Kamus kimia

309 istilah kimia dengan penjelasan sederhana dan definisi ilmiah, dikelompokkan menurut tema dan tersambung ke peta ilmu kimia, materi belajar, dan molekul contoh.

Materi & zat

  • Materi — Segala sesuatu yang punya massa dan menempati ruang.
  • Zat tunggal (zat murni) — Zat yang isinya hanya satu jenis, misalnya air murni atau emas murni.
  • Campuran — Gabungan beberapa zat yang tidak berubah menjadi zat baru, misalnya es teh atau udara.
  • Unsur — Zat yang tersusun dari satu jenis atom saja, seperti besi atau oksigen.
  • Senyawa — Zat baru dari dua jenis atom atau lebih yang bergabung, seperti air (H₂O).
  • Molekul — Kumpulan atom yang saling bergandengan, contohnya satu butir air terdiri atas molekul H₂O.
  • Wujud zat — Bentuk zat: padat, cair, atau gas.
  • Mencair (melebur) — Perubahan dari padat menjadi cair, seperti es batu yang meleleh.
  • Menguap — Perubahan dari cair menjadi gas, seperti jemuran yang mengering.
  • Menyublim — Perubahan langsung dari padat menjadi gas, seperti kapur barus yang mengecil.
  • Massa jenis — Seberapa berat suatu benda untuk ukuran tertentu; benda bermassa jenis kecil mengapung di air.
  • Titik didih — Suhu ketika cairan mulai mendidih. Air mendidih pada 100 °C di pantai.
  • Titik leleh — Suhu ketika zat padat mulai mencair.
  • Campuran homogen — Campuran yang tampak sama di semua bagiannya, seperti air gula atau udara.
  • Campuran heterogen — Campuran yang bagian-bagiannya bisa dibedakan, seperti pasir dalam air.
  • Suspensi — Campuran keruh yang partikelnya lama-lama mengendap, seperti air berlumpur.
  • Padat — Wujud zat yang bentuk dan volumenya tetap, seperti batu dan es.
  • Cair — Wujud zat yang volumenya tetap tetapi bentuknya mengikuti wadah, seperti air dan minyak.
  • Gas — Wujud zat yang mengisi seluruh ruang, seperti udara.
  • Plasma — Wujud zat keempat berupa gas sangat panas yang bermuatan listrik, seperti di petir dan Matahari.
  • Fase — Bagian zat yang sifatnya sama di mana-mana, misalnya es dan air cair adalah dua fase.
  • Perubahan fase (wujud) — Perubahan wujud zat, misalnya mencair, membeku, menguap, mengembun, dan menyublim.
  • Membeku — Perubahan dari cair menjadi padat, seperti air menjadi es.
  • Mengembun — Perubahan dari gas menjadi cair, seperti titik air di luar gelas es.
  • Deposisi (mengkristal) — Perubahan langsung dari gas menjadi padat, seperti bunga es di freezer.
  • Sifat fisika — Ciri zat yang bisa diamati tanpa mengubahnya menjadi zat lain, seperti warna dan titik didih.
  • Sifat kimia — Kemampuan zat berubah menjadi zat baru, misalnya mudah terbakar atau berkarat.
  • Perubahan fisika — Perubahan yang tidak menghasilkan zat baru, seperti es mencair atau kertas dipotong.
  • Perubahan kimia — Perubahan yang menghasilkan zat baru, seperti kayu terbakar atau nasi basi.
  • Penyaringan (filtrasi) — Memisahkan padatan dari cairan dengan saringan, seperti menyaring ampas kopi.
  • Penyulingan (distilasi) — Memisahkan cairan dengan menguapkan lalu mengembunkannya kembali, seperti membuat minyak atsiri.
  • Partikel materi: atom, ion, dan molekul — Materi tersusun atas partikel yang sangat kecil: atom, ion, atau molekul.

