofen (C13H18O2, SMP) — Obat antiradang nonsteroid (OAINS) turunan asam propionat.
  • Penisilin G (C16H18N2O4S, SMA) — Antibiotik β-laktam yang merusak pembentukan dinding sel bakteri.
  • Amoksisilin (C16H19N3O5S, SMP) — Penisilin berspektrum luas yang tahan asam lambung sehingga dapat diminum.
  • Siprofloksasin (C17H18FN3O3, Kuliah) — Antibiotik fluorokuinolon yang menghambat enzim DNA girase bakteri.
  • Klorokuin (C18H26ClN3, SMA) — Antimalaria sintetis turunan kina bercincin kuinolina.
  • Oseltamivir (C16H28N2O4, Kuliah) — Antivirus influenza yang menghambat enzim neuraminidase.
  • Simvastatin (C25H38O5, Kuliah) — Obat statin yang menghambat enzim HMG-KoA reduktase pembuat kolesterol di hati.
  • Omeprazol (C17H19N3O3S, Kuliah) — Penghambat pompa proton yang mengurangi produksi asam lambung.
  • Lidokain (C14H22N2O, SMA) — Anestesi lokal golongan amida yang menutup kanal natrium saraf.
  • Nitrogliserin (C3H5N3O9, SMA) — Ester nitrat gliserol: bahan peledak yang tidak stabil sekaligus obat jantung.
  • Diazepam (C16H13ClN2O, Kuliah) — Benzodiazepina yang memperkuat kerja GABA di otak.
  • Polivinil klorida (PVC) (C2H3Cl, SMP) — Polimer adisi vinil klorida yang kaku, awet, dan tahan air.
  • Polistirena (PS) (C8H8, SMP) — Polimer adisi stirena; bentuk busanya dikenal sebagai styrofoam.
  • PET (polietilena tereftalat) (C8H6O4, SMA) — Poliester kondensasi dari etilena glikol dan asam tereftalat.
  • Nilon-6,6 (C6H10O4, SMA) — Poliamida kondensasi dari heksametilenadiamina dan asam adipat.
  • Teflon (PTFE) (C2F4, SMA) — Polimer tetrafluoroetilena yang sangat licin dan tahan hampir semua bahan kimia.
  • Akrilik (PMMA) (C5H8O2, SMA) — Polimer metil metakrilat yang bening seperti kaca tetapi lebih ringan dan tidak mudah pecah.
  • Polikarbonat (PC) (C15H16O2, Kuliah) — Polimer kondensasi bisfenol A yang bening dan sangat tahan benturan.
  • Kevlar (aramid) (C6H8N2, Kuliah) — Poliamida aromatik yang rantainya lurus dan saling berikatan hidrogen rapat.
  • Karet alam (cis-poliisoprena) (C5H8, SMP) — Polimer isoprena dari getah (lateks) pohon karet Hevea brasiliensis.
  • PLA (asam polilaktat) (C3H6O3, SMA) — Poliester dari asam laktat hasil fermentasi pati jagung atau singkong; dapat dikomposkan secara industri.

Biomolekul

Molekul yang dibuat dan dipakai makhluk hidup: karbohidrat, protein, lipid, asam nukleat, vitamin, hormon, dan pigmen. Golongan biomolekul.

  • Glukosa (C6H12O6, SD) — Gula sederhana (monosakarida) yang menjadi bahan bakar utama sel, dibuat tumbuhan lewat fotosintesis.
  • Fruktosa (C6H12O6, SMP) — Gula buah, isomer glukosa (C₆H₁₂O₆) dengan gugus keton; gula alami paling manis.
  • Galaktosa (C6H12O6, SMA) — Monosakarida yang hanya berbeda dari glukosa pada arah satu gugus –OH (epimer C-4).
  • Sukrosa (gula pasir) (C12H22O11, SD) — Disakarida dari glukosa dan fruktosa yang terikat ikatan glikosida.
  • Laktosa (gula susu) (C12H22O11, SMP) — Disakarida dari galaktosa dan glukosa yang hanya ditemukan dalam susu.
