Kamus kimia
309 istilah kimia dengan penjelasan sederhana dan definisi ilmiah, dikelompokkan menurut tema dan tersambung ke peta ilmu kimia, materi belajar, dan molekul contoh.
Materi & zat
- Materi — Segala sesuatu yang punya massa dan menempati ruang.
- Zat tunggal (zat murni) — Zat yang isinya hanya satu jenis, misalnya air murni atau emas murni.
- Campuran — Gabungan beberapa zat yang tidak berubah menjadi zat baru, misalnya es teh atau udara.
- Unsur — Zat yang tersusun dari satu jenis atom saja, seperti besi atau oksigen.
- Senyawa — Zat baru dari dua jenis atom atau lebih yang bergabung, seperti air (H₂O).
- Molekul — Kumpulan atom yang saling bergandengan, contohnya satu butir air terdiri atas molekul H₂O.
- Wujud zat — Bentuk zat: padat, cair, atau gas.
- Mencair (melebur) — Perubahan dari padat menjadi cair, seperti es batu yang meleleh.
- Menguap — Perubahan dari cair menjadi gas, seperti jemuran yang mengering.
- Menyublim — Perubahan langsung dari padat menjadi gas, seperti kapur barus yang mengecil.
- Massa jenis — Seberapa berat suatu benda untuk ukuran tertentu; benda bermassa jenis kecil mengapung di air.
- Titik didih — Suhu ketika cairan mulai mendidih. Air mendidih pada 100 °C di pantai.
- Titik leleh — Suhu ketika zat padat mulai mencair.
- Campuran homogen — Campuran yang tampak sama di semua bagiannya, seperti air gula atau udara.
- Campuran heterogen — Campuran yang bagian-bagiannya bisa dibedakan, seperti pasir dalam air.
- Suspensi — Campuran keruh yang partikelnya lama-lama mengendap, seperti air berlumpur.
- Padat — Wujud zat yang bentuk dan volumenya tetap, seperti batu dan es.
- Cair — Wujud zat yang volumenya tetap tetapi bentuknya mengikuti wadah, seperti air dan minyak.
- Gas — Wujud zat yang mengisi seluruh ruang, seperti udara.
- Plasma — Wujud zat keempat berupa gas sangat panas yang bermuatan listrik, seperti di petir dan Matahari.
- Fase — Bagian zat yang sifatnya sama di mana-mana, misalnya es dan air cair adalah dua fase.
- Perubahan fase (wujud) — Perubahan wujud zat, misalnya mencair, membeku, menguap, mengembun, dan menyublim.
- Membeku — Perubahan dari cair menjadi padat, seperti air menjadi es.
- Mengembun — Perubahan dari gas menjadi cair, seperti titik air di luar gelas es.
- Deposisi (mengkristal) — Perubahan langsung dari gas menjadi padat, seperti bunga es di freezer.
- Sifat fisika — Ciri zat yang bisa diamati tanpa mengubahnya menjadi zat lain, seperti warna dan titik didih.
- Sifat kimia — Kemampuan zat berubah menjadi zat baru, misalnya mudah terbakar atau berkarat.
- Perubahan fisika — Perubahan yang tidak menghasilkan zat baru, seperti es mencair atau kertas dipotong.
- Perubahan kimia — Perubahan yang menghasilkan zat baru, seperti kayu terbakar atau nasi basi.
- Penyaringan (filtrasi) — Memisahkan padatan dari cairan dengan saringan, seperti menyaring ampas kopi.
- Penyulingan (distilasi) — Memisahkan cairan dengan menguapkan lalu mengembunkannya kembali, seperti membuat minyak atsiri.
- Partikel materi: atom, ion, dan molekul — Materi tersusun atas partikel yang sangat kecil: atom, ion, atau molekul.
Atom & unsur
- Atom — Partikel super kecil penyusun semua benda.
- Proton — Partikel bermuatan positif di inti atom.
