Kimia di sekitarku

Kendaraan & energi

Bahan bakar, baterai, biodiesel, dan material untuk energi bersih.

Molekul di sini

  • Gas hidrogen (H2) — Molekul paling sederhana dan paling ringan: dua atom hidrogen yang berbagi sepasang elektron (H–H).
  • Argon (Ar) — Gas mulia yang menyusun sekitar 0,93% udara, gas ketiga terbanyak di atmosfer setelah nitrogen dan oksigen.
  • Besi (Fe) — Logam yang paling banyak dipakai manusia. Pada suhu kamar atom besi tersusun dalam kisi kubus pusat badan dan bersifat magnetik.
  • Aluminium (Al) — Logam ringan berwarna perak. Permukaannya segera dilapisi lapisan tipis aluminium oksida yang melindunginya dari karat.
  • Nikel (Ni) — Logam keperakan yang tahan karat dan bersifat magnetik. Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, terutama di Sulawesi dan Maluku Utara.
  • Titanium (Ti) — Logam yang sekuat baja tetapi sekitar 45% lebih ringan, sangat tahan korosi, dan dapat diterima jaringan tubuh.
  • Wolfram (W) — Logam dengan titik leleh tertinggi (3422 °C) dan salah satu logam terpadat.
  • Silikon (Si) — Metaloid berkilau abu-abu dengan struktur kristal seperti intan. Silikon murni adalah semikonduktor paling penting di dunia.
  • Belerang heksafluorida (F6S) — Enam atom F di sekitar S membentuk oktahedron sempurna (90°). Gas ini tidak berbau, tidak beracun, dan sangat stabil.
  • Karbon monoksida (CO) — Gas beracun tak berwarna dan tak berbau dari pembakaran tidak sempurna. Ia mengikat hemoglobin jauh lebih kuat daripada oksigen.
  • Nitrogen dioksida (NO2) — Gas cokelat kemerahan yang beracun dari knalpot kendaraan. Penyebab kabut asap kota dan hujan asam.
  • Besi(III) oksida (hematit, karat) (Fe2O3) — Padatan merah kecokelatan. Karat besi adalah besi(III) oksida terhidrasi yang terbentuk saat besi bereaksi dengan oksigen dan air.
  • Titanium dioksida (O2Ti) — Pigmen putih paling cemerlang di dunia. Mineralnya disebut rutil dan anatase. Di bawah sinar UV ia menjadi fotokatalis.
  • Asam sulfat (H2O4S) — Asam kuat diprotik (melepas dua H⁺) yang sangat korosif dan menarik air (higroskopis). Bahan kimia industri yang paling banyak diproduksi di dunia.
  • Kalium hidroksida (HKO) — Basa kuat yang mirip NaOH tetapi garam kaliumnya lebih mudah larut.
  • Litium hidroksida (HLiO) — Basa kuat logam alkali paling ringan, sangat baik menyerap CO₂.
  • Amonium klorida (salmiak) (ClH4N) — Garam dari asam kuat dan basa lemah, sehingga larutannya sedikit asam.
  • Metana (CH4) — Hidrokarbon paling sederhana: satu atom karbon di pusat tetrahedron dengan empat atom hidrogen (sudut 109,5°).
  • Etana (C2H6) — Alkana dua karbon (CH₃–CH₃) yang dapat berputar bebas pada ikatan C–C tunggalnya.
  • Propana (C3H8) — Alkana tiga karbon yang mudah dicairkan dengan tekanan.
  • Butana (C4H10) — Alkana empat karbon dengan isomer rantai lurus (n-butana) dan bercabang (isobutana).
  • Isooktana (2,2,4-trimetilpentana) (C8H18) — Alkana bercabang delapan karbon yang terbakar mulus tanpa mengetuk (knocking).
  • Heksadekana (setana) (C16H34) — Alkana rantai lurus 16 karbon yang mudah menyala saat dimampatkan.
  • 1,3-Butadiena (C4H6) — Diena terkonjugasi: dua ikatan rangkap yang elektronnya saling berbagi (delokalisasi).
  • Asetilena (etuna) (C2H2) — Alkuna paling sederhana (H–C≡C–H) yang lurus 180°.
  • Benzena (C6H6) — Cincin enam karbon datar dengan enam elektron π terdelokalisasi, sehingga semua ikatan C–C sama panjang.
  • Toluena (C7H8) — Benzena dengan satu gugus metil; pelarut umum yang lebih aman daripada benzena.
  • Metanol (CH4O) — Alkohol paling sederhana (CH₃OH). Sangat beracun: sedikit saja dapat menyebabkan kebutaan.
  • Etanol (C2H6O) — Alkohol dua karbon hasil fermentasi gula oleh ragi.
  • Etilena glikol (C2H6O2) — Diol dua karbon yang manis tetapi beracun.
  • Dimetil eter (C2H6O) — Eter paling sederhana, isomer etanol (C₂H₆O) tetapi berupa gas.
  • Metil oleat (biodiesel) (C19H36O2) — Ester metil asam lemak, komponen utama biodiesel dari minyak nabati.
  • Etanatiol (etil merkaptan) (C2H6S) — Tiol berbau sangat busuk yang tercium walau kadarnya amat kecil.
  • Nitrogliserin (C3H5N3O9) — Ester nitrat gliserol: bahan peledak yang tidak stabil sekaligus obat jantung.
  • Kevlar (aramid) (C6H8N2) — Poliamida aromatik yang rantainya lurus dan saling berikatan hidrogen rapat.
  • Karet alam (cis-poliisoprena) (C5H8) — Polimer isoprena dari getah (lateks) pohon karet Hevea brasiliensis.
  • Silikon karbida (CSi) — Jaringan kovalen Si–C yang hampir sekeras intan dan semikonduktor bercelah pita lebar.
  • Galium nitrida (GaN) — Semikonduktor bercelah pita lebar yang memancarkan cahaya biru.
  • Litium kobalt oksida (CoLiO2) — Oksida berlapis tempat ion Li⁺ keluar-masuk di antara lapisan CoO₂ saat baterai diisi dan dipakai.
  • Litium besi fosfat (LFP) (FeLiO4P) — Katode baterai berstruktur olivin yang aman, awet, dan tanpa kobalt.
  • Perovskit (CaTiO₃) (CaO3Ti) — Mineral kalsium titanat yang menjadi nama sebuah keluarga struktur kristal ABX₃.

Tempat lain

Dapur & makanan Kamar mandi & kebersihan Tubuh manusia Apotek & kesehatan Kebun, sawah & pertanian Udara & iklim Bumi, tambang & batuan Gawai & teknologi Laboratorium sekolah