  • Maltosa (C12H22O11, SMA) — Disakarida dua glukosa, hasil pemecahan pati oleh enzim amilase.
  • Ribosa (C5H10O5, SMA) — Gula lima karbon (pentosa) penyusun RNA dan ATP.
  • Selulosa (C12H22O11, SMP) — Polimer glukosa berikatan β yang lurus dan kuat; penyusun dinding sel tumbuhan dan serat.
  • Pati (amilosa) (C18H32O16, SMP) — Polimer glukosa berikatan α yang tergulung seperti pegas; cadangan energi tumbuhan.
  • Glisina (C2H5NO2, SMA) — Asam amino paling sederhana; satu-satunya yang tidak kiral karena rantai sampingnya hanya H.
  • L-Alanina (C3H7NO2, SMA) — Asam amino kiral kecil dengan rantai samping metil.
  • L-Sisteina (C3H7NO2S, SMA) — Asam amino bergugus tiol (–SH) yang dapat membentuk jembatan disulfida.
  • Asam glutamat (C5H9NO4, SMP) — Asam amino dengan rasa gurih (umami) dan neurotransmiter perangsang utama di otak.
  • Mononatrium glutamat (MSG) (C5H8NNaO4, SD) — Garam natrium asam glutamat, penyedap rasa gurih umami.
  • L-Triptofan (C11H12N2O2, SMA) — Asam amino esensial bercincin indol, bahan pembuat serotonin dan melatonin.
  • L-Lisina (C6H14N2O2, SMA) — Asam amino esensial bermuatan positif pada pH tubuh.
  • L-Fenilalanina (C9H11NO2, SMA) — Asam amino esensial bercincin benzena, bahan pembuat tirosina dan dopamin.
  • Aspartam (C14H18N2O5, SMA) — Dipeptida metil ester dari asam aspartat dan fenilalanina, sekitar 200 kali lebih manis daripada gula.
  • Glutation (C10H17N3O6S, Kuliah) — Tripeptida glutamat–sisteina–glisina, antioksidan utama di dalam sel.
  • Oksitosin (C43H66N12O12S2, Kuliah) — Hormon peptida sembilan asam amino dengan cincin disulfida.
  • Asam palmitat (C16H32O2, SMA) — Asam lemak jenuh 16 karbon, penyusun utama minyak sawit.
  • Asam stearat (C18H36O2, SMA) — Asam lemak jenuh 18 karbon berbentuk padat seperti lilin.
  • Asam oleat (C18H34O2, SMA) — Asam lemak tak jenuh tunggal 18 karbon dengan ikatan rangkap cis yang membengkokkan rantainya.
  • Asam linoleat (omega-6) (C18H32O2, SMA) — Asam lemak esensial tak jenuh ganda (dua ikatan rangkap cis).
  • Tristearin (trigliserida) (C57H110O6, SMA) — Lemak: satu gliserol yang terikat ester dengan tiga asam stearat.
  • Lesitin (fosfatidilkolina) (C42H82NO8P, Kuliah) — Fosfolipid berkepala polar dan berekor nonpolar, penyusun membran sel.
  • Kolesterol (C27H46O, SMP) — Steroid dengan empat cincin menyatu, penyusun membran sel hewan dan bahan hormon steroid.
  • Testosteron (C19H28O2, SMA) — Hormon steroid androgen yang mengatur perkembangan ciri kelamin sekunder laki-laki.
  • Estradiol (C18H24O2, SMA) — Hormon estrogen utama dengan cincin aromatik fenol.
  • Kortisol (C21H30O5, SMA) — Hormon steroid "stres" dari kelenjar adrenal yang menaikkan gula darah dan meredam radang.
  • Vitamin D₃ (kolekalsiferol) (C27H44O, SMP) — Vitamin larut lemak yang dibentuk kulit dari kolesterol saat terkena sinar UV-B.
  • Adenina (A) (C5H5N5, SMA) — Basa purin DNA dan RNA yang berpasangan dengan timina (DNA) atau urasil (RNA) melalui dua ikatan hidrogen.
