Molekul · SMA · Antibiotik & antiinfeksi

C15H22O5

Artemisinin

Obat antimalaria dari tanaman Artemisia annua dengan jembatan peroksida (O–O) yang unik.

Kegunaan

Terapi kombinasi berbasis artemisinin (ACT) adalah pengobatan malaria standar di Indonesia.

Tahukah kamu?

Tu Youyou menemukannya dari naskah pengobatan Tiongkok kuno dan meraih Nobel Kedokteran 2015.

Ensiklopedia

Artemisinin adalah salah satu jenis obat antimalaria. Pembuatan artemisinin berkaitan dengan wabah malaria yang menimpa para tentara Amerika Serikat dan Vietnam selama berlangsungnya Perang Vietnam. Negara pelopor untuk penemuan, penelitian dan pembuatan artemisinin adalah Tiongkok. Artemisinin ditemukan pada tahun 1972 dari spesies tumbuhan bernama Qinghao (Artemisia annua L.). Di dalam artemisinin terdapat 131 senyawa aktif yang berperan sebagai metabolit sekunder.

Data senyawa

Rumus molekul
C15H22O5
Massa molar
282,33 g/mol
Nama IUPAC
(1R,4S,5R,8S,9R,12S,13R)-1,5,9-trimethyl-11,14,15,16-tetraoxatetracyclo[10.3.1.04,13.08,13]hexadecan-10-one
Nama Inggris
Artemisinin
Nomor CAS
63968-64-9
PubChem CID
68827
InChIKey
BLUAFEHZUWYNDE-NNWCWBAJSA-N
SMILES
C[C@@H]1CC[C@H]2[C@H](C(=O)O[C@H]3[C@@]24[C@H]1CC[C@](O3)(OO4)C)C
Muatan
0
Jenjang
SMA
Golongan
Antibiotik & antiinfeksi
Unsur penyusun
Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O)

Ditemukan di

Apotek & kesehatan Kebun, sawah & pertanian