Molekul · SMA · Antibiotik & antiinfeksi
C18H26ClN3
Klorokuin
Antimalaria sintetis turunan kina bercincin kuinolina.
Kegunaan
Dahulu obat malaria utama; kini banyak Plasmodium yang kebal.
Tahukah kamu?
Kekebalan parasit terhadap klorokuin adalah contoh nyata seleksi alam.
Ensiklopedia
Klorokuin adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati malaria. Klorokuin bersifat sisontosida darah dan gametosida P.vivax dan P. malariae. Obat ini biasanya diberikan pada penderita malaria di daerah endemik atau area yang diketahui berisiko tinggi terjangkit malaria. Obat ini juga digunakan sebagai profilaksis (pencegahan) bagi orang yang akan berkunjung ke daerah endemik malaria seperti Papua, Papua Barat dan beberapa wilayah Indonesia Timur.
Data senyawa
- Rumus molekul
- C18H26ClN3
- Massa molar
- 319,9 g/mol
- Nama IUPAC
- 4-N-(7-chloroquinolin-4-yl)-1-N,1-N-diethylpentane-1,4-diamine
- Nama Inggris
- Chloroquine
- Nomor CAS
- 54-05-7
- PubChem CID
- 2719
- InChIKey
- WHTVZRBIWZFKQO-UHFFFAOYSA-N
- SMILES
- CCN(CC)CCCC(C)NC1=C2C=CC(=CC2=NC=C1)Cl
- Muatan
- 0
- Jenjang
- SMA
- Unsur penyusun
- Karbon (C), Hidrogen (H), Klorin (Cl), Nitrogen (N)
Pemakaian (PubChem)
- Antimalarial, antiamebic, antitheuratic, Lupus erthematus supressant
- Use (kg; approx.) in Germany (2009): >750
- Consumption (g per capita; approx.) in Germany (2009): 0.00916
- For the suppressive treatment and for acute attacks of malaria due to P. vivax, P.malariae, P. ovale, and susceptible strains of P. falciparum, Second-line agent in treatment of Rheumatoid Arthritis (A308).