  • Guanina (G) (C5H5N5O, SMA) — Basa purin yang berpasangan dengan sitosina melalui tiga ikatan hidrogen.
  • Sitosina (C) (C4H5N3O, SMA) — Basa pirimidina yang berpasangan dengan guanina.
  • Timina (T) (C5H6N2O2, SMA) — Basa pirimidina yang hanya ada di DNA dan berpasangan dengan adenina.
  • Urasil (U) (C4H4N2O2, SMA) — Basa pirimidina pengganti timina di dalam RNA.
  • ATP (adenosina trifosfat) (C10H16N5O13P3, SMA) — "Mata uang energi" sel: adenina, ribosa, dan tiga gugus fosfat berenergi tinggi.
  • NAD⁺ (C21H27N7O14P2, Kuliah) — Koenzim pembawa elektron dalam respirasi sel.
  • Vitamin A (retinol) (C20H30O, SMP) — Vitamin larut lemak berantai ikatan rangkap terkonjugasi, penting untuk penglihatan.
  • Vitamin B₁ (tiamina) (C12H17N4OS+, SMP) — Vitamin larut air bercincin tiazol yang membantu mengubah karbohidrat menjadi energi.
  • Vitamin B₂ (riboflavin) (C17H20N4O6, SMA) — Vitamin berwarna kuning yang berpendar di bawah sinar UV.
  • Vitamin B₃ (niasin) (C6H5NO2, SMA) — Asam piridina-3-karboksilat, bahan pembuat NAD⁺.
  • Asam folat (vitamin B₉) (C19H19N7O6, SMA) — Vitamin B yang diperlukan untuk membuat DNA dan sel darah merah.
  • Vitamin C (asam askorbat) (C6H8O6, SD) — Vitamin larut air dan antioksidan yang tidak dapat dibuat tubuh manusia.
  • Vitamin E (α-tokoferol) (C29H50O2, SMA) — Antioksidan larut lemak yang melindungi membran sel dari oksidasi.
  • Vitamin K₁ (filokuinon) (C31H46O2, Kuliah) — Vitamin larut lemak yang diperlukan untuk pembekuan darah.
  • Adrenalin (epinefrin) (C9H13NO3, SMP) — Hormon "lawan atau lari" yang mempercepat detak jantung dan menaikkan gula darah.
  • Noradrenalin (C8H11NO3, SMA) — Neurotransmiter dan hormon kewaspadaan; adrenalin tanpa satu gugus metil.
  • Dopamin (C8H11NO2, SMP) — Neurotransmiter katekolamina yang berperan dalam motivasi, gerak, dan rasa "ingin lagi".
  • Serotonin (C10H12N2O, SMP) — Neurotransmiter bercincin indol yang mengatur suasana hati, tidur, dan pencernaan.
  • Melatonin (C13H16N2O2, SMP) — Hormon kelenjar pineal yang dilepaskan saat gelap untuk memberi sinyal waktu tidur.
  • Asetilkolin (C7H16NO2+, SMA) — Neurotransmiter pertama yang ditemukan; memerintahkan otot untuk berkontraksi.
  • GABA (C4H9NO2, SMA) — Asam γ-aminobutirat, neurotransmiter penghambat utama yang menenangkan aktivitas otak.
  • Histamin (C5H9N3, SMA) — Amina bercincin imidazol yang dilepaskan sel imun saat alergi.
  • Tiroksin (T₄) (C15H11I4NO4, SMA) — Hormon tiroid yang mengandung empat atom iodin dan mengatur laju metabolisme.
  • Klorofil a (C55H72MgN4O5, SMP) — Pigmen hijau fotosintesis: cincin porfirin dengan ion Mg²⁺ di tengah dan ekor fitol panjang.
  • β-Karoten (C40H56, SMP) — Pigmen jingga dengan 11 ikatan rangkap terkonjugasi; tubuh mengubahnya menjadi vitamin A.