- Neutron — Partikel tidak bermuatan di inti atom.
- Elektron — Partikel bermuatan negatif yang bergerak di sekitar inti atom.
- Nomor atom (Z) — Jumlah proton dalam atom; tiap unsur punya nomornya sendiri.
- Nomor massa (A) — Jumlah proton dan neutron di inti atom.
- Isotop — Atom unsur yang sama tetapi jumlah neutronnya berbeda.
- Ion — Atom yang sudah memberi atau menerima elektron sehingga bermuatan.
- Kation — Ion bermuatan positif, contohnya Na⁺.
- Anion — Ion bermuatan negatif, contohnya Cl⁻.
- Tabel periodik — Tabel yang menyusun semua unsur berdasarkan nomor atomnya.
- Golongan — Kolom tegak pada tabel periodik.
- Periode — Baris mendatar pada tabel periodik.
- Logam — Unsur mengilap yang menghantarkan listrik dan panas, seperti besi dan tembaga.
- Nonlogam — Unsur yang tidak mengilap dan umumnya tidak menghantar listrik, seperti oksigen dan belerang.
- Metaloid — Unsur yang sifatnya di antara logam dan nonlogam, seperti silikon.
- Gas mulia — Gas yang hampir tidak mau bereaksi, seperti helium dan neon.
- Kulit elektron — Lintasan tempat elektron berada di sekitar inti; kulit pertama memuat 2 elektron.
- Elektron valensi — Elektron di kulit paling luar yang dipakai untuk berikatan.
- Orbital — Daerah di sekitar inti tempat elektron paling mungkin ditemukan.
- Konfigurasi elektron — Cara elektron disusun di kulit-kulit atom.
- Bilangan kuantum — "Alamat" sebuah elektron di dalam atom.
- Keelektronegatifan — Kekuatan atom menarik elektron ikatan ke arahnya.
- Jari-jari atom — Ukuran sebuah atom.
- Energi ionisasi — Energi untuk melepas satu elektron dari atom.
- Radioaktif — Zat yang intinya pecah sendiri sambil memancarkan radiasi.
- Partikel elementer — Partikel paling dasar yang tidak tersusun dari partikel lain, seperti elektron.
- Kuark — Partikel super kecil penyusun proton dan neutron.
- Lepton — Kelompok partikel elementer yang termasuk elektron.
- Inti atom — Bagian tengah atom yang sangat kecil tempat proton dan neutron berada.
- Model atom — Gambaran para ilmuwan tentang bentuk atom yang terus diperbaiki.
- Subkulit — Bagian dari kulit elektron, diberi nama s, p, d, dan f.
- Prinsip Aufbau — Aturan bahwa elektron mengisi tempat berenergi paling rendah lebih dulu.
- Larangan Pauli — Satu orbital hanya boleh berisi dua elektron.
- Kaidah Hund — Elektron mengisi orbital yang setara satu per satu dulu sebelum berpasangan.
- Muatan inti efektif — Tarikan inti yang benar-benar dirasakan elektron terluar.
- Afinitas elektron — Energi yang dilepas saat atom menerima satu elektron.
- Sifat keperiodikan (tren periodik) — Pola sifat unsur yang berulang di tabel periodik.
- Kimia kuantum — Ilmu yang memakai fisika kuantum untuk menjelaskan atom dan molekul.
- Persamaan Schrödinger — Rumus fisika kuantum yang menggambarkan perilaku elektron.
- Blok s, p, d, f — Empat daerah tabel periodik menurut subkulit terakhir yang diisi elektron.
- Logam alkali — Logam lunak golongan 1 yang sangat reaktif dengan air, seperti natrium dan kalium.
- Halogen — Unsur golongan 17 pembentuk garam, seperti klorin dan iodin.
- Logam transisi — Logam di bagian tengah tabel periodik, seperti besi, tembaga, dan emas.