Atom & unsur

  • Atom — Partikel super kecil penyusun semua benda.
  • Proton — Partikel bermuatan positif di inti atom.
  • Neutron — Partikel tidak bermuatan di inti atom.
  • Elektron — Partikel bermuatan negatif yang bergerak di sekitar inti atom.
  • Nomor atom (Z) — Jumlah proton dalam atom; tiap unsur punya nomornya sendiri.
  • Nomor massa (A) — Jumlah proton dan neutron di inti atom.
  • Isotop — Atom unsur yang sama tetapi jumlah neutronnya berbeda.
  • Ion — Atom yang sudah memberi atau menerima elektron sehingga bermuatan.
  • Kation — Ion bermuatan positif, contohnya Na⁺.
  • Anion — Ion bermuatan negatif, contohnya Cl⁻.
  • Tabel periodik — Tabel yang menyusun semua unsur berdasarkan nomor atomnya.
  • Golongan — Kolom tegak pada tabel periodik.
  • Periode — Baris mendatar pada tabel periodik.
  • Logam — Unsur mengilap yang menghantarkan listrik dan panas, seperti besi dan tembaga.
  • Nonlogam — Unsur yang tidak mengilap dan umumnya tidak menghantar listrik, seperti oksigen dan belerang.
  • Metaloid — Unsur yang sifatnya di antara logam dan nonlogam, seperti silikon.
  • Gas mulia — Gas yang hampir tidak mau bereaksi, seperti helium dan neon.
  • Kulit elektron — Lintasan tempat elektron berada di sekitar inti; kulit pertama memuat 2 elektron.
  • Elektron valensi — Elektron di kulit paling luar yang dipakai untuk berikatan.
  • Orbital — Daerah di sekitar inti tempat elektron paling mungkin ditemukan.
  • Konfigurasi elektron — Cara elektron disusun di kulit-kulit atom.
  • Bilangan kuantum — "Alamat" sebuah elektron di dalam atom.
  • Keelektronegatifan — Kekuatan atom menarik elektron ikatan ke arahnya.
  • Jari-jari atom — Ukuran sebuah atom.
  • Energi ionisasi — Energi untuk melepas satu elektron dari atom.
  • Radioaktif — Zat yang intinya pecah sendiri sambil memancarkan radiasi.
  • Partikel elementer — Partikel paling dasar yang tidak tersusun dari partikel lain, seperti elektron.
  • Kuark — Partikel super kecil penyusun proton dan neutron.
  • Lepton — Kelompok partikel elementer yang termasuk elektron.
  • Inti atom — Bagian tengah atom yang sangat kecil tempat proton dan neutron berada.
  • Model atom — Gambaran para ilmuwan tentang bentuk atom yang terus diperbaiki.
  • Subkulit — Bagian dari kulit elektron, diberi nama s, p, d, dan f.
  • Prinsip Aufbau — Aturan bahwa elektron mengisi tempat berenergi paling rendah lebih dulu.
  • Larangan Pauli — Satu orbital hanya boleh berisi dua elektron.
  • Kaidah Hund — Elektron mengisi orbital yang setara satu per satu dulu sebelum berpasangan.
  • Muatan inti efektif — Tarikan inti yang benar-benar dirasakan elektron terluar.
  • Afinitas elektron — Energi yang dilepas saat atom menerima satu elektron.
  • Sifat keperiodikan (tren periodik) — Pola sifat unsur yang berulang di tabel periodik.
  • Kimia kuantum — Ilmu yang memakai fisika kuantum untuk menjelaskan atom dan molekul.
  • Persamaan Schrödinger — Rumus fisika kuantum yang menggambarkan perilaku elektron.
  • Blok s, p, d, f — Empat daerah tabel periodik menurut subkulit terakhir yang diisi elektron.
  • Logam alkali — Logam lunak golongan 1 yang sangat reaktif dengan air, seperti natrium dan kalium.
  • Halogen — Unsur golongan 17 pembentuk garam, seperti klorin dan iodin.
  • Logam transisi — Logam di bagian tengah tabel periodik, seperti besi, tembaga, dan emas.
  • Lantanida dan aktinida — Dua baris unsur di bawah tabel periodik.
  • Massa atom relatif (Ar) — Angka yang menunjukkan berapa berat rata-rata atom suatu unsur.
  • Muatan ion — Tanda dan jumlah muatan listrik sebuah ion, misalnya +1 atau −2.
  • Ion poliatom — Ion yang terdiri atas beberapa atom, seperti sulfat (SO₄²⁻).