  • Likopena (C40H56, SMA) — Pigmen merah karotenoid berantai lurus pada tomat dan semangka.
  • Sianidin (antosianin) (C15H11O6+, SMA) — Pigmen flavonoid merah–ungu–biru yang warnanya berubah sesuai pH.
  • Kurkumin (kunyit) (C21H20O6, SMP) — Pigmen kuning kunyit yang juga dapat menjadi indikator: merah kecokelatan dalam basa.
  • Heme (C34H32FeN4O4, SMA) — Cincin porfirin dengan ion besi di tengah, bagian aktif hemoglobin pengikat oksigen.
  • Bilirubin (C33H36N4O6, Kuliah) — Pigmen kuning hasil pemecahan heme dari sel darah merah tua.
  • Indigo (nila) (C16H10N2O2, SMA) — Pewarna biru tua dari tanaman tarum/nila (Indigofera).
  • EGCG (katekin teh) (C22H18O11, Kuliah) — Polifenol utama teh hijau dengan banyak gugus –OH fenolik.
  • Deksametason (C22H29FO5, Kuliah) — Kortikosteroid sintetis yang sekitar 25 kali lebih kuat daripada kortisol.

Obat & farmasi

Senyawa yang dipakai untuk mencegah, mendiagnosis, atau mengobati penyakit. Efeknya bergantung pada bentuk molekul yang cocok dengan target di tubuh, seperti enzim atau reseptor. Golongan obat & farmasi.

  • Sisplatin (Cl2H6N2Pt, Kuliah) — Kompleks platina segi empat datar dengan dua ligan NH₃ dan dua Cl⁻ pada posisi bersebelahan (cis).
  • Kina (kuinina) (C20H24N2O2, SMA) — Alkaloid pahit dari kulit pohon kina, obat malaria pertama yang efektif.
  • Morfina (C17H19NO3, Kuliah) — Alkaloid opium pereda nyeri berat yang bekerja pada reseptor opioid.
  • Aspirin (asam asetilsalisilat) (C9H8O4, SMP) — Ester asetil dari asam salisilat yang meredakan nyeri, demam, dan radang serta mencegah penggumpalan darah.
  • Parasetamol (C8H9NO2, SD) — Obat penurun demam dan pereda nyeri ringan yang paling banyak dipakai.
  • Ibuprofen (C13H18O2, SMP) — Obat antiradang nonsteroid (OAINS) turunan asam propionat.
  • Penisilin G (C16H18N2O4S, SMA) — Antibiotik β-laktam yang merusak pembentukan dinding sel bakteri.
  • Amoksisilin (C16H19N3O5S, SMP) — Penisilin berspektrum luas yang tahan asam lambung sehingga dapat diminum.
  • Siprofloksasin (C17H18FN3O3, Kuliah) — Antibiotik fluorokuinolon yang menghambat enzim DNA girase bakteri.
  • Artemisinin (C15H22O5, SMA) — Obat antimalaria dari tanaman Artemisia annua dengan jembatan peroksida (O–O) yang unik.
  • Klorokuin (C18H26ClN3, SMA) — Antimalaria sintetis turunan kina bercincin kuinolina.
  • Oseltamivir (C16H28N2O4, Kuliah) — Antivirus influenza yang menghambat enzim neuraminidase.
  • Metformin (C4H11N5, SMA) — Obat diabetes tipe 2 golongan biguanida yang menurunkan produksi gula oleh hati.
  • Amlodipin (C20H25ClN2O5, Kuliah) — Penghambat kanal kalsium yang melebarkan pembuluh darah.
  • Simvastatin (C25H38O5, Kuliah) — Obat statin yang menghambat enzim HMG-KoA reduktase pembuat kolesterol di hati.
  • Omeprazol (C17H19N3O3S, Kuliah) — Penghambat pompa proton yang mengurangi produksi asam lambung.
  • Setirizin (C21H25ClN2O3, SMA) — Antihistamin generasi kedua yang menghalangi reseptor histamin H₁.