- Lantanida dan aktinida — Dua baris unsur di bawah tabel periodik.
- Massa atom relatif (Ar) — Angka yang menunjukkan berapa berat rata-rata atom suatu unsur.
- Muatan ion — Tanda dan jumlah muatan listrik sebuah ion, misalnya +1 atau −2.
- Ion poliatom — Ion yang terdiri atas beberapa atom, seperti sulfat (SO₄²⁻).
Ikatan & bentuk
- Ikatan kimia — "Pegangan tangan" yang menyatukan atom-atom.
- Ikatan ion — Ikatan karena atom memberi dan menerima elektron, lalu saling tarik seperti magnet.
- Ikatan kovalen — Ikatan karena atom berbagi elektron.
- Ikatan kovalen koordinasi — Ikatan berbagi elektron yang kedua elektronnya berasal dari satu atom.
- Ikatan logam — Ikatan pada logam: elektron bebas bergerak di antara atom.
- Ikatan polar — Ikatan berbagi elektron yang tidak adil, satu atom menarik lebih kuat.
- Molekul polar — Molekul yang punya ujung sedikit positif dan ujung sedikit negatif.
- Struktur Lewis — Gambar titik-titik yang menunjukkan elektron valensi.
- Aturan oktet — Atom cenderung ingin punya 8 elektron di kulit terluar.
- Pasangan elektron bebas (PEB) — Sepasang elektron yang tidak dipakai berikatan.
- Teori VSEPR — Aturan untuk menebak bentuk molekul: pasangan elektron saling menjauh.
- Hibridisasi — Pencampuran orbital atom supaya ikatannya lebih kuat.
- Ikatan sigma (σ) dan pi (π) — Jenis ikatan tunggal dan tambahan pada ikatan rangkap.
- Gaya antarmolekul — Tarikan lemah antara molekul yang berbeda.
- Ikatan hidrogen — Tarikan antara H pada satu molekul dan atom O, N, atau F pada molekul lain.
- Gaya London (dispersi) — Tarikan sangat lemah yang terjadi di antara semua molekul.
- Isomer — Molekul dengan rumus sama tetapi susunannya berbeda.
- Kiral — Molekul yang tidak sama dengan bayangan cerminnya, seperti tangan kiri dan kanan.
- Rumus molekul — Tulisan jenis dan jumlah atom dalam satu molekul, misalnya H₂O.
- Muatan formal — Muatan "hitungan" tiap atom dalam struktur Lewis.
- Resonansi — Satu molekul yang bisa digambar dengan beberapa struktur Lewis yang benar.
- Bentuk (geometri) molekul — Susunan tiga dimensi atom-atom dalam molekul, misalnya air berbentuk bengkok.
- Orbital molekul — Daerah elektron yang dimiliki bersama seluruh molekul.
- Energi ikatan — Energi yang diperlukan untuk memutus satu ikatan.
- Energi kisi — Kekuatan tarikan antarion dalam kristal garam.
- Gaya dipol–dipol — Tarikan antara molekul-molekul yang punya kutub positif dan negatif.
- Gaya van der Waals — Tarikan lemah antarmolekul.
- Rumus empiris — Rumus yang hanya menunjukkan perbandingan paling sederhana jenis atom.
- Rumus struktur — Gambar yang menunjukkan bagaimana atom-atom saling terhubung.
- Nama IUPAC — Nama resmi senyawa menurut aturan internasional.
Reaksi & stoikiometri
- Reaksi kimia — Perubahan yang menghasilkan zat baru, seperti besi berkarat.
- Persamaan reaksi — Tulisan singkat reaksi kimia dengan rumus dan tanda panah.
- Reaktan (pereaksi) — Zat yang bereaksi, ditulis di kiri tanda panah.
- Produk — Zat baru hasil reaksi, ditulis di kanan tanda panah.
- Koefisien reaksi — Angka besar di depan rumus yang menyetarakan reaksi.
