Unsur nomor 1 · Nonlogam
Hidrogen (H)
Hidrogen (Hydrogen) adalah unsur kimia dengan lambang H dan nomor atom 1: nonlogam blok s pada periode 1 golongan 1 tabel periodik.
Tentang hidrogen
Hidrogen (bahasa Latin: hydrogenium; bahasa Inggris: hydrogen), yang juga disebut zat air, adalah sebuah unsur kimia dengan lambang H dan nomor atom 1.
Pada suhu dan tekanan standar, hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, bersifat non-logam, bervalensi tunggal, dan merupakan gas diatomik yang sangat mudah terbakar. Dengan massa atom 1,00794 amu, hidrogen adalah unsur teringan di dunia.
Hidrogen juga adalah unsur paling melimpah dengan persentase kira-kira 75% dari total massa unsur alam semesta. Kebanyakan bintang dibentuk oleh hidrogen dalam keadaan plasma. Senyawa hidrogen relatif langka dan jarang dijumpai secara alami di Bumi, dan biasanya dihasilkan secara industri dari berbagai senyawa hidrokarbon seperti metana. Hidrogen juga dapat dihasilkan dari air melalui proses elektrolisis, tetapi proses ini secara komersial lebih mahal daripada produksi hidrogen dari gas alam.
Isotop hidrogen yang paling banyak dijumpai di alam adalah protium, yang inti atomnya hanya mempunyai proton tunggal dan tanpa neutron. Senyawa ionik hidrogen dapat bermuatan positif (kation) ataupun negatif (anion). Hidrogen dapat membentuk senyawa dengan kebanyakan unsur dan dapat dijumpai dalam air dan senyawa-senyawa organik. Hidrogen sangat penting dalam reaksi asam basa yang mana banyak reaksi ini melibatkan pertukaran proton antar molekul terlarut. Oleh karena hidrogen merupakan satu-satunya atom netral yang persamaan Schrödingernya dapat diselesaikan secara analitik, kajian pada energetika dan ikatan atom hidrogen memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan mekanika kuantum.
Data unsur
- Lambang
- H
- Nomor atom (Z)
- 1
- Nama Inggris
- Hydrogen
- Massa atom standar
- [1.007 84, 1.008 11]
- Kategori
- Nonlogam
- Golongan
- 1
- Periode
- 1
- Blok
- Blok s
- Wujud (25 °C)
- Gas
- Konfigurasi elektron
- 1s1
- Kulit elektron
- 1
- Bilangan oksidasi umum
- +1, -1
- Keelektronegatifan (Pauling)
- 2,2
- Energi ionisasi pertama
- 13,598 eV
- Afinitas elektron
- 0,754 eV
- Jari-jari atom
- 120 pm
- Titik leleh
- 13,81 K (-259,3 °C)
- Titik didih
- 20,28 K (-252,9 °C)
- Massa jenis
- 0 g/cm³
- Tahun penemuan
- 1766
- Isotop stabil
- 2
- Kelimpahan di kerak bumi
- 1.40×10^3 milligrams per kilogram
- Kelimpahan di lautan
- 1.08×10^5 milligrams per liter
Isotop hidrogen
Ion hidrogen
Ion hidrogen (H⁺) Ion hidronium (H₃O⁺) Ion amonium (NH₄⁺) Ion diaminperak(I) Ion hidrida (H⁻) Ion hidroksida (OH⁻) Ion hidrogen sulfat (HSO₄⁻) Ion hidrogen karbonat (HCO₃⁻) Ion dihidrogen fosfat (H₂PO₄⁻) Ion asetat (CH₃COO⁻)
Molekul dan senyawa yang mengandung hidrogen
- Gas hidrogen (H2)
- Air (H2O)
- Amonia (H3N)
- Hidrogen sulfida (H2S)
- Asam klorida (HCl) (ClH)
- Hidrogen fluorida (FH)
- Fosfina (H3P)
- Silana (H4Si)
- Hidrogen peroksida (H2O2)
- Asam sulfat (H2O4S)
- Asam nitrat (HNO3)
- Asam fosfat (H3O4P)
- Asam karbonat (CH2O3)
- Hidrogen sianida (CHN)
- Asam hipoklorit (ClHO)
- Asam borat (BH3O3)
- Natrium hidroksida (soda api) (HNaO)
- Kalium hidroksida (HKO)
- Kalsium hidroksida (kapur sirih) (CaH2O2)
- Magnesium hidroksida (H2MgO2)
- Aluminium hidroksida (gibsit) (AlH3O3)
- Litium hidroksida (HLiO)
- Natrium bikarbonat (soda kue) (CHNaO3)
- Amonium nitrat (H4N2O3)
- Amonium klorida (salmiak) (ClH4N)
- Amonium sulfat (pupuk ZA) (H8N2O4S)
- Boraks (natrium tetraborat) (B4H20Na2O17)
- Hidroksiapatit (Ca5HO13P3)
- Sisplatin (Cl2H6N2Pt)
- Ferosena (C10H10Fe)
- Malakit (CH2Cu2O5)
- Kaolinit (tanah liat kaolin) (Al2H4O9Si2)
- Metana (CH4)
- Etana (C2H6)
- Propana (C3H8)
- Butana (C4H10)
- Isobutana (2-metilpropana) (C4H10)
- Heksana (C6H14)
- Isooktana (2,2,4-trimetilpentana) (C8H18)
- Heksadekana (setana) (C16H34)
Reaksi
- Hidrogen terbakar membentuk air
- Proses Haber–Bosch (amonia)
- Sulfur trioksida dan air
- Kapur tohor bertemu air
- Hidrogen peroksida terurai
- Elektrolisis air
- Soda kue dipanaskan
- Amonium klorida dipanaskan
- Pembakaran metana (gas alam)
- Pembakaran tidak sempurna metana
- Pembakaran propana (elpiji)
- Pembakaran oktana (bensin)
- Pembakaran etanol
- Respirasi sel
- Fotosintesis
- Asam klorida dinetralkan natrium hidroksida
- Persamaan ion bersih penetralan
- Asam sulfat dan natrium hidroksida
- Obat maag menetralkan asam lambung
- Soda kue dan cuka
- Batu kapur bereaksi dengan asam
- Amonia bertemu hidrogen klorida
- Ionisasi asam asetat (asam lemah)
- Tembaga(II) sulfat dan natrium hidroksida
- Uji CO₂ dengan air kapur
- Endapan besi(III) hidroksida
- Seng dalam asam klorida
- Titrasi permanganometri besi(II)
- Dikromat mengoksidasi etanol
- Permanganat dan asam klorida
- Elektrolisis air garam (klor-alkali)
- Hidrolisis ion asetat
- Hidrolisis ion amonium
- Hidrolisis sukrosa
- Hidrolisis etil asetat
- Saponifikasi: membuat sabun
- Membuat etil asetat
- Sintesis aspirin
- Klorinasi metana
- Adisi bromin pada etena
- Hidrogenasi etena
- Hidrasi etena menjadi etanol
- Dehidrasi etanol menjadi etena
- Eliminasi HBr dari bromoetana
- Substitusi nukleofilik SN2
- Oksidasi metanol menjadi formaldehida
- Reduksi asetaldehida menjadi etanol
- Fermentasi alkohol
- Polimerisasi adisi etena
- Polimerisasi kondensasi nilon-6,6
- Pembentukan ion tetraamintembaga(II)
- Fusi deuterium–tritium
- Transmutasi pertama (Rutherford, 1919)