  • Salbutamol (C13H21NO3, SMA) — Agonis β₂ yang melemaskan otot saluran napas.
  • Lidokain (C14H22N2O, SMA) — Anestesi lokal golongan amida yang menutup kanal natrium saraf.
  • Nitrogliserin (C3H5N3O9, SMA) — Ester nitrat gliserol: bahan peledak yang tidak stabil sekaligus obat jantung.
  • Deksametason (C22H29FO5, Kuliah) — Kortikosteroid sintetis yang sekitar 25 kali lebih kuat daripada kortisol.
  • Diazepam (C16H13ClN2O, Kuliah) — Benzodiazepina yang memperkuat kerja GABA di otak.

Material

Zat yang dipilih karena sifat fisiknya untuk membuat benda: logam, keramik, kaca, polimer, semikonduktor, dan nanomaterial. Sifatnya ditentukan oleh susunan atom dan ikatannya. Golongan material.

  • Grafit (C, SMP) — Karbon yang tersusun dalam lembaran-lembaran heksagonal. Antarlembaran hanya ditahan gaya lemah sehingga mudah bergeser, dan elektron dapat bergerak di sepanjang lembaran.
  • Grafena (C, SMA) — Selembar karbon setebal satu atom dengan pola sarang lebah. Sangat kuat, lentur, transparan, dan menghantarkan listrik dengan sangat baik.
  • Fulerena C₆₀ (C60, SMA) — Molekul 60 atom karbon berbentuk bola sepak: 12 segi lima dan 20 segi enam. Termasuk molekul berongga pertama yang dikenal.
  • Tabung nano karbon (C, Kuliah) — Lembaran grafena yang tergulung menjadi tabung berdiameter hanya beberapa nanometer. Bisa bersifat logam atau semikonduktor bergantung arah gulungannya.
  • Nikel (Ni, SMP) — Logam keperakan yang tahan karat dan bersifat magnetik. Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, terutama di Sulawesi dan Maluku Utara.
  • Silikon (Si, SMP) — Metaloid berkilau abu-abu dengan struktur kristal seperti intan. Silikon murni adalah semikonduktor paling penting di dunia.
  • Silikon dioksida (kuarsa, pasir) (O2Si, SMP) — Jaringan raksasa tetrahedron SiO₄ yang saling berbagi atom oksigen. Ditemukan sebagai kuarsa, pasir pantai, dan bahan utama kaca.
  • Aluminium oksida (korundum) (Al2O3, SMA) — Oksida amfoter yang sangat keras (skala Mohs 9). Sebagai mineral disebut korundum; rubi dan safir adalah korundum dengan sedikit pengotor logam.
  • Magnesium oksida (MgO, SMA) — Padatan ionik putih dengan kisi seperti garam dapur. Ion Mg²⁺ dan O²⁻ bermuatan ganda sehingga titik lelehnya sangat tinggi (sekitar 2825 °C).
  • Seng oksida (OZn, SMP) — Serbuk putih yang menyerap sinar UV dan bersifat antiseptik ringan. Juga semikonduktor bercelah pita lebar.
  • Titanium dioksida (O2Ti, SMP) — Pigmen putih paling cemerlang di dunia. Mineralnya disebut rutil dan anatase. Di bawah sinar UV ia menjadi fotokatalis.
  • Litium hidroksida (HLiO, Kuliah) — Basa kuat logam alkali paling ringan, sangat baik menyerap CO₂.
  • Kaolinit (tanah liat kaolin) (Al2H4O9Si2, SMA) — Mineral lempung aluminium silikat berlapis yang lunak dan putih.
  • Metil oleat (biodiesel) (C19H36O2, SMA) — Ester metil asam lemak, komponen utama biodiesel dari minyak nabati.
  • 5CB (kristal cair) (C18H19N, Kuliah) — 4-sianobifenil berekor pentil, molekul batang yang membentuk fase kristal cair pada suhu kamar.
  • Selulosa (C12H22O11, SMP) — Polimer glukosa berikatan β yang lurus dan kuat; penyusun dinding sel tumbuhan dan serat.
