Kimia di sekitarku
Dapur & makanan
Bumbu, gula, garam, cuka, dan aroma masakan Nusantara adalah molekul-molekul yang bisa kamu kenali.
Molekul di sini
- Gas nitrogen (N2) — Penyusun terbesar udara (sekitar 78%). Dua atom N terikat oleh ikatan rangkap tiga yang sangat kuat sehingga gas ini sulit bereaksi.
- Aluminium (Al) — Logam ringan berwarna perak. Permukaannya segera dilapisi lapisan tipis aluminium oksida yang melindunginya dari karat.
- Air (H2O) — Satu atom oksigen yang mengikat dua atom hidrogen dengan sudut 104,5°. Molekulnya polar dan saling menarik lewat ikatan hidrogen, sehingga air mampu melarutkan banyak zat.
- Karbon dioksida (CO2) — Gas yang kita embuskan saat bernapas dan diserap tumbuhan untuk fotosintesis. Molekulnya lurus: O=C=O.
- Belerang dioksida (O2S) — Gas berbau tajam dari letusan gunung api dan pembakaran batu bara. Di udara ia dapat berubah menjadi asam sulfat penyebab hujan asam.
- Silikon dioksida (kuarsa, pasir) (O2Si) — Jaringan raksasa tetrahedron SiO₄ yang saling berbagi atom oksigen. Ditemukan sebagai kuarsa, pasir pantai, dan bahan utama kaca.
- Kalsium oksida (kapur tohor) (CaO) — Oksida basa dari pemanasan batu kapur. Bereaksi dengan air sambil melepaskan banyak panas menjadi kalsium hidroksida.
- Titanium dioksida (O2Ti) — Pigmen putih paling cemerlang di dunia. Mineralnya disebut rutil dan anatase. Di bawah sinar UV ia menjadi fotokatalis.
- Asam fosfat (H3O4P) — Asam triprotik lemah hingga sedang yang tidak mudah menguap.
- Asam karbonat (CH2O3) — Asam lemah yang terbentuk saat CO₂ larut dalam air, lalu mudah terurai kembali.
- Hidrogen sianida (CHN) — Molekul linear H–C≡N yang sangat beracun karena menghentikan pernapasan sel. Larutannya asam lemah.
- Kalsium hidroksida (kapur sirih) (CaH2O2) — Basa kuat yang sukar larut. Dikenal sebagai kapur sirih atau kapur padam.
- Natrium klorida (garam dapur) (ClNa) — Garam dapur tersusun atas ion Na⁺ dan Cl⁻ yang berselang-seling dalam kisi kubus. Tidak ada "molekul" NaCl tunggal di dalam kristal.
- Kalium klorida (ClK) — Garam ionik yang mirip garam dapur. Kalium penting untuk kerja saraf dan otot.
- Natrium bikarbonat (soda kue) (CHNaO3) — Garam basa lemah yang melepaskan gas CO₂ saat dipanaskan atau bertemu asam.
- Natrium karbonat (soda abu) (CNa2O3) — Garam yang larutannya cukup basa. Dikenal sebagai soda abu atau soda cuci.
- Kalsium sulfat (gipsum) (CaO4S) — Garam yang sukar larut. Bentuk dihidratnya adalah mineral gipsum yang lunak.
- Kalium nitrat (sendawa) (KNO3) — Garam pengoksidasi yang menyediakan oksigen untuk pembakaran cepat.
- Kalium iodat (IKO3) — Garam iodin yang stabil, tidak mudah menguap dari garam dapur.
- Kalsium klorida (CaCl2) — Garam yang sangat higroskopis: menarik uap air dari udara hingga larut sendiri.
- Tawas (kalium aluminium sulfat) (AlKO8S2) — Garam rangkap K⁺ dan Al³⁺ yang membentuk kristal oktahedron bening.
- Boraks (natrium tetraborat) (B4H20Na2O17) — Garam boron yang basa lemah. Boraks dilarang ditambahkan ke makanan karena beracun bila dikonsumsi terus-menerus.
- Kaolinit (tanah liat kaolin) (Al2H4O9Si2) — Mineral lempung aluminium silikat berlapis yang lunak dan putih.
- Propana (C3H8) — Alkana tiga karbon yang mudah dicairkan dengan tekanan.
- Butana (C4H10) — Alkana empat karbon dengan isomer rantai lurus (n-butana) dan bercabang (isobutana).
- Isobutana (2-metilpropana) (C4H10) — Isomer bercabang butana; titik didihnya lebih rendah daripada n-butana.
- Heksana (C6H14) — Alkana cair enam karbon yang nonpolar dan mudah menguap.
- Etilena (etena) (C2H4) — Alkena paling sederhana (CH₂=CH₂) yang datar dengan sudut 120°. Juga hormon tumbuhan pemasak buah.
- Propilena (propena) (C3H6) — Alkena tiga karbon (CH₂=CH–CH₃).
- Stirena (C8H8) — Benzena dengan gugus vinil (–CH=CH₂) yang dapat dipolimerisasi.