- Hukum kekekalan massa — Massa zat sebelum dan sesudah reaksi selalu sama.
- Mol — Satuan untuk menghitung partikel yang sangat banyak, seperti "lusin" untuk atom.
- Bilangan Avogadro — Jumlah partikel dalam 1 mol: sekitar 602 miliar triliun.
- Massa molar (Mr) — Massa 1 mol zat, dihitung dari massa atom-atomnya.
- Stoikiometri — Hitung-hitungan jumlah zat dalam reaksi kimia.
- Pereaksi pembatas — Zat yang habis duluan sehingga reaksi berhenti.
- Reaksi pembakaran — Reaksi zat dengan oksigen yang menghasilkan panas dan cahaya.
- Reaksi redoks — Reaksi yang melibatkan serah terima elektron.
- Bilangan oksidasi (biloks) — Angka yang menunjukkan "muatan" atom dalam senyawa.
- Elektrolisis — Menguraikan zat dengan arus listrik.
- Sel volta (galvani) — Alat yang mengubah reaksi kimia menjadi listrik, seperti baterai.
- Korosi — Kerusakan logam akibat reaksi dengan lingkungan, seperti karat.
- Reaksi sintesis (kombinasi) — Dua zat atau lebih bergabung menjadi satu zat baru.
- Reaksi penguraian (dekomposisi) — Satu zat terurai menjadi dua zat atau lebih.
- Reaksi pergantian (perpindahan) — Reaksi ketika unsur atau ion bertukar tempat dalam senyawa.
- Reaksi pengendapan — Reaksi dua larutan yang menghasilkan padatan (endapan).
- Persamaan ion bersih — Persamaan yang hanya menuliskan ion-ion yang benar-benar bereaksi.
- Pereaksi berlebih — Pereaksi yang masih tersisa setelah reaksi selesai.
- Hasil teoretis — Jumlah produk terbanyak yang bisa didapat menurut perhitungan.
- Hasil nyata — Jumlah produk yang benar-benar didapat dari percobaan.
- Persen hasil (rendemen) — Perbandingan hasil nyata terhadap hasil teoretis dalam persen.
- Oksidasi — Reaksi ketika zat kehilangan elektron atau mengikat oksigen.
- Reduksi — Reaksi ketika zat menerima elektron atau melepas oksigen.
- Sel elektrolisis — Alat yang memakai listrik untuk menjalankan reaksi kimia.
- Anode — Elektrode tempat terjadinya oksidasi.
- Katode — Elektrode tempat terjadinya reduksi.
- Potensial elektrode — Ukuran kecenderungan suatu setengah sel menerima elektron.
- Potensial reduksi standar (E°) — Potensial setengah sel yang diukur pada keadaan baku.
- Persamaan Nernst — Rumus yang menghitung tegangan sel pada konsentrasi apa pun.
- Baterai — Kumpulan sel yang mengubah energi kimia menjadi listrik.
- Penyetaraan reaksi (persamaan setara) — Mengatur angka di depan rumus agar jumlah setiap jenis atom di kiri dan kanan sama.
Larutan, asam & basa
- Koloid — Campuran yang tampak menyatu tetapi partikelnya lebih besar dari larutan, seperti susu dan santan.
- Larutan — Campuran yang benar-benar menyatu, seperti air gula.
- Pelarut — Zat yang melarutkan zat lain, biasanya air.
- Konsentrasi — Seberapa banyak zat yang terlarut dalam larutan.
- Kelarutan — Jumlah paling banyak zat yang bisa larut.
- Asam — Zat berasa masam yang memerahkan lakmus biru, seperti cuka.
- Basa — Zat licin yang membirukan lakmus merah, seperti sabun.
- Garam — Zat hasil campuran asam dan basa, seperti garam dapur.
- pH — Angka 0–14 yang menunjukkan seberapa asam atau basa suatu larutan.