  • Pati (amilosa) (C18H32O16, SMP) — Polimer glukosa berikatan α yang tergulung seperti pegas; cadangan energi tumbuhan.
  • Polietilena (PE) (C2H4, SMP) — Polimer adisi etilena, plastik paling banyak diproduksi di dunia.
  • Polipropilena (PP) (C3H6, SMP) — Polimer adisi propena yang ringan, kuat, dan tahan panas.
  • Polivinil klorida (PVC) (C2H3Cl, SMP) — Polimer adisi vinil klorida yang kaku, awet, dan tahan air.
  • Polistirena (PS) (C8H8, SMP) — Polimer adisi stirena; bentuk busanya dikenal sebagai styrofoam.
  • PET (polietilena tereftalat) (C8H6O4, SMA) — Poliester kondensasi dari etilena glikol dan asam tereftalat.
  • Nilon-6,6 (C6H10O4, SMA) — Poliamida kondensasi dari heksametilenadiamina dan asam adipat.
  • Teflon (PTFE) (C2F4, SMA) — Polimer tetrafluoroetilena yang sangat licin dan tahan hampir semua bahan kimia.
  • Akrilik (PMMA) (C5H8O2, SMA) — Polimer metil metakrilat yang bening seperti kaca tetapi lebih ringan dan tidak mudah pecah.
  • Polikarbonat (PC) (C15H16O2, Kuliah) — Polimer kondensasi bisfenol A yang bening dan sangat tahan benturan.
  • Kevlar (aramid) (C6H8N2, Kuliah) — Poliamida aromatik yang rantainya lurus dan saling berikatan hidrogen rapat.
  • Karet alam (cis-poliisoprena) (C5H8, SMP) — Polimer isoprena dari getah (lateks) pohon karet Hevea brasiliensis.
  • Silikon (PDMS) (C6H18OSi2, Kuliah) — Polimer berantai Si–O (bukan C–C) yang lentur, tahan panas, dan anti air.
  • PLA (asam polilaktat) (C3H6O3, SMA) — Poliester dari asam laktat hasil fermentasi pati jagung atau singkong; dapat dikomposkan secara industri.
  • Silikon karbida (CSi, Kuliah) — Jaringan kovalen Si–C yang hampir sekeras intan dan semikonduktor bercelah pita lebar.
  • Galium arsenida (AsGa, Kuliah) — Semikonduktor III–V dengan elektron yang bergerak lebih cepat daripada di silikon.
  • Galium nitrida (GaN, Kuliah) — Semikonduktor bercelah pita lebar yang memancarkan cahaya biru.
  • Litium kobalt oksida (CoLiO2, Kuliah) — Oksida berlapis tempat ion Li⁺ keluar-masuk di antara lapisan CoO₂ saat baterai diisi dan dipakai.
  • Litium besi fosfat (LFP) (FeLiO4P, Kuliah) — Katode baterai berstruktur olivin yang aman, awet, dan tanpa kobalt.
  • Perovskit (CaTiO₃) (CaO3Ti, Kuliah) — Mineral kalsium titanat yang menjadi nama sebuah keluarga struktur kristal ABX₃.

Mineral & batuan

Padatan anorganik alami dengan komposisi kimia tertentu dan susunan kristal yang teratur. Batuan adalah campuran mineral. Indonesia kaya mineral: timah, nikel, bauksit, tembaga, dan emas. Golongan mineral & batuan.

  • Belerang (S8, SMP) — Padatan kuning yang molekulnya berupa cincin delapan atom (S₈) berbentuk mahkota. Banyak ditemukan di kawah gunung api.
  • Intan (C, SMP) — Bentuk karbon murni tempat setiap atom C terikat kuat pada empat atom C lain dalam jaringan tiga dimensi. Karena itu intan menjadi mineral alami paling keras.
  • Silikon dioksida (kuarsa, pasir) (O2Si, SMP) — Jaringan raksasa tetrahedron SiO₄ yang saling berbagi atom oksigen. Ditemukan sebagai kuarsa, pasir pantai, dan bahan utama kaca.