- Freon-12 (CFC-12) (CCl2F2) — Diklorodifluorometana, gas pendingin CFC yang sangat stabil sehingga naik sampai stratosfer.
- Vinil klorida (C2H3Cl) — Kloroetena (CH₂=CHCl), monomer plastik PVC.
- Etanol (C2H6O) — Alkohol dua karbon hasil fermentasi gula oleh ragi.
- Gliserol (gliserin) (C3H8O3) — Alkohol dengan tiga gugus –OH: kental, manis, dan menarik air. Tulang punggung semua lemak dan minyak.
- Eugenol (minyak cengkeh) (C10H12O2) — Fenol beraroma hangat, komponen utama minyak cengkeh.
- Dimetil eter (C2H6O) — Eter paling sederhana, isomer etanol (C₂H₆O) tetapi berupa gas.
- Formaldehida (formalin) (CH2O) — Aldehida paling sederhana (HCHO). Larutan 37% dalam air disebut formalin.
- Benzaldehida (C7H6O) — Aldehida aromatik beraroma almon.
- Vanilin (C8H8O3) — Senyawa aroma utama vanili, memiliki gugus aldehida, eter, dan fenol sekaligus.
- Sinamaldehida (kayu manis) (C9H8O) — Aldehida aromatik pemberi rasa dan aroma kayu manis.
- Sitral (serai) (C10H16O) — Aldehida terpenoid beraroma lemon, komponen utama minyak serai.
- Asam asetat (cuka) (C2H4O2) — Asam lemah pemberi rasa asam cuka. Cuka dapur mengandung sekitar 4–25% asam asetat.
- Asam sitrat (C6H8O7) — Asam trikarboksilat pemberi rasa asam jeruk.
- Asam laktat (C3H6O3) — Asam hidroksi yang dibentuk bakteri dan otot saat kekurangan oksigen.
- Asam oksalat (C2H2O4) — Asam dikarboksilat paling sederhana, cukup kuat dan beracun dalam jumlah besar.
- Asam benzoat (C7H6O2) — Asam karboksilat aromatik sederhana yang menghambat jamur dan bakteri.
- Asam tartrat (C4H6O6) — Asam dikarboksilat dari buah anggur dan asam jawa yang memiliki dua pusat kiral.
- Asam butirat (C4H8O2) — Asam karboksilat empat karbon berbau tengik seperti mentega basi atau muntahan.
- Isoamil asetat (aroma pisang) (C7H14O2) — Ester pemberi aroma pisang dan pir.
- Etil butirat (aroma nanas) (C6H12O2) — Ester beraroma nanas dari asam butirat yang berbau tengik dan etanol.
- Trimetilamina (C3H9N) — Amina tersier berbau amis khas ikan laut yang tidak segar.
- Kafeina (C8H10N4O2) — Alkaloid purin pahit dari kopi, teh, dan kakao yang merangsang sistem saraf.
- Teobromina (C7H8N4O2) — Alkaloid pahit pada cokelat, kerabat dekat kafeina.
- Piperina (lada) (C17H19NO3) — Alkaloid amida pemberi rasa pedas lada hitam dan putih.
- Kapsaisin (cabai) (C18H27NO3) — Senyawa pedas cabai yang "menipu" reseptor panas TRPV1 di lidah.
- 2-Asetil-1-pirolina (aroma pandan) (C6H9NO) — Molekul kecil bercincin nitrogen pemberi aroma pandan, nasi wangi, dan roti panggang.
- Alisin (bawang putih) (C6H10OS2) — Senyawa belerang yang terbentuk saat bawang putih dicincang atau digeprek.
- Etanatiol (etil merkaptan) (C2H6S) — Tiol berbau sangat busuk yang tercium walau kadarnya amat kecil.
- Dimetil sulfida (bau laut) (C2H6S) — Sulfida sederhana yang dilepaskan fitoplankton laut.
- Limonena (kulit jeruk) (C10H16) — Terpena siklik beraroma jeruk, komponen utama minyak kulit jeruk.
- Glukosa (C6H12O6) — Gula sederhana (monosakarida) yang menjadi bahan bakar utama sel, dibuat tumbuhan lewat fotosintesis.
- Fruktosa (C6H12O6) — Gula buah, isomer glukosa (C₆H₁₂O₆) dengan gugus keton; gula alami paling manis.
- Sukrosa (gula pasir) (C12H22O11) — Disakarida dari glukosa dan fruktosa yang terikat ikatan glikosida.
- Laktosa (gula susu) (C12H22O11) — Disakarida dari galaktosa dan glukosa yang hanya ditemukan dalam susu.
- Maltosa (C12H22O11) — Disakarida dua glukosa, hasil pemecahan pati oleh enzim amilase.
- Selulosa (C12H22O11) — Polimer glukosa berikatan β yang lurus dan kuat; penyusun dinding sel tumbuhan dan serat.
- Pati (amilosa) (C18H32O16) — Polimer glukosa berikatan α yang tergulung seperti pegas; cadangan energi tumbuhan.
- Asam glutamat (C5H9NO4) — Asam amino dengan rasa gurih (umami) dan neurotransmiter perangsang utama di otak.
