Golongan senyawa · SMP

Senyawa anorganik

Senyawa yang umumnya tidak berkerangka rantai karbon–hidrogen: air, garam, oksida, asam mineral, dan basa. Banyak di antaranya membentuk ion dalam air.

Subgolongan

  • Oksida — Senyawa biner antara oksigen dan unsur lain. Oksida logam umumnya bersifat basa (CaO), oksida nonlogam bersifat asam (CO₂, SO₃), dan beberapa bersifat amfoter (Al₂O₃, ZnO).
  • Hidrida & molekul sederhana — Senyawa hidrogen dengan satu unsur lain, seperti H₂O, NH₃, H₂S, HF, PH₃, dan SiH₄. Bentuk molekulnya menjadi contoh terbaik teori VSEPR.
  • Asam — Menurut Arrhenius, asam melepaskan ion H⁺ (H₃O⁺) dalam air; menurut Brønsted–Lowry, asam adalah donor proton. Larutan asam memiliki pH di bawah 7, terasa masam, dan memerahkan lakmus biru.
  • Basa — Menurut Arrhenius, basa melepaskan ion OH⁻ dalam air; menurut Brønsted–Lowry, basa adalah akseptor proton. Larutan basa memiliki pH di atas 7, terasa licin, dan membirukan lakmus merah.
  • Garam — Senyawa ionik yang tersusun atas kation (biasanya logam atau NH₄⁺) dan anion sisa asam. Garam terbentuk dari reaksi penetralan asam dan basa.
  • Senyawa koordinasi — Ion logam pusat yang dikelilingi ligan (molekul atau ion pendonor pasangan elektron) melalui ikatan kovalen koordinasi. Contoh di tubuh: heme dalam hemoglobin.