  • Aluminium oksida (korundum) (Al2O3, SMA) — Oksida amfoter yang sangat keras (skala Mohs 9). Sebagai mineral disebut korundum; rubi dan safir adalah korundum dengan sedikit pengotor logam.
  • Besi(III) oksida (hematit, karat) (Fe2O3, SMP) — Padatan merah kecokelatan. Karat besi adalah besi(III) oksida terhidrasi yang terbentuk saat besi bereaksi dengan oksigen dan air.
  • Magnetit (Fe₃O₄) (Fe3O4, SMP) — Mineral besi oksida hitam yang paling magnetik di alam, mengandung ion Fe²⁺ dan Fe³⁺ sekaligus.
  • Titanium dioksida (O2Ti, SMP) — Pigmen putih paling cemerlang di dunia. Mineralnya disebut rutil dan anatase. Di bawah sinar UV ia menjadi fotokatalis.
  • Timah(IV) oksida (kasiterit) (O2Sn, SMP) — Mineral kasiterit adalah bijih timah utama. Bangka Belitung menjadikan Indonesia salah satu produsen timah terbesar di dunia.
  • Aluminium hidroksida (gibsit) (AlH3O3, SMA) — Hidroksida amfoter: bereaksi dengan asam maupun basa kuat. Mineral utamanya ada dalam bijih bauksit.
  • Natrium klorida (garam dapur) (ClNa, SD) — Garam dapur tersusun atas ion Na⁺ dan Cl⁻ yang berselang-seling dalam kisi kubus. Tidak ada "molekul" NaCl tunggal di dalam kristal.
  • Kalium klorida (ClK, SMP) — Garam ionik yang mirip garam dapur. Kalium penting untuk kerja saraf dan otot.
  • Kalsium karbonat (batu kapur) (CCaO3, SD) — Penyusun batu kapur, marmer, kapur tulis, cangkang kerang, dan terumbu karang. Mineralnya disebut kalsit dan aragonit.
  • Kalsium sulfat (gipsum) (CaO4S, SMP) — Garam yang sukar larut. Bentuk dihidratnya adalah mineral gipsum yang lunak.
  • Kalsium fluorida (fluorit) (CaF2, SMA) — Mineral fluorit yang sering berpendar di bawah sinar UV, dengan kisi kristal khasnya sendiri.
  • Barium sulfat (BaO4S, SMA) — Garam yang sangat sukar larut, sehingga ion Ba²⁺ yang beracun tidak terserap tubuh.
  • Tawas (kalium aluminium sulfat) (AlKO8S2, SMP) — Garam rangkap K⁺ dan Al³⁺ yang membentuk kristal oktahedron bening.
  • Boraks (natrium tetraborat) (B4H20Na2O17, SMP) — Garam boron yang basa lemah. Boraks dilarang ditambahkan ke makanan karena beracun bila dikonsumsi terus-menerus.
  • Hidroksiapatit (Ca5HO13P3, SMA) — Kalsium fosfat mineral penyusun utama tulang dan email gigi.
  • Pirit (FeS₂) (FeS2, SMP) — Mineral besi disulfida berkilau kuning logam yang sering membentuk kubus sempurna.
  • Galena (PbS) (PbS, SMA) — Mineral timbal sulfida abu-abu mengilap yang berat, dengan kisi seperti garam dapur.
  • Sinabar (HgS) (HgS, SMA) — Mineral raksa sulfida merah terang, bijih utama raksa.
  • Malakit (CH2Cu2O5, SMA) — Mineral tembaga karbonat hidroksida berwarna hijau dengan pita-pita melingkar.
  • Kaolinit (tanah liat kaolin) (Al2H4O9Si2, SMA) — Mineral lempung aluminium silikat berlapis yang lunak dan putih.
  • Perovskit (CaTiO₃) (CaO3Ti, Kuliah) — Mineral kalsium titanat yang menjadi nama sebuah keluarga struktur kristal ABX₃.