Molekul · SMP · Heterosiklik & alkaloid
C10H14N2
Nikotina
Alkaloid tembakau yang sangat adiktif dan beracun.
Kegunaan
Terapi pengganti nikotin untuk berhenti merokok; dahulu insektisida.
Tahukah kamu?
Tanaman tembakau membuat nikotin sebagai racun alami pengusir serangga pemakan daun.
Ensiklopedia
Nikotin adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang dihasilkan secara alami oleh berbagai macam tumbuhan, seperti suku terung-terungan solanaceae dan tembakau. Nikotin bertindak sebagai agonis (senyawa yang akan menimbulkan efek) di kebanyakan sel-sel reseptor asetilkolin nikotin (nAChRs) di dalam tubuh, terkecuali di dua subunit reseptor nikotinik (nAChRα9) dan (nAChRα10), di mana nikotin bertindak sebagai reseptor antagonis (tidak menimbulkan efek).
Pada tembakau, kadar nikotin dapat mencapai 0,6 sampai 3% dari berat kering tembakau. Nikotin juga terkandung di dalam berbagai tumbuhan yang sering dikonsumsi sebagai makanan, seperti terung, kentang, dan tomat, walaupun dalam kadar di bawah 200 nanogram per gram berat kering (kurang dari 0,00002%). Nikotin dapat meningkatkan kemampuan tanaman untuk melawan serangan serangga dan binatang herbivora lainnya, sehingga pada masa lalu sering digunakan sebagai insektisida.
Nikotin bersifat adiktif. Dalam rata-rata, sebatang rokok memberikan asupan 2 mg nikotin yang terserap dalam tubuh. Senyawa inilah yang membuat perokok mengalami ketergantungan terhadap rokok dan produk yang mengandung nikotin lainnya. Ciri-ciri adiksi dan ketergantungan nikotin di antaranya adalah perubahan perilaku, penggunaan berlebihan, kembali ke kebiasaan merokok setelah berhenti, ketergantungan fisik dan psikologis, serta toleransi obat. Selain ketergantungan, dalam jangka pendek dan jangka panjang, nikotin tidak dikategorikan berbahaya bagi orang dewasa. Walaupun demikian, dalam dosis yang sangat tinggi, nikotin dapat menyebabkan keracunan dan berpotensi mematikan.
Dikaitkan dengan usaha pengendalian tembakau, produk-produk pengganti nikotin telah digunakan untuk membantu perokok dalam usaha berhenti merokok dan berdasarkan bukti ilmiah memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok konvensional. Tidak ada bukti penelitian yang cukup yang menunjukkan nikotin memiliki keterkaitan dengan kanker pada manusia. Nikotin dikatakan memiliki daya karsinogenik terbatas karena menjadi penghambat kemampuan tubuh untuk melawan sel-sel kanker, dan bukan penyebab munculnya sel-sel kanker.
Data senyawa
- Rumus molekul
- C10H14N2
- Massa molar
- 162,23 g/mol
- Nama IUPAC
- 3-[(2S)-1-methylpyrrolidin-2-yl]pyridine
- Nama Inggris
- Nicotine
- Nomor CAS
- 54-11-5
- PubChem CID
- 89594
- InChIKey
- SNICXCGAKADSCV-JTQLQIEISA-N
- SMILES
- CN1CCC[C@H]1C2=CN=CC=C2
- Muatan
- 0
- Jenjang
- SMP
- Golongan
- Heterosiklik & alkaloid
- Unsur penyusun
- Karbon (C), Hidrogen (H), Nitrogen (N)
Pemakaian (PubChem)
- Used in medicine and as an insecticide; [ACGIH] Used in pesticides, e.g., Black Leaf 40 that contains 40% nicotine sulfate; Other alkaloids similar to nicotine produced by plants are anabasine, cytisine, coniine, and lobeline. [Olson, p. 337]
- Use (kg; approx.) in Germany (2009): >1000
- Consumption (g per capita; approx.) in Germany (2009): 0.0122
- Consumption (g per capita) in the USA (2002): 0.000333