Kimia di sekitarku
Laboratorium sekolah
Pereaksi dan zat yang sering dipakai dalam praktikum kimia.
Molekul di sini
- Gas fluorin (F2) — Gas kuning pucat yang merupakan unsur paling elektronegatif dan paling reaktif. Hampir semua zat, bahkan kaca, dapat bereaksi dengannya.
- Gas klorin (Cl2) — Gas kuning kehijauan berbau menyengat dan beracun. Sangat reaktif, sehingga di alam hampir selalu berupa ion klorida (Cl⁻).
- Bromin (Br2) — Satu-satunya unsur nonlogam yang berwujud cair pada suhu kamar. Cairannya merah kecokelatan dan mudah menguap.
- Iodin (I2) — Padatan hitam keunguan yang dapat menyublim langsung menjadi uap ungu. Tubuh membutuhkan iodin untuk membuat hormon tiroid.
- Fosforus putih (P4) — Molekul P₄ berbentuk tetrahedron dengan sudut ikatan hanya 60°, sehingga tegang dan sangat reaktif. Ia menyala sendiri di udara.
- Helium (He) — Gas mulia yang sangat ringan dan tidak bereaksi. Atomnya berdiri sendiri, tidak membentuk molekul.
- Grafit (C) — Karbon yang tersusun dalam lembaran-lembaran heksagonal. Antarlembaran hanya ditahan gaya lemah sehingga mudah bergeser, dan elektron dapat bergerak di sepanjang lembaran.
- Natrium (Na) — Logam alkali yang sangat lunak (bisa dipotong pisau) dan sangat reaktif: bereaksi hebat dengan air menghasilkan gas hidrogen dan NaOH.
- Amonia (H3N) — Gas berbau sangat menyengat (NH₃) berbentuk piramida segitiga. Larutannya dalam air bersifat basa lemah.
- Asam klorida (HCl) (ClH) — Hidrogen klorida adalah gas; larutannya dalam air disebut asam klorida, asam kuat yang terionisasi sempurna menjadi H⁺ dan Cl⁻.
- Hidrogen fluorida (FH) — Molekul sangat polar yang membentuk ikatan hidrogen kuat. Larutannya asam lemah tetapi sangat berbahaya karena menembus kulit dan mengikat kalsium tubuh.
- Boron trifluorida (BF3) — Contoh klasik molekul segitiga datar (sudut 120°). Atom boron hanya dikelilingi 6 elektron, sehingga BF₃ haus pasangan elektron (asam Lewis).
- Berilium klorida (BeCl2) — Dalam fase gas, BeCl₂ membentuk molekul lurus (180°) karena atom Be hanya memiliki dua pasangan elektron ikatan.
- Fosforus pentaklorida (Cl5P) — Molekul bipiramida segitiga: tiga Cl di bidang datar (120°) dan dua Cl di sumbu atas-bawah (90°). Atom P memiliki 10 elektron valensi (oktet diperluas).
- Belerang tetrafluorida (F4S) — Empat pasangan elektron ikatan dan satu pasangan elektron bebas memberi bentuk jungkat-jungkit (seesaw).
- Klorin trifluorida (ClF3) — Tiga pasangan ikatan dan dua pasangan bebas membuat molekul berbentuk huruf T.
- Xenon tetrafluorida (F4Xe) — Senyawa gas mulia berbentuk segi empat datar: empat F di bidang datar dan dua pasangan elektron bebas di atas dan bawah.
- Belerang trioksida (O3S) — Molekul segitiga datar (120°) yang bereaksi hebat dengan air membentuk asam sulfat.
- Magnesium oksida (MgO) — Padatan ionik putih dengan kisi seperti garam dapur. Ion Mg²⁺ dan O²⁻ bermuatan ganda sehingga titik lelehnya sangat tinggi (sekitar 2825 °C).
- Asam sulfat (H2O4S) — Asam kuat diprotik (melepas dua H⁺) yang sangat korosif dan menarik air (higroskopis). Bahan kimia industri yang paling banyak diproduksi di dunia.
- Asam nitrat (HNO3) — Asam kuat sekaligus oksidator kuat. Dapat melarutkan tembaga dan perak.
- Natrium hidroksida (soda api) (HNaO) — Basa kuat yang sangat korosif dan dapat merusak kulit. Melarut dalam air sambil melepaskan panas.
