Kimia di sekitarku
Apotek & kesehatan
Obat, antiseptik, dan vitamin. Untuk belajar saja; selalu ikuti petunjuk dokter atau apoteker.
Molekul di sini
- Iodin (I2) — Padatan hitam keunguan yang dapat menyublim langsung menjadi uap ungu. Tubuh membutuhkan iodin untuk membuat hormon tiroid.
- Titanium (Ti) — Logam yang sekuat baja tetapi sekitar 45% lebih ringan, sangat tahan korosi, dan dapat diterima jaringan tubuh.
- Raksa (Hg) — Satu-satunya logam yang cair pada suhu kamar. Uapnya sangat beracun bagi saraf dan ginjal.
- Dinitrogen oksida (N2O) — Gas "gelak" yang dipakai sebagai anestesi ringan. Juga gas rumah kaca kuat dan perusak ozon yang banyak berasal dari pupuk nitrogen.
- Hidrogen peroksida (H2O2) — H₂O₂ memiliki ikatan O–O yang lemah sehingga mudah terurai menjadi air dan oksigen. Bersifat oksidator.
- Magnesium oksida (MgO) — Padatan ionik putih dengan kisi seperti garam dapur. Ion Mg²⁺ dan O²⁻ bermuatan ganda sehingga titik lelehnya sangat tinggi (sekitar 2825 °C).
- Seng oksida (OZn) — Serbuk putih yang menyerap sinar UV dan bersifat antiseptik ringan. Juga semikonduktor bercelah pita lebar.
- Asam borat (BH3O3) — Asam lemah padat berbentuk kristal putih yang bersifat antiseptik ringan.
- Magnesium hidroksida (H2MgO2) — Basa lemah yang sukar larut, aman diminum dalam dosis antasida.
- Aluminium hidroksida (gibsit) (AlH3O3) — Hidroksida amfoter: bereaksi dengan asam maupun basa kuat. Mineral utamanya ada dalam bijih bauksit.
- Kalium klorida (ClK) — Garam ionik yang mirip garam dapur. Kalium penting untuk kerja saraf dan otot.
- Kalsium karbonat (batu kapur) (CCaO3) — Penyusun batu kapur, marmer, kapur tulis, cangkang kerang, dan terumbu karang. Mineralnya disebut kalsit dan aragonit.
- Natrium bikarbonat (soda kue) (CHNaO3) — Garam basa lemah yang melepaskan gas CO₂ saat dipanaskan atau bertemu asam.
- Kalsium sulfat (gipsum) (CaO4S) — Garam yang sukar larut. Bentuk dihidratnya adalah mineral gipsum yang lunak.
- Magnesium sulfat (garam Inggris) (MgO4S) — Garam larut air yang dikenal sebagai garam Inggris atau garam Epsom.
- Amonium nitrat (H4N2O3) — Garam berkadar nitrogen tinggi. Pelarutannya dalam air menyerap panas (endoterm).
- Perak nitrat (AgNO3) — Garam perak yang larut air dan peka cahaya. Bereaksi dengan ion klorida membentuk endapan putih AgCl.
- Kalium permanganat (PK) (KMnO4) — Kristal ungu tua dan oksidator kuat; sedikit saja mewarnai air menjadi ungu.
- Barium sulfat (BaO4S) — Garam yang sangat sukar larut, sehingga ion Ba²⁺ yang beracun tidak terserap tubuh.
- Besi(II) sulfat (FeO4S) — Garam besi yang mudah diserap tubuh dan berwarna hijau pucat saat terhidrasi.
- Sisplatin (Cl2H6N2Pt) — Kompleks platina segi empat datar dengan dua ligan NH₃ dan dua Cl⁻ pada posisi bersebelahan (cis).
- Biru Prusia (C18Fe7N18) — Pigmen biru tua dari kerangka besi dan ligan sianida yang terikat sangat kuat, sehingga tidak melepaskan sianida.
- Kloroform (CHCl3) — Triklorometana (CHCl₃), cairan manis yang mudah menguap.
- Etanol (C2H6O) — Alkohol dua karbon hasil fermentasi gula oleh ragi.
- Isopropil alkohol (propan-2-ol) (C3H8O) — Alkohol sekunder tiga karbon yang cepat menguap.
- Fenol (C6H6O) — Benzena dengan satu gugus –OH; bersifat asam lemah dan korosif pada kulit.
- Eugenol (minyak cengkeh) (C10H12O2) — Fenol beraroma hangat, komponen utama minyak cengkeh.
- Timol (C10H14O) — Fenol dari minyak thyme dan kemangi yang berbau segar dan antibakteri.
- Dietil eter (C4H10O) — Eter klasik yang sangat mudah menguap dan mudah terbakar.
- Kamfor (C10H16O) — Keton bisiklik berbau kuat dari pohon kamfer.
- Asam salisilat (C7H6O3) — Asam aromatik dengan gugus –OH dan –COOH, asal-usul obat aspirin.