Ikatan & bentuk

  • Ikatan kimia — "Pegangan tangan" yang menyatukan atom-atom.
  • Ikatan ion — Ikatan karena atom memberi dan menerima elektron, lalu saling tarik seperti magnet.
  • Ikatan kovalen — Ikatan karena atom berbagi elektron.
  • Ikatan kovalen koordinasi — Ikatan berbagi elektron yang kedua elektronnya berasal dari satu atom.
  • Ikatan logam — Ikatan pada logam: elektron bebas bergerak di antara atom.
  • Ikatan polar — Ikatan berbagi elektron yang tidak adil, satu atom menarik lebih kuat.
  • Molekul polar — Molekul yang punya ujung sedikit positif dan ujung sedikit negatif.
  • Struktur Lewis — Gambar titik-titik yang menunjukkan elektron valensi.
  • Aturan oktet — Atom cenderung ingin punya 8 elektron di kulit terluar.
  • Pasangan elektron bebas (PEB) — Sepasang elektron yang tidak dipakai berikatan.
  • Teori VSEPR — Aturan untuk menebak bentuk molekul: pasangan elektron saling menjauh.
  • Hibridisasi — Pencampuran orbital atom supaya ikatannya lebih kuat.
  • Ikatan sigma (σ) dan pi (π) — Jenis ikatan tunggal dan tambahan pada ikatan rangkap.
  • Gaya antarmolekul — Tarikan lemah antara molekul yang berbeda.
  • Ikatan hidrogen — Tarikan antara H pada satu molekul dan atom O, N, atau F pada molekul lain.
  • Gaya London (dispersi) — Tarikan sangat lemah yang terjadi di antara semua molekul.
  • Isomer — Molekul dengan rumus sama tetapi susunannya berbeda.
  • Kiral — Molekul yang tidak sama dengan bayangan cerminnya, seperti tangan kiri dan kanan.
  • Rumus molekul — Tulisan jenis dan jumlah atom dalam satu molekul, misalnya H₂O.
  • Muatan formal — Muatan "hitungan" tiap atom dalam struktur Lewis.
  • Resonansi — Satu molekul yang bisa digambar dengan beberapa struktur Lewis yang benar.
  • Bentuk (geometri) molekul — Susunan tiga dimensi atom-atom dalam molekul, misalnya air berbentuk bengkok.
  • Orbital molekul — Daerah elektron yang dimiliki bersama seluruh molekul.
  • Energi ikatan — Energi yang diperlukan untuk memutus satu ikatan.
  • Energi kisi — Kekuatan tarikan antarion dalam kristal garam.
  • Gaya dipol–dipol — Tarikan antara molekul-molekul yang punya kutub positif dan negatif.
  • Gaya van der Waals — Tarikan lemah antarmolekul.
  • Rumus empiris — Rumus yang hanya menunjukkan perbandingan paling sederhana jenis atom.
  • Rumus struktur — Gambar yang menunjukkan bagaimana atom-atom saling terhubung.
  • Nama IUPAC — Nama resmi senyawa menurut aturan internasional.

Reaksi & stoikiometri

Larutan, asam & basa

  • Koloid — Campuran yang tampak menyatu tetapi partikelnya lebih besar dari larutan, seperti susu dan santan.
  • Larutan — Campuran yang benar-benar menyatu, seperti air gula.
  • Pelarut — Zat yang melarutkan zat lain, biasanya air.
  • Konsentrasi — Seberapa banyak zat yang terlarut dalam larutan.
  • Kelarutan — Jumlah paling banyak zat yang bisa larut.
  • Asam — Zat berasa masam yang memerahkan lakmus biru, seperti cuka.
  • Basa — Zat licin yang membirukan lakmus merah, seperti sabun.
  • Garam — Zat hasil campuran asam dan basa, seperti garam dapur.
  • pH — Angka 0–14 yang menunjukkan seberapa asam atau basa suatu larutan.
  • Indikator asam–basa — Zat yang berubah warna di larutan asam atau basa, seperti kertas lakmus atau kunyit.
  • Penetralan — Reaksi asam dengan basa yang menghasilkan garam dan air.
  • Titrasi — Cara mengukur kadar larutan dengan meneteskan larutan lain sampai tepat habis bereaksi.
  • Asam kuat dan asam lemah — Asam kuat terurai seluruhnya di air, asam lemah hanya sebagian.
  • Larutan penyangga (buffer) — Larutan yang pH-nya tetap walau diberi sedikit asam atau basa.
  • Sifat koligatif — Sifat larutan yang hanya bergantung pada banyaknya partikel terlarut, misalnya air garam lebih sulit membeku.
  • Elektrolit — Zat yang larutannya dapat menghantarkan listrik, seperti garam dapur.
  • Ion penonton — Ion yang ada di larutan tetapi tidak ikut bereaksi.
  • Molaritas (M) — Ukuran kepekatan larutan: berapa mol zat per liter larutan.
  • Molalitas (m) — Ukuran kepekatan: mol zat per kilogram pelarut.
  • Fraksi mol — Bagian mol satu zat dari seluruh mol campuran.
  • Tetapan ionisasi asam (Ka, pKa) — Angka yang menunjukkan seberapa kuat suatu asam lemah.
  • Hasil kali kelarutan (Ksp) — Angka yang menunjukkan seberapa sedikit garam sukar larut dapat larut.
  • Teori asam–basa Arrhenius — Asam melepas ion H⁺ dan basa melepas ion OH⁻ di dalam air.
  • Asam–basa Brønsted–Lowry — Asam memberikan proton, basa menerima proton.
  • Asam–basa Lewis — Asam menerima pasangan elektron, basa memberikan pasangan elektron.
  • pOH — Ukuran kebasaan larutan, pasangan dari pH.
  • Basa kuat dan basa lemah — Basa kuat terurai sempurna dalam air, basa lemah hanya sebagian.
  • Amfoter — Zat yang dapat bersifat asam maupun basa.