- Kalsium karbonat (batu kapur) (CCaO3) — Penyusun batu kapur, marmer, kapur tulis, cangkang kerang, dan terumbu karang. Mineralnya disebut kalsit dan aragonit.
- Tembaga(II) sulfat (terusi) (CuO4S) — Kristal pentahidratnya berwarna biru cerah; bila dipanaskan, air kristalnya lepas dan menjadi serbuk putih.
- Amonium klorida (salmiak) (ClH4N) — Garam dari asam kuat dan basa lemah, sehingga larutannya sedikit asam.
- Perak nitrat (AgNO3) — Garam perak yang larut air dan peka cahaya. Bereaksi dengan ion klorida membentuk endapan putih AgCl.
- Perak klorida (AgCl) — Endapan putih yang sangat sukar larut dan menggelap di bawah cahaya.
- Kalium permanganat (PK) (KMnO4) — Kristal ungu tua dan oksidator kuat; sedikit saja mewarnai air menjadi ungu.
- Natrium tiosulfat (Na2O3S2) — Garam yang bereaksi dengan asam menghasilkan endapan belerang kuning keruh.
- Boraks (natrium tetraborat) (B4H20Na2O17) — Garam boron yang basa lemah. Boraks dilarang ditambahkan ke makanan karena beracun bila dikonsumsi terus-menerus.
- Ferosena (C10H10Fe) — Kompleks "sandwich": satu atom besi terjepit di antara dua cincin siklopentadienil.
- Biru Prusia (C18Fe7N18) — Pigmen biru tua dari kerangka besi dan ligan sianida yang terikat sangat kuat, sehingga tidak melepaskan sianida.
- Heksana (C6H14) — Alkana cair enam karbon yang nonpolar dan mudah menguap.
- Sikloheksana (C6H12) — Sikloalkana enam karbon yang cincinnya berbentuk "kursi", bukan datar, sehingga bebas tegangan.
- Benzena (C6H6) — Cincin enam karbon datar dengan enam elektron π terdelokalisasi, sehingga semua ikatan C–C sama panjang.
- Kloroform (CHCl3) — Triklorometana (CHCl₃), cairan manis yang mudah menguap.
- Diklorometana (CH2Cl2) — Pelarut organik yang mudah menguap dan tidak mudah terbakar.
- Karbon tetraklorida (CCl4) — CCl₄ memiliki empat ikatan polar tetapi molekulnya nonpolar karena simetris sempurna.
- Metanol (CH4O) — Alkohol paling sederhana (CH₃OH). Sangat beracun: sedikit saja dapat menyebabkan kebutaan.
- Fenol (C6H6O) — Benzena dengan satu gugus –OH; bersifat asam lemah dan korosif pada kulit.
- Dietil eter (C4H10O) — Eter klasik yang sangat mudah menguap dan mudah terbakar.
- Formaldehida (formalin) (CH2O) — Aldehida paling sederhana (HCHO). Larutan 37% dalam air disebut formalin.
- Aseton (propanon) (C3H6O) — Keton paling sederhana, pelarut yang cepat menguap dan larut dalam air.
- Etil asetat (C4H8O2) — Ester beraroma manis buah yang cepat menguap.
- Metilamina (CH5N) — Amina primer paling sederhana (CH₃NH₂), gas berbau amis dan basa lemah.
- Anilina (C6H7N) — Amina aromatik paling sederhana, dasar industri zat warna.
- Asetamida (C2H5NO) — Amida sederhana turunan asam asetat.
- Asetonitril (C2H3N) — Nitril paling sederhana (CH₃C≡N), pelarut polar aprotik.
- Piridina (C5H5N) — Cincin aromatik seperti benzena dengan satu atom N menggantikan CH.
- Sianidin (antosianin) (C15H11O6+) — Pigmen flavonoid merah–ungu–biru yang warnanya berubah sesuai pH.
- Kurkumin (kunyit) (C21H20O6) — Pigmen kuning kunyit yang juga dapat menjadi indikator: merah kecokelatan dalam basa.
- Indigo (nila) (C16H10N2O2) — Pewarna biru tua dari tanaman tarum/nila (Indigofera).
Tempat lain
Dapur & makanan Kamar mandi & kebersihan Tubuh manusia Apotek & kesehatan Kebun, sawah & pertanian Udara & iklim Bumi, tambang & batuan Kendaraan & energi Gawai & teknologi