- Metil salisilat (gandapura) (C8H8O3) — Ester beraroma gandapura yang terasa hangat di kulit.
- Kapsaisin (cabai) (C18H27NO3) — Senyawa pedas cabai yang "menipu" reseptor panas TRPV1 di lidah.
- Kina (kuinina) (C20H24N2O2) — Alkaloid pahit dari kulit pohon kina, obat malaria pertama yang efektif.
- Morfina (C17H19NO3) — Alkaloid opium pereda nyeri berat yang bekerja pada reseptor opioid.
- Alisin (bawang putih) (C6H10OS2) — Senyawa belerang yang terbentuk saat bawang putih dicincang atau digeprek.
- DEET (penolak nyamuk) (C12H17NO) — N,N-dietil-meta-toluamida, amida aromatik penolak serangga.
- Oksitosin (C43H66N12O12S2) — Hormon peptida sembilan asam amino dengan cincin disulfida.
- Estradiol (C18H24O2) — Hormon estrogen utama dengan cincin aromatik fenol.
- Kortisol (C21H30O5) — Hormon steroid "stres" dari kelenjar adrenal yang menaikkan gula darah dan meredam radang.
- Asam folat (vitamin B₉) (C19H19N7O6) — Vitamin B yang diperlukan untuk membuat DNA dan sel darah merah.
- Vitamin C (asam askorbat) (C6H8O6) — Vitamin larut air dan antioksidan yang tidak dapat dibuat tubuh manusia.
- Adrenalin (epinefrin) (C9H13NO3) — Hormon "lawan atau lari" yang mempercepat detak jantung dan menaikkan gula darah.
- Histamin (C5H9N3) — Amina bercincin imidazol yang dilepaskan sel imun saat alergi.
- Tiroksin (T₄) (C15H11I4NO4) — Hormon tiroid yang mengandung empat atom iodin dan mengatur laju metabolisme.
- Kurkumin (kunyit) (C21H20O6) — Pigmen kuning kunyit yang juga dapat menjadi indikator: merah kecokelatan dalam basa.
- Gingerol (jahe) (C17H26O4) — Senyawa pedas-hangat jahe segar, fenol dengan gugus keton.
- Aspirin (asam asetilsalisilat) (C9H8O4) — Ester asetil dari asam salisilat yang meredakan nyeri, demam, dan radang serta mencegah penggumpalan darah.
- Parasetamol (C8H9NO2) — Obat penurun demam dan pereda nyeri ringan yang paling banyak dipakai.
- Ibuprofen (C13H18O2) — Obat antiradang nonsteroid (OAINS) turunan asam propionat.
- Penisilin G (C16H18N2O4S) — Antibiotik β-laktam yang merusak pembentukan dinding sel bakteri.
- Amoksisilin (C16H19N3O5S) — Penisilin berspektrum luas yang tahan asam lambung sehingga dapat diminum.
- Siprofloksasin (C17H18FN3O3) — Antibiotik fluorokuinolon yang menghambat enzim DNA girase bakteri.
- Artemisinin (C15H22O5) — Obat antimalaria dari tanaman Artemisia annua dengan jembatan peroksida (O–O) yang unik.
- Klorokuin (C18H26ClN3) — Antimalaria sintetis turunan kina bercincin kuinolina.
- Oseltamivir (C16H28N2O4) — Antivirus influenza yang menghambat enzim neuraminidase.
- Metformin (C4H11N5) — Obat diabetes tipe 2 golongan biguanida yang menurunkan produksi gula oleh hati.
- Amlodipin (C20H25ClN2O5) — Penghambat kanal kalsium yang melebarkan pembuluh darah.
- Simvastatin (C25H38O5) — Obat statin yang menghambat enzim HMG-KoA reduktase pembuat kolesterol di hati.
- Omeprazol (C17H19N3O3S) — Penghambat pompa proton yang mengurangi produksi asam lambung.
- Setirizin (C21H25ClN2O3) — Antihistamin generasi kedua yang menghalangi reseptor histamin H₁.
- Salbutamol (C13H21NO3) — Agonis β₂ yang melemaskan otot saluran napas.
- Lidokain (C14H22N2O) — Anestesi lokal golongan amida yang menutup kanal natrium saraf.
- Nitrogliserin (C3H5N3O9) — Ester nitrat gliserol: bahan peledak yang tidak stabil sekaligus obat jantung.
- Deksametason (C22H29FO5) — Kortikosteroid sintetis yang sekitar 25 kali lebih kuat daripada kortisol.
- Diazepam (C16H13ClN2O) — Benzodiazepina yang memperkuat kerja GABA di otak.
Tempat lain
Dapur & makanan Kamar mandi & kebersihan Tubuh manusia Kebun, sawah & pertanian Udara & iklim Bumi, tambang & batuan Kendaraan & energi Gawai & teknologi Laboratorium sekolah