- Indikator asam–basa — Zat yang berubah warna di larutan asam atau basa, seperti kertas lakmus atau kunyit.
- Penetralan — Reaksi asam dengan basa yang menghasilkan garam dan air.
- Titrasi — Cara mengukur kadar larutan dengan meneteskan larutan lain sampai tepat habis bereaksi.
- Asam kuat dan asam lemah — Asam kuat terurai seluruhnya di air, asam lemah hanya sebagian.
- Larutan penyangga (buffer) — Larutan yang pH-nya tetap walau diberi sedikit asam atau basa.
- Sifat koligatif — Sifat larutan yang hanya bergantung pada banyaknya partikel terlarut, misalnya air garam lebih sulit membeku.
- Elektrolit — Zat yang larutannya dapat menghantarkan listrik, seperti garam dapur.
- Ion penonton — Ion yang ada di larutan tetapi tidak ikut bereaksi.
- Molaritas (M) — Ukuran kepekatan larutan: berapa mol zat per liter larutan.
- Molalitas (m) — Ukuran kepekatan: mol zat per kilogram pelarut.
- Fraksi mol — Bagian mol satu zat dari seluruh mol campuran.
- Tetapan ionisasi asam (Ka, pKa) — Angka yang menunjukkan seberapa kuat suatu asam lemah.
- Hasil kali kelarutan (Ksp) — Angka yang menunjukkan seberapa sedikit garam sukar larut dapat larut.
- Teori asam–basa Arrhenius — Asam melepas ion H⁺ dan basa melepas ion OH⁻ di dalam air.
- Asam–basa Brønsted–Lowry — Asam memberikan proton, basa menerima proton.
- Asam–basa Lewis — Asam menerima pasangan elektron, basa memberikan pasangan elektron.
- pOH — Ukuran kebasaan larutan, pasangan dari pH.
- Basa kuat dan basa lemah — Basa kuat terurai sempurna dalam air, basa lemah hanya sebagian.
- Amfoter — Zat yang dapat bersifat asam maupun basa.
Energi, laju & kesetimbangan
- Reaksi eksoterm — Reaksi yang melepaskan panas, seperti api unggun.
- Reaksi endoterm — Reaksi yang menyerap panas sehingga terasa dingin.
- Entalpi (ΔH) — Ukuran energi panas yang dilepas atau diserap reaksi.
- Energi aktivasi — Energi minimum untuk memulai reaksi, seperti percikan korek api.
- Laju reaksi — Seberapa cepat reaksi berlangsung.
- Katalis — Zat yang mempercepat reaksi tetapi tidak ikut habis.
- Kesetimbangan kimia — Keadaan ketika reaksi maju dan mundur sama cepatnya.
- Asas Le Chatelier — Jika kesetimbangan diganggu, reaksi bergeser untuk melawan gangguan itu.
- Hukum gas ideal — Aturan yang menghubungkan tekanan, volume, dan suhu gas.
- Kalor — Energi yang berpindah dari benda panas ke benda dingin.
- Kerja — Energi yang dipakai untuk mendorong atau menggerakkan sesuatu.
- Energi dalam (U) — Seluruh energi yang tersimpan di dalam suatu zat.
- Kalorimetri — Cara mengukur panas yang dilepas atau diserap reaksi.
- Kapasitas kalor — Seberapa banyak panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu zat.
- Hukum Hess — Panas reaksi sama saja, lewat jalan mana pun reaksinya berlangsung.
- Entropi (S) — Ukuran seberapa tersebar energi dan partikel; es mencair menambah entropi.
- Energi bebas Gibbs (G) — Besaran yang menentukan apakah reaksi dapat berlangsung sendiri.
- Proses spontan — Perubahan yang dapat terjadi sendiri tanpa terus didorong dari luar.
- Hukum-hukum termodinamika — Aturan dasar tentang energi: energi tidak hilang, dan panas mengalir dari panas ke dingin.
