Molekul · SMP · Pigmen alami
C21H20O6
Kurkumin (kunyit)
Pigmen kuning kunyit yang juga dapat menjadi indikator: merah kecokelatan dalam basa.
Kegunaan
Bumbu dan pewarna alami (E100), jamu kunyit asam, dan riset antiradang.
Tahukah kamu?
Kertas kunyit dapat mendeteksi boraks dan basa karena berubah menjadi merah.
Ensiklopedia
Kurkumin atau diferuloilmetana adalah senyawa aktif yang ditemukan pada kunyit, berupa polifenol dengan rumus kimia C21H20O6. Kurkumin memiliki dua bentuk tautomer: keton dan enol. Struktur keton lebih dominan dalam bentuk padat, sedangkan struktur enol ditemukan dalam bentuk cairan. Kurkumin merupakan senyawa yang berinteraksi dengan asam borat menghasilkan senyawa berwarna merah yang disebut rososiania.
Senyawa turunan kurkumin disebut "kurkuminoid", yang hanya terdapat dua macam, yaitu desmetoksikurkumin dan bis-desmetoksikurkumin. Secara in vivo, kurkumin berubah menjadi senyawa metabolit berupa dihidrokurkumin atau tetrahidrokurkumin sebelum dikonversi menjadi senyawa konjugasi monoglusuronida.
Kurkumin dikenal karena sifat antitumor dan antioksidan yang dimilikinya, selain banyak kegunaan medis seperti;
melindungi saraf, mengurangi risiko radang otak vasospasma dan mengembalikan homeostasis energi pada sistem otak yang terganggu akibat terluka atau trauma.
menghambat dan mengurangi penumpukan plak amiloid-beta pada penderita Alzheimer.
melindungi hati , antara lain dari hemangioendotelioma, hepatokarsinoma, Hepatitis B.
melindungi pankreas dari akibat rasio sitokin yang berlebihan, bahkan setelah transplantasi, serta menurunkan resistansi terhadap insulin dan leptin
melindungi sel Leydig dari pengaruh alkohol.
menurunkan peradangan pada jaringan adiposa.
Selain itu, kurkumin juga:
menghambat indoleamina 2,3-dioksigenase, sebuah enzim yang berperan dalam degradasi triptofan pada sel dendritik yang distimulasi oleh LPS atau interferon, dan menghambat matangnya sel dendritik. Ekspresi siklo oksigenase-2 yang diinduksi oleh LPS dan produksi prostaglandin E2 akan meningkat, dan mengakibatkan de-ekspresi molekul CD80, CD86 dan MHC I dan menghambat produksi sitokina IL-12 p70 dan TNF-α.
menghambat angiogenesis.
menghambat lintasan COX dan LO pada metabolisme eikosanoid. Kurkumin sangat efektif untuk menghambat pertumbuhan sel kanker, seperti kanker payudara, tetapi menunjukkan sifat toksik terhadap kultur sel punca.
Data senyawa
- Rumus molekul
- C21H20O6
- Massa molar
- 368,4 g/mol
- Nama IUPAC
- (1E,6E)-1,7-bis(4-hydroxy-3-methoxyphenyl)hepta-1,6-diene-3,5-dione
- Nama Inggris
- Curcumin (turmeric)
- Nomor CAS
- 458-37-7
- PubChem CID
- 969516
- InChIKey
- VFLDPWHFBUODDF-FCXRPNKRSA-N
- SMILES
- COC1=C(C=CC(=C1)/C=C/C(=O)CC(=O)/C=C/C2=CC(=C(C=C2)O)OC)O
- Muatan
- 0
- Jenjang
- SMP
- Golongan
- Pigmen alami, Fenol
- Unsur penyusun
- Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O)
Pemakaian (PubChem)
- Natural dye from the root of Curcuma longa; [Merck Index] Used for preparing curcuma paper, detecting boron, dyeing and flavoring food, dyeing fabrics (cotton, wool, and silk), and coloring oils and waxes; Also used as a biological stain and acid-base indicator; [HSDB] Thought to be the most bio-active component in tumeric; [REPROTOX]
- Textiles (Printing, Dyeing, or Finishing) [Category: Industry]
- For preparing curcuma paper, pH range 8-9. In the detection of boron.
- Analytical reagent, food dye, biological stain. As an acid-base indicator it is brownish-red with alkalies, yellow with acids (pH range 7.4-8.6); also as an indicator for boron.
- Flavoring and coloring agent in food-as turmeric; boron indicator; stain in microscopy; alkali indicator; coloring agent for oils, waxes, & textiles