Molekul · SD · Logam
Al
Aluminium
Logam ringan berwarna perak. Permukaannya segera dilapisi lapisan tipis aluminium oksida yang melindunginya dari karat.
Kegunaan
Kaleng minuman, panci, kusen jendela, kabel transmisi, dan badan pesawat.
Tahukah kamu?
Mendaur ulang kaleng aluminium hanya membutuhkan sekitar 5% energi dibandingkan membuatnya dari bijih bauksit.
Ensiklopedia
Aluminium, yang juga disebut aluminum atau alumunium (bentuk tidak baku), adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Al dan nomor atom 13.
Aluminium memiliki massa jenis yang lebih rendah dibandingkan logam umum lainnya, yaitu sekitar sepertiga dari massa jenis baja. Aluminium memiliki afinitas yang tinggi terhadap oksigen sehingga membentuk lapisan pelindung (lapisan oksida) pada permukaannya ketika terkena udara. Secara visual, aluminium menyerupai perak, baik dari segi warna maupun kemampuannya yang tinggi dalam memantulkan cahaya. Aluminium bersifat lunak, nonmagnetik, dan ulet. Aluminium memiliki satu isotop stabil, yaitu 27Al, yang sangat melimpah, sehingga aluminium menjadi unsur ke-12 yang paling melimpah di alam semesta. Sifat radioaktif dari 26Al menyebabkan isotop ini digunakan dalam penanggalan radiometrik.
Secara kimia, aluminium merupakan logam pascatransisi dalam golongan boron. Seperti unsur-unsur lain dalam golongan tersebut, aluminium umumnya membentuk senyawa dengan keadaan oksidasi +3. Kation aluminium Al3+ memiliki ukuran kecil dan muatan tinggi. Oleh karena itu, kation ini memiliki daya polarisasi yang besar, sehingga ikatan yang terbentuk oleh aluminium memiliki karakter kovalen yang lebih kuat. Afinitas aluminium yang tinggi terhadap oksigen menyebabkan oksida aluminium banyak ditemukan di alam. Di Bumi, aluminium umumnya terdapat dalam batuan di kerak Bumi. Aluminium merupakan unsur paling melimpah ketiga di kerak Bumi setelah oksigen dan silikon. Aluminium tidak banyak ditemukan di mantel Bumi dan hampir tidak pernah ditemukan sebagai logam bebas. Aluminium diperoleh secara industri melalui penambangan bauksit, yaitu batuan sedimen yang kaya akan mineral aluminium.
Penemuan aluminium diumumkan pada tahun 1825 oleh fisikawan Denmark, Hans C. Ørsted. Produksi aluminium secara industri pertama kali dimulai oleh kimiawan Prancis, Henri É. S. C. Deville, pada tahun 1856. Aluminium menjadi jauh lebih mudah diperoleh masyarakat setelah dikembangkannya proses Hall–Héroult pada tahun 1886 secara independen oleh insinyur Prancis Paul Héroult dan insinyur Amerika Charles M. Hall.
Data senyawa
- Rumus molekul
- Al
- Massa molar
- 26,982 g/mol
- Nama IUPAC
- aluminum
- Nama Inggris
- Aluminium
- Nomor CAS
- 7429-90-5
- PubChem CID
- 5359268
- InChIKey
- XAGFODPZIPBFFR-UHFFFAOYSA-N
- SMILES
- [Al]
- Muatan
- 0
- Jenjang
- SD
- Golongan
- Logam
- Unsur penyusun
- Aluminium (Al)
Pemakaian (PubChem)
- Metal Thermal Spraying [Category: Plate]
- Semiconductor Manufacturing [Category: Industry]
- The active ingredient is no longer contained in any registered products ... "cancelled."
- In manufacture of printing inks; in the aircraft industry
- For absorbing occluded gases in manufacture of steel; ...dental alloys
Reaksi
Ditemukan di
Pelajari lebih lanjut
Redoks dan elektrokimia Material: logam, keramik, polimer, dan nano