- Teori tumbukan — Reaksi terjadi ketika partikel bertabrakan cukup keras dan dengan arah yang tepat.
- Hukum laju (persamaan laju) — Rumus yang menunjukkan bagaimana laju reaksi bergantung pada konsentrasi.
- Orde reaksi — Angka yang menunjukkan seberapa kuat konsentrasi memengaruhi laju.
- Persamaan Arrhenius — Rumus yang menjelaskan mengapa reaksi lebih cepat bila suhu naik.
- Mekanisme reaksi — Urutan langkah-langkah kecil yang terjadi selama reaksi.
- Tetapan kesetimbangan (K) — Angka yang menunjukkan seberapa jauh reaksi bolak-balik berjalan ke arah produk.
- Teori kinetik gas — Gas terdiri atas partikel yang terus bergerak dan bertumbukan.
- Mekanika statistik — Ilmu yang menjelaskan sifat zat dari perilaku triliunan partikelnya.
- Kesetimbangan dinamis — Keadaan ketika reaksi maju dan reaksi balik tetap berjalan sama cepat, sehingga jumlah zat tidak lagi berubah.
Kimia organik & biomolekul
- Senyawa organik — Senyawa yang kerangkanya atom karbon, seperti gula dan minyak.
- Hidrokarbon — Senyawa yang hanya berisi karbon dan hidrogen, seperti gas LPG.
- Gugus fungsi — Bagian molekul yang menentukan sifatnya, seperti –OH pada alkohol.
- Jenuh dan tak jenuh — Jenuh berarti semua ikatan C–C tunggal; tak jenuh punya ikatan rangkap.
- Esterifikasi — Reaksi asam dan alkohol yang menghasilkan ester harum.
- Saponifikasi — Reaksi minyak dengan soda api yang menghasilkan sabun.
- Karbohidrat — Zat gizi sumber tenaga seperti nasi, roti, dan gula.
- Protein — Zat gizi pembangun tubuh dari telur, ikan, dan tempe.
- Lipid — Lemak dan minyak yang tidak larut dalam air.
- Enzim — Protein yang mempercepat reaksi di dalam tubuh.
- Fotosintesis — Cara tumbuhan membuat makanan dari air, CO₂, dan cahaya matahari.
- Respirasi sel — Cara sel mengambil energi dari makanan dengan bantuan oksigen.
- Fermentasi — Proses mikroba mengubah gula tanpa oksigen, seperti membuat tapai dan tempe.
- Alkana — Hidrokarbon dengan ikatan tunggal saja, seperti metana dan propana.
- Alkena — Hidrokarbon dengan satu ikatan rangkap dua, seperti etena.
- Alkuna — Hidrokarbon dengan ikatan rangkap tiga, seperti asetilena.
- Senyawa aromatik — Senyawa dengan cincin khusus seperti benzena.
- Alkohol — Senyawa organik dengan gugus –OH, seperti etanol.
- Eter — Senyawa dengan atom oksigen di antara dua gugus karbon.
- Aldehida — Senyawa dengan gugus –CHO, seperti formaldehida.
- Keton — Senyawa dengan gugus C=O di tengah rantai, seperti aseton.
- Asam karboksilat — Asam organik dengan gugus –COOH, seperti asam cuka.
- Ester — Senyawa beraroma buah dari asam dan alkohol.
- Amina — Senyawa organik turunan amonia, sering berbau amis.
- Amida — Senyawa dengan gugus –CONH–, seperti ikatan pada protein.
- Nitril — Senyawa organik dengan gugus –C≡N.
- Tiol — Senyawa dengan gugus –SH yang baunya sangat tajam.
- Haloalkana (alkil halida) — Alkana yang satu atau lebih atom H-nya diganti halogen.
- Senyawa heterosiklik — Senyawa bercincin yang cincinnya berisi atom selain karbon, seperti nitrogen.
- Reaksi substitusi — Reaksi ketika satu atom atau gugus diganti yang lain.
