Molekul · SMA · Nukleotida & basa nitrogen
C4H5N3O
Sitosina (C)
Basa pirimidina yang berpasangan dengan guanina.
Kegunaan
Penyusun DNA dan RNA; metilasi sitosina mengatur aktif tidaknya gen.
Tahukah kamu?
Pasangan G–C lebih kuat daripada A–T karena memiliki tiga ikatan hidrogen.
Ensiklopedia
Sitosina (bahasa Inggris: Cytosine; disingkat "C") merupakan satu dari dua basa nitrogen pirimidina yang dimiliki DNA dan RNA. Nukleosida ribosanya dinamakan sitidina dan nukleosida deoksiribosanya dinamakan deoksisitidina. Sitosina berikatan dengan guanina pada DNA pilin ganda melalui tiga ikatan hidrogen.
Sitidina dapat membentuk nukleotida bila mengikat satu, dua, atau tiga gugus fosfat anorganik (PO43-) membentuk CMP, CDP, dan CTP (masing-masing dinamakan sitidina mono-, di-, atau trifosfat). CTP dapat menjadi kofaktor dalam reaksi enzimatik biokimiawi dan mentransfer satu gugus fosfat bagi ADP untuk membentuk ATP. Deoksisitidina trifosfat (dCTP) diperlukan dalam PCR sebagai bahan baku sintesis DNA.
Pada keadaan tertentu, sitosina dapat mengalami deaminasi menjadi urasil. Mutasi ini biasanya dapat dikenali oleh enzim-enzim yang terlibat dalam reparasi DNA. Sebagaimana pada urasil, metilasi juga dapat terjadi pada sitosin dengan bantuan enzim DNA-metil-transferase.
Data senyawa
- Rumus molekul
- C4H5N3O
- Massa molar
- 111,1 g/mol
- Nama IUPAC
- 6-amino-1H-pyrimidin-2-one
- Nama Inggris
- Cytosine (C)
- Nomor CAS
- 71-30-7
- PubChem CID
- 597
- InChIKey
- OPTASPLRGRRNAP-UHFFFAOYSA-N
- SMILES
- C1=C(NC(=O)N=C1)N
- Muatan
- 0
- Jenjang
- SMA
- Unsur penyusun
- Karbon (C), Hidrogen (H), Nitrogen (N), Oksigen (O)
Pemakaian (PubChem)
- Component of nucleic acids found throughout nature; [Merck Index] Used in biochemical research; [Alfa Aesar MSDS]