Golongan senyawa · SMP

Senyawa organik

Senyawa berkerangka atom karbon yang berikatan dengan hidrogen, sering juga dengan O, N, S, atau halogen. Karbon dapat membentuk rantai, cabang, dan cincin sehingga jumlah senyawa organik mencapai puluhan juta.

Subgolongan

  • Alkana — Hidrokarbon jenuh: semua ikatan C–C tunggal. Alkana sukar bereaksi, tetapi terbakar dengan melepaskan banyak energi sehingga menjadi bahan bakar utama (LPG, bensin, solar).
  • Alkena — Hidrokarbon tak jenuh dengan sedikitnya satu ikatan rangkap dua C=C. Ikatan π pada C=C mudah diadisi sehingga alkena menjadi bahan baku plastik.
  • Alkuna — Hidrokarbon tak jenuh dengan ikatan rangkap tiga C≡C. Geometri di sekitar C≡C linear (180°).
  • Hidrokarbon aromatik — Senyawa bercincin datar dengan elektron π terdelokalisasi (aturan Hückel 4n+2), seperti benzena. Delokalisasi membuat cincin sangat stabil sehingga lebih suka reaksi substitusi daripada adisi.
  • Haloalkana — Alkana yang satu atau lebih atom H-nya diganti halogen (F, Cl, Br, I). Contohnya kloroform, freon (CFC), dan PVC (sebagai monomer vinil klorida).
  • Alkohol — Senyawa dengan gugus hidroksil (–OH) yang terikat pada atom C jenuh. Gugus –OH membentuk ikatan hidrogen sehingga alkohol kecil larut dalam air dan titik didihnya relatif tinggi.
  • Fenol — Gugus –OH yang terikat langsung pada cincin aromatik. Fenol lebih asam daripada alkohol dan banyak ditemukan pada rempah (eugenol cengkeh, timol).
  • Eter — Atom oksigen yang mengapit dua gugus karbon (R–O–R′). Eter tidak memiliki H pada O sehingga titik didihnya lebih rendah dari alkohol berisomer.
  • Aldehida — Gugus karbonil (C=O) di ujung rantai, terikat pada sedikitnya satu H (–CHO). Aldehida mudah dioksidasi menjadi asam karboksilat; uji Tollens dan Fehling memanfaatkan sifat ini.
  • Keton — Gugus karbonil (C=O) di tengah rantai, diapit dua atom karbon. Keton tidak mudah dioksidasi sehingga uji Tollens negatif.
  • Asam karboksilat — Senyawa dengan gugus karboksil (–COOH). Asam lemah yang memberi rasa masam pada cuka, jeruk, dan susu asam.
  • Ester — Hasil reaksi asam karboksilat dengan alkohol (esterifikasi). Banyak ester beraroma buah; lemak dan minyak juga ester (trigliserida).
  • Amina — Turunan amonia yang satu atau lebih atom H-nya diganti gugus karbon. Amina bersifat basa lemah dan banyak yang berbau amis (trimetilamina pada ikan).
  • Amida — Gugus karbonil yang terikat pada nitrogen (–CONH–). Ikatan amida adalah ikatan peptida pada protein dan ikatan pada nilon.
  • Heterosiklik & alkaloid — Senyawa bercincin yang cincinnya memuat atom selain karbon (N, O, S). Alkaloid adalah heterosiklik bernitrogen dari tumbuhan, seperti kafeina, nikotina, dan kina.
  • Senyawa organosulfur — Senyawa organik yang mengandung belerang, seperti tiol (–SH) dan sulfida. Banyak berbau tajam: bawang putih, durian, dan zat pembau gas LPG.

Contoh dari katalog

  • Asetonitril (C2H3N) — Nitril paling sederhana (CH₃C≡N), pelarut polar aprotik.
  • Glifosat (C3H8NO5P) — Herbisida turunan asam amino glisina yang menghambat enzim EPSP sintase tumbuhan.