Energi, laju & kesetimbangan

  • Reaksi eksoterm — Reaksi yang melepaskan panas, seperti api unggun.
  • Reaksi endoterm — Reaksi yang menyerap panas sehingga terasa dingin.
  • Entalpi (ΔH) — Ukuran energi panas yang dilepas atau diserap reaksi.
  • Energi aktivasi — Energi minimum untuk memulai reaksi, seperti percikan korek api.
  • Laju reaksi — Seberapa cepat reaksi berlangsung.
  • Katalis — Zat yang mempercepat reaksi tetapi tidak ikut habis.
  • Kesetimbangan kimia — Keadaan ketika reaksi maju dan mundur sama cepatnya.
  • Asas Le Chatelier — Jika kesetimbangan diganggu, reaksi bergeser untuk melawan gangguan itu.
  • Hukum gas ideal — Aturan yang menghubungkan tekanan, volume, dan suhu gas.
  • Kalor — Energi yang berpindah dari benda panas ke benda dingin.
  • Kerja — Energi yang dipakai untuk mendorong atau menggerakkan sesuatu.
  • Energi dalam (U) — Seluruh energi yang tersimpan di dalam suatu zat.
  • Kalorimetri — Cara mengukur panas yang dilepas atau diserap reaksi.
  • Kapasitas kalor — Seberapa banyak panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu zat.
  • Hukum Hess — Panas reaksi sama saja, lewat jalan mana pun reaksinya berlangsung.
  • Entropi (S) — Ukuran seberapa tersebar energi dan partikel; es mencair menambah entropi.
  • Energi bebas Gibbs (G) — Besaran yang menentukan apakah reaksi dapat berlangsung sendiri.
  • Proses spontan — Perubahan yang dapat terjadi sendiri tanpa terus didorong dari luar.
  • Hukum-hukum termodinamika — Aturan dasar tentang energi: energi tidak hilang, dan panas mengalir dari panas ke dingin.
  • Teori tumbukan — Reaksi terjadi ketika partikel bertabrakan cukup keras dan dengan arah yang tepat.
  • Hukum laju (persamaan laju) — Rumus yang menunjukkan bagaimana laju reaksi bergantung pada konsentrasi.
  • Orde reaksi — Angka yang menunjukkan seberapa kuat konsentrasi memengaruhi laju.
  • Persamaan Arrhenius — Rumus yang menjelaskan mengapa reaksi lebih cepat bila suhu naik.
  • Mekanisme reaksi — Urutan langkah-langkah kecil yang terjadi selama reaksi.
  • Tetapan kesetimbangan (K) — Angka yang menunjukkan seberapa jauh reaksi bolak-balik berjalan ke arah produk.
  • Teori kinetik gas — Gas terdiri atas partikel yang terus bergerak dan bertumbukan.
  • Mekanika statistik — Ilmu yang menjelaskan sifat zat dari perilaku triliunan partikelnya.
  • Kesetimbangan dinamis — Keadaan ketika reaksi maju dan reaksi balik tetap berjalan sama cepat, sehingga jumlah zat tidak lagi berubah.