- Reaksi adisi — Reaksi ketika ikatan rangkap terbuka dan atom-atom baru menempel.
- Reaksi eliminasi — Reaksi yang melepas molekul kecil sehingga terbentuk ikatan rangkap.
- Oksidasi dan reduksi organik — Menambah oksigen atau melepas hidrogen dari molekul organik (oksidasi), dan kebalikannya (reduksi).
- Polimerisasi — Reaksi yang menyambung banyak molekul kecil menjadi rantai panjang.
- Hidrolisis — Pemecahan zat oleh air.
- Asam amino — Molekul penyusun protein; ada 20 jenis yang umum.
- Peptida — Rantai pendek asam amino.
- Nukleotida — Molekul penyusun DNA dan RNA.
- DNA — Molekul panjang yang menyimpan "resep" makhluk hidup.
- RNA — Molekul penyalin pesan DNA untuk membuat protein.
- Vitamin — Zat yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit agar tetap sehat.
- Metabolit — Zat yang dibuat atau dipakai tubuh saat mengolah makanan.
- Metabolisme — Semua reaksi kimia di dalam tubuh makhluk hidup.
- Oksidasi alkohol — Perubahan alkohol menjadi zat lain, misalnya alkohol dalam tuak yang lama-kelamaan menjadi cuka.
Material & lingkungan
- Polimer — Molekul raksasa yang tersusun dari banyak unit kecil yang sama, seperti plastik.
- Monomer — Unit kecil penyusun polimer.
- Kristal — Padatan yang partikelnya tersusun sangat rapi dan berulang, seperti butir garam.
- Sel satuan — Kotak terkecil yang diulang-ulang untuk membangun kristal.
- Alotrop — Bentuk berbeda dari unsur yang sama, seperti intan dan grafit.
- Semikonduktor — Bahan yang daya hantar listriknya di antara logam dan isolator; bahan cip komputer.
- Nanomaterial — Bahan super kecil berukuran nanometer (sejuta kali lebih kecil dari milimeter).
- Efek rumah kaca — Gas di udara menahan panas Bumi seperti selimut.
- Hujan asam — Hujan yang asam karena polusi asap.
- Kimia hijau — Cara membuat bahan kimia yang aman dan tidak mencemari.
- Mikroplastik — Serpihan plastik yang sangat kecil yang mencemari laut dan tanah.
- GHS (label bahaya) — Simbol wajik merah pada kemasan bahan kimia yang menunjukkan bahayanya.
- Nomor CAS — Nomor identitas unik untuk setiap bahan kimia.
- SMILES — Cara menulis struktur molekul dengan huruf dan simbol.
- PubChem — Perpustakaan data kimia terbuka milik pemerintah Amerika Serikat.
- Padatan amorf — Padatan yang partikelnya tidak tersusun rapi, seperti kaca dan plastik.
- InChI dan InChIKey — Kode teks unik untuk setiap struktur kimia.
- Paduan logam (aloi) — Campuran logam dengan logam atau unsur lain agar lebih kuat, seperti baja dan kuningan.
- Keramik — Benda keras tahan panas dari tanah liat atau mineral yang dibakar.
- Kaca — Padatan bening seperti kaca jendela yang dibuat dari pasir.
- Material komposit — Gabungan dua bahan agar lebih kuat, seperti beton bertulang.
- Lapisan ozon — Lapisan gas ozon di langit tinggi yang melindungi kita dari sinar UV.
- Grafena dan karbon nano — Lembaran karbon setebal satu atom yang sangat kuat; bila digulung menjadi tabung nano, bila ditutup seperti bola menjadi fulerena.
Kimia anorganik
- Ion kompleks — Ion logam yang dikelilingi molekul atau ion lain yang menempel padanya.
- Oksida — Senyawa unsur dengan oksigen, seperti karat dan karbon dioksida.