- Mononatrium glutamat (MSG) (C5H8NNaO4) — Garam natrium asam glutamat, penyedap rasa gurih umami.
- L-Triptofan (C11H12N2O2) — Asam amino esensial bercincin indol, bahan pembuat serotonin dan melatonin.
- L-Lisina (C6H14N2O2) — Asam amino esensial bermuatan positif pada pH tubuh.
- L-Fenilalanina (C9H11NO2) — Asam amino esensial bercincin benzena, bahan pembuat tirosina dan dopamin.
- Aspartam (C14H18N2O5) — Dipeptida metil ester dari asam aspartat dan fenilalanina, sekitar 200 kali lebih manis daripada gula.
- Asam palmitat (C16H32O2) — Asam lemak jenuh 16 karbon, penyusun utama minyak sawit.
- Asam stearat (C18H36O2) — Asam lemak jenuh 18 karbon berbentuk padat seperti lilin.
- Asam oleat (C18H34O2) — Asam lemak tak jenuh tunggal 18 karbon dengan ikatan rangkap cis yang membengkokkan rantainya.
- Asam linoleat (omega-6) (C18H32O2) — Asam lemak esensial tak jenuh ganda (dua ikatan rangkap cis).
- Tristearin (trigliserida) (C57H110O6) — Lemak: satu gliserol yang terikat ester dengan tiga asam stearat.
- Lesitin (fosfatidilkolina) (C42H82NO8P) — Fosfolipid berkepala polar dan berekor nonpolar, penyusun membran sel.
- Kolesterol (C27H46O) — Steroid dengan empat cincin menyatu, penyusun membran sel hewan dan bahan hormon steroid.
- Vitamin D₃ (kolekalsiferol) (C27H44O) — Vitamin larut lemak yang dibentuk kulit dari kolesterol saat terkena sinar UV-B.
- Vitamin A (retinol) (C20H30O) — Vitamin larut lemak berantai ikatan rangkap terkonjugasi, penting untuk penglihatan.
- Vitamin B₁ (tiamina) (C12H17N4OS+) — Vitamin larut air bercincin tiazol yang membantu mengubah karbohidrat menjadi energi.
- Vitamin B₂ (riboflavin) (C17H20N4O6) — Vitamin berwarna kuning yang berpendar di bawah sinar UV.
- Vitamin B₃ (niasin) (C6H5NO2) — Asam piridina-3-karboksilat, bahan pembuat NAD⁺.
- Vitamin C (asam askorbat) (C6H8O6) — Vitamin larut air dan antioksidan yang tidak dapat dibuat tubuh manusia.
- Vitamin E (α-tokoferol) (C29H50O2) — Antioksidan larut lemak yang melindungi membran sel dari oksidasi.
- Vitamin K₁ (filokuinon) (C31H46O2) — Vitamin larut lemak yang diperlukan untuk pembekuan darah.
- β-Karoten (C40H56) — Pigmen jingga dengan 11 ikatan rangkap terkonjugasi; tubuh mengubahnya menjadi vitamin A.
- Likopena (C40H56) — Pigmen merah karotenoid berantai lurus pada tomat dan semangka.
- Sianidin (antosianin) (C15H11O6+) — Pigmen flavonoid merah–ungu–biru yang warnanya berubah sesuai pH.
- Kurkumin (kunyit) (C21H20O6) — Pigmen kuning kunyit yang juga dapat menjadi indikator: merah kecokelatan dalam basa.
- EGCG (katekin teh) (C22H18O11) — Polifenol utama teh hijau dengan banyak gugus –OH fenolik.
- Gingerol (jahe) (C17H26O4) — Senyawa pedas-hangat jahe segar, fenol dengan gugus keton.
- Polietilena (PE) (C2H4) — Polimer adisi etilena, plastik paling banyak diproduksi di dunia.
- Polipropilena (PP) (C3H6) — Polimer adisi propena yang ringan, kuat, dan tahan panas.
- Polistirena (PS) (C8H8) — Polimer adisi stirena; bentuk busanya dikenal sebagai styrofoam.
- PET (polietilena tereftalat) (C8H6O4) — Poliester kondensasi dari etilena glikol dan asam tereftalat.
- Nilon-6,6 (C6H10O4) — Poliamida kondensasi dari heksametilenadiamina dan asam adipat.
- Teflon (PTFE) (C2F4) — Polimer tetrafluoroetilena yang sangat licin dan tahan hampir semua bahan kimia.
- Silikon (PDMS) (C6H18OSi2) — Polimer berantai Si–O (bukan C–C) yang lentur, tahan panas, dan anti air.
- PLA (asam polilaktat) (C3H6O3) — Poliester dari asam laktat hasil fermentasi pati jagung atau singkong; dapat dikomposkan secara industri.
Tempat lain
Kamar mandi & kebersihan Tubuh manusia Apotek & kesehatan Kebun, sawah & pertanian Udara & iklim Bumi, tambang & batuan Kendaraan & energi Gawai & teknologi Laboratorium sekolah