Kimia organik & biomolekul

  • Senyawa organik — Senyawa yang kerangkanya atom karbon, seperti gula dan minyak.
  • Hidrokarbon — Senyawa yang hanya berisi karbon dan hidrogen, seperti gas LPG.
  • Gugus fungsi — Bagian molekul yang menentukan sifatnya, seperti –OH pada alkohol.
  • Jenuh dan tak jenuh — Jenuh berarti semua ikatan C–C tunggal; tak jenuh punya ikatan rangkap.
  • Esterifikasi — Reaksi asam dan alkohol yang menghasilkan ester harum.
  • Saponifikasi — Reaksi minyak dengan soda api yang menghasilkan sabun.
  • Karbohidrat — Zat gizi sumber tenaga seperti nasi, roti, dan gula.
  • Protein — Zat gizi pembangun tubuh dari telur, ikan, dan tempe.
  • Lipid — Lemak dan minyak yang tidak larut dalam air.
  • Enzim — Protein yang mempercepat reaksi di dalam tubuh.
  • Fotosintesis — Cara tumbuhan membuat makanan dari air, CO₂, dan cahaya matahari.
  • Respirasi sel — Cara sel mengambil energi dari makanan dengan bantuan oksigen.
  • Fermentasi — Proses mikroba mengubah gula tanpa oksigen, seperti membuat tapai dan tempe.
  • Alkana — Hidrokarbon dengan ikatan tunggal saja, seperti metana dan propana.
  • Alkena — Hidrokarbon dengan satu ikatan rangkap dua, seperti etena.
  • Alkuna — Hidrokarbon dengan ikatan rangkap tiga, seperti asetilena.
  • Senyawa aromatik — Senyawa dengan cincin khusus seperti benzena.
  • Alkohol — Senyawa organik dengan gugus –OH, seperti etanol.
  • Eter — Senyawa dengan atom oksigen di antara dua gugus karbon.
  • Aldehida — Senyawa dengan gugus –CHO, seperti formaldehida.
  • Keton — Senyawa dengan gugus C=O di tengah rantai, seperti aseton.
  • Asam karboksilat — Asam organik dengan gugus –COOH, seperti asam cuka.
  • Ester — Senyawa beraroma buah dari asam dan alkohol.
  • Amina — Senyawa organik turunan amonia, sering berbau amis.
  • Amida — Senyawa dengan gugus –CONH–, seperti ikatan pada protein.
  • Nitril — Senyawa organik dengan gugus –C≡N.
  • Tiol — Senyawa dengan gugus –SH yang baunya sangat tajam.
  • Haloalkana (alkil halida) — Alkana yang satu atau lebih atom H-nya diganti halogen.
  • Senyawa heterosiklik — Senyawa bercincin yang cincinnya berisi atom selain karbon, seperti nitrogen.
  • Reaksi substitusi — Reaksi ketika satu atom atau gugus diganti yang lain.
  • Reaksi adisi — Reaksi ketika ikatan rangkap terbuka dan atom-atom baru menempel.
  • Reaksi eliminasi — Reaksi yang melepas molekul kecil sehingga terbentuk ikatan rangkap.
  • Oksidasi dan reduksi organik — Menambah oksigen atau melepas hidrogen dari molekul organik (oksidasi), dan kebalikannya (reduksi).
  • Polimerisasi — Reaksi yang menyambung banyak molekul kecil menjadi rantai panjang.
  • Hidrolisis — Pemecahan zat oleh air.
  • Asam amino — Molekul penyusun protein; ada 20 jenis yang umum.
  • Peptida — Rantai pendek asam amino.
  • Nukleotida — Molekul penyusun DNA dan RNA.
  • DNA — Molekul panjang yang menyimpan "resep" makhluk hidup.
  • RNA — Molekul penyalin pesan DNA untuk membuat protein.
  • Vitamin — Zat yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit agar tetap sehat.
  • Metabolit — Zat yang dibuat atau dipakai tubuh saat mengolah makanan.
  • Metabolisme — Semua reaksi kimia di dalam tubuh makhluk hidup.
  • Oksidasi alkohol — Perubahan alkohol menjadi zat lain, misalnya alkohol dalam tuak yang lama-kelamaan menjadi cuka.