- Hidroksida — Senyawa yang mengandung ion OH⁻, kebanyakan bersifat basa.
- Sulfida — Senyawa logam dengan belerang, banyak ditemukan sebagai bijih.
- Nitrat — Garam yang mengandung ion NO₃⁻, banyak dipakai sebagai pupuk.
- Sulfat — Garam yang mengandung ion SO₄²⁻, seperti gips dan terusi.
- Karbonat — Garam yang mengandung ion CO₃²⁻, seperti batu kapur.
- Fosfat — Senyawa yang mengandung ion fosfat, penting untuk tulang dan pupuk.
- Halida — Senyawa halogen dengan unsur lain, seperti garam dapur (klorida).
- Senyawa koordinasi (kompleks) — Senyawa dengan atom logam di tengah yang dikelilingi molekul atau ion lain.
- Ligan — Molekul atau ion yang menempel pada logam pusat dalam kompleks.
- Mineral — Zat padat alami penyusun batuan, seperti kuarsa dan kalsit.
- Tata nama senyawa anorganik — Aturan memberi nama senyawa seperti natrium klorida atau besi(III) oksida.
Inti & radioaktivitas
- Nuklida — Satu jenis inti atom dengan jumlah proton dan neutron tertentu.
- Isotop stabil — Isotop yang intinya tidak pecah sendiri.
- Radioisotop — Isotop yang intinya meluruh sambil memancarkan radiasi.
- Kelimpahan isotop — Persentase tiap isotop suatu unsur di alam.
- Waktu paruh — Waktu yang diperlukan agar zat radioaktif tinggal separuhnya.
- Peluruhan alfa (α) — Inti berat melepaskan partikel alfa (inti helium).
- Peluruhan beta (β) — Inti melepaskan elektron atau positron berenergi tinggi.
- Sinar gamma (γ) — Radiasi cahaya berenergi sangat tinggi dari inti atom.
- Penangkapan elektron — Inti menarik satu elektron dari kulit terdalam.
- Fisi nuklir — Inti berat terbelah menjadi dua dan melepaskan energi sangat besar.
- Fusi nuklir — Inti-inti ringan bergabung menjadi inti lebih berat, seperti di Matahari.
- Transmutasi — Perubahan satu unsur menjadi unsur lain lewat reaksi inti.
Analisis & spektroskopi
- Analisis kualitatif — Mencari tahu zat apa saja yang ada di dalam sampel.
- Analisis kuantitatif — Mengukur berapa banyak suatu zat di dalam sampel.
- Analisis gravimetri — Menentukan kadar zat dengan menimbang endapannya.
- Kromatografi — Cara memisahkan campuran berdasarkan seberapa cepat komponennya bergerak.
- Spektroskopi — Mempelajari zat dari cara zat itu menyerap atau memancarkan cahaya.
- Spektrometri massa — Alat yang "menimbang" molekul dengan mengubahnya menjadi ion.
- Elektroanalisis — Analisis kimia dengan mengukur besaran listrik.
- Akurasi dan presisi — Akurasi = seberapa dekat dengan nilai benar; presisi = seberapa dekat hasil-hasil ulangan satu sama lain.
- Spektrum elektromagnetik — Semua jenis cahaya, dari gelombang radio sampai sinar gamma.
- Spektroskopi UV-Vis — Mengukur cahaya ultraviolet dan tampak yang diserap zat berwarna.
- Hukum Beer–Lambert — Makin pekat larutan berwarna, makin banyak cahaya yang diserap.
- Spektroskopi inframerah (IR) — Mengenali gugus dalam molekul dari getaran ikatannya.
- Spektroskopi NMR — Alat yang memakai magnet kuat untuk memetakan atom-atom dalam molekul.
- Spektroskopi Raman — Mempelajari getaran molekul dari cahaya laser yang dihamburkan.
- Interpretasi spektrum — Membaca pola garis atau puncak pada spektrum untuk mengenali zat.