Material & lingkungan

  • Polimer — Molekul raksasa yang tersusun dari banyak unit kecil yang sama, seperti plastik.
  • Monomer — Unit kecil penyusun polimer.
  • Kristal — Padatan yang partikelnya tersusun sangat rapi dan berulang, seperti butir garam.
  • Sel satuan — Kotak terkecil yang diulang-ulang untuk membangun kristal.
  • Alotrop — Bentuk berbeda dari unsur yang sama, seperti intan dan grafit.
  • Semikonduktor — Bahan yang daya hantar listriknya di antara logam dan isolator; bahan cip komputer.
  • Nanomaterial — Bahan super kecil berukuran nanometer (sejuta kali lebih kecil dari milimeter).
  • Efek rumah kaca — Gas di udara menahan panas Bumi seperti selimut.
  • Hujan asam — Hujan yang asam karena polusi asap.
  • Kimia hijau — Cara membuat bahan kimia yang aman dan tidak mencemari.
  • Mikroplastik — Serpihan plastik yang sangat kecil yang mencemari laut dan tanah.
  • GHS (label bahaya) — Simbol wajik merah pada kemasan bahan kimia yang menunjukkan bahayanya.
  • Nomor CAS — Nomor identitas unik untuk setiap bahan kimia.
  • SMILES — Cara menulis struktur molekul dengan huruf dan simbol.
  • PubChem — Perpustakaan data kimia terbuka milik pemerintah Amerika Serikat.
  • Padatan amorf — Padatan yang partikelnya tidak tersusun rapi, seperti kaca dan plastik.
  • InChI dan InChIKey — Kode teks unik untuk setiap struktur kimia.
  • Paduan logam (aloi) — Campuran logam dengan logam atau unsur lain agar lebih kuat, seperti baja dan kuningan.
  • Keramik — Benda keras tahan panas dari tanah liat atau mineral yang dibakar.
  • Kaca — Padatan bening seperti kaca jendela yang dibuat dari pasir.
  • Material komposit — Gabungan dua bahan agar lebih kuat, seperti beton bertulang.
  • Lapisan ozon — Lapisan gas ozon di langit tinggi yang melindungi kita dari sinar UV.
  • Grafena dan karbon nano — Lembaran karbon setebal satu atom yang sangat kuat; bila digulung menjadi tabung nano, bila ditutup seperti bola menjadi fulerena.

Kimia anorganik

  • Ion kompleks — Ion logam yang dikelilingi molekul atau ion lain yang menempel padanya.
  • Oksida — Senyawa unsur dengan oksigen, seperti karat dan karbon dioksida.
  • Hidroksida — Senyawa yang mengandung ion OH⁻, kebanyakan bersifat basa.
  • Sulfida — Senyawa logam dengan belerang, banyak ditemukan sebagai bijih.
  • Nitrat — Garam yang mengandung ion NO₃⁻, banyak dipakai sebagai pupuk.
  • Sulfat — Garam yang mengandung ion SO₄²⁻, seperti gips dan terusi.
  • Karbonat — Garam yang mengandung ion CO₃²⁻, seperti batu kapur.
  • Fosfat — Senyawa yang mengandung ion fosfat, penting untuk tulang dan pupuk.
  • Halida — Senyawa halogen dengan unsur lain, seperti garam dapur (klorida).
  • Senyawa koordinasi (kompleks) — Senyawa dengan atom logam di tengah yang dikelilingi molekul atau ion lain.
  • Ligan — Molekul atau ion yang menempel pada logam pusat dalam kompleks.
  • Mineral — Zat padat alami penyusun batuan, seperti kuarsa dan kalsit.
  • Tata nama senyawa anorganik — Aturan memberi nama senyawa seperti natrium klorida atau besi(III) oksida.

Inti & radioaktivitas

  • Nuklida — Satu jenis inti atom dengan jumlah proton dan neutron tertentu.
  • Isotop stabil — Isotop yang intinya tidak pecah sendiri.
  • Radioisotop — Isotop yang intinya meluruh sambil memancarkan radiasi.
  • Kelimpahan isotop — Persentase tiap isotop suatu unsur di alam.
  • Waktu paruh — Waktu yang diperlukan agar zat radioaktif tinggal separuhnya.
  • Peluruhan alfa (α) — Inti berat melepaskan partikel alfa (inti helium).
  • Peluruhan beta (β) — Inti melepaskan elektron atau positron berenergi tinggi.
  • Sinar gamma (γ) — Radiasi cahaya berenergi sangat tinggi dari inti atom.
  • Penangkapan elektron — Inti menarik satu elektron dari kulit terdalam.
  • Fisi nuklir — Inti berat terbelah menjadi dua dan melepaskan energi sangat besar.
  • Fusi nuklir — Inti-inti ringan bergabung menjadi inti lebih berat, seperti di Matahari.
  • Transmutasi — Perubahan satu unsur menjadi unsur lain lewat reaksi inti.

Analisis & spektroskopi