Unsur nomor 8 · Nonlogam
Oksigen (O)
Oksigen (Oxygen) adalah unsur kimia dengan lambang O dan nomor atom 8: nonlogam blok p pada periode 2 golongan 16 tabel periodik.
Tentang oksigen
Oksigen (bahasa Latin: oxygenium; bahasa Inggris: oxygen), yang juga disebut zat asam atau zat pembakar, adalah sebuah unsur kimia dengan lambang O dan nomor atom 8.
Dalam tabel periodik, oksigen merupakan unsur nonlogam golongan VIA (kalkogen) dan dapat dengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya (utamanya menjadi oksida). Pada temperatur dan tekanan standar, dua atom oksigen berikatan menjadi O (dioksigen), gas yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Oksigen merupakan unsur paling melimpah ketiga di alam semesta berdasarkan massa (setelah hidrogen dan helium) dan unsur paling melimpah di kerak Bumi. Berdasarkan volume, 20,9% atmosfer bumi adalah oksigen.
Semua kelompok molekul organik pada makhluk hidup, seperti protein, karbohidrat, dan lemak, mengandung unsur oksigen. Demikian pula senyawa anorganik yang terdapat pada cangkang, gigi, dan tulang hewan. Sebagian besar oksigen dalam tubuh makhluk hidup dalam bentuk air (H2O), senyawa penting pada makhluk hidup. Oksigen dalam bentuk O dihasilkan dari air oleh sianobakteri, ganggang, dan tumbuhan selama fotosintesis, dan digunakan pada respirasi sel oleh hampir semua makhluk hidup. Oksigen beracun bagi organisme anaerob, yang merupakan bentuk kehidupan paling dominan pada masa-masa awal evolusi kehidupan. O kemudian mulai berakumulasi di atmosfer sekitar 2,5 miliar tahun yang lalu. Terdapat pula alotrop oksigen lainnya, yaitu ozon (O). Lapisan ozon pada atmosfer membantu melindungi biosfer dari radiasi ultraviolet, tetapi pada permukaan bumi ia adalah polutan yang merupakan produk samping dari asbut.
Oksigen secara terpisah ditemukan oleh Carl Wilhelm Scheele di Uppsala pada tahun 1773 dan Joseph Priestley di Wiltshire pada tahun 1774. Temuan Priestley lebih terkenal oleh karena publikasinya merupakan yang pertama kali dicetak. Namun, Priestley memanggil oksigen "dephlogisticated air" dan tidak mengetahuinya sebagai elemen kimia. Istilah oxygen diciptakan oleh Antoine Lavoisier pada tahun 1777, yang eksperimennya dengan oksigen berhasil meruntuhkan teori flogiston pembakaran dan korosi yang terkenal. Ia juga berhasil menjelaskan peran oksigen dalam pembakaran.
Data unsur
- Lambang
- O
- Nomor atom (Z)
- 8
- Nama Inggris
- Oxygen
- Massa atom standar
- [15.999 03, 15.999 77]
- Kategori
- Nonlogam
- Golongan
- 16
- Periode
- 2
- Blok
- Blok p
- Wujud (25 °C)
- Gas
- Konfigurasi elektron
- [He]2s2 2p4
- Kulit elektron
- 2, 6
- Bilangan oksidasi umum
- -2
- Keelektronegatifan (Pauling)
- 3,44
- Energi ionisasi pertama
- 13,618 eV
- Afinitas elektron
- 1,461 eV
- Jari-jari atom
- 152 pm
- Titik leleh
- 54,36 K (-218,8 °C)
- Titik didih
- 90,2 K (-183 °C)
- Massa jenis
- 0,001 g/cm³
- Tahun penemuan
- 1774
- Isotop stabil
- 3
- Kelimpahan di kerak bumi
- 4.61×10^5 milligrams per kilogram
- Kelimpahan di lautan
- 8.57×10^5 milligrams per liter
Isotop oksigen
18 nuklida diketahui: ¹¹O, ¹²O, ¹³O, ¹⁴O, ¹⁵O, ¹⁶O, ¹⁷O, ¹⁸O, ¹⁹O, ²⁰O, ²¹O, ²²O, ²³O, ²⁴O, ²⁵O, ²⁶O, ²⁷O, ²⁸O.
Ion oksigen
Ion hidronium (H₃O⁺) Ion hidroksida (OH⁻) Ion nitrat (NO₃⁻) Ion nitrit (NO₂⁻) Ion hidrogen sulfat (HSO₄⁻) Ion hidrogen karbonat (HCO₃⁻) Ion dihidrogen fosfat (H₂PO₄⁻) Ion asetat (CH₃COO⁻) Ion permanganat (MnO₄⁻) Ion hipoklorit (ClO⁻) Ion klorat (ClO₃⁻) Ion perklorat (ClO₄⁻) Ion iodat (IO₃⁻)
Molekul dan senyawa yang mengandung oksigen
- Gas oksigen (O2)
- Ozon (O3)
- Air (H2O)
- Karbon dioksida (CO2)
- Karbon monoksida (CO)
- Belerang dioksida (O2S)
- Belerang trioksida (O3S)
- Nitrogen monoksida (NO)
- Nitrogen dioksida (NO2)
- Dinitrogen oksida (N2O)
- Hidrogen peroksida (H2O2)
- Silikon dioksida (kuarsa, pasir) (O2Si)
- Aluminium oksida (korundum) (Al2O3)
- Besi(III) oksida (hematit, karat) (Fe2O3)
- Magnetit (Fe₃O₄) (Fe3O4)
- Kalsium oksida (kapur tohor) (CaO)
- Magnesium oksida (MgO)
- Seng oksida (OZn)
- Titanium dioksida (O2Ti)
- Timah(IV) oksida (kasiterit) (O2Sn)
- Asam sulfat (H2O4S)
- Asam nitrat (HNO3)
- Asam fosfat (H3O4P)
- Asam karbonat (CH2O3)
- Asam hipoklorit (ClHO)
- Asam borat (BH3O3)
- Natrium hidroksida (soda api) (HNaO)
- Kalium hidroksida (HKO)
- Kalsium hidroksida (kapur sirih) (CaH2O2)
- Magnesium hidroksida (H2MgO2)
- Aluminium hidroksida (gibsit) (AlH3O3)
- Litium hidroksida (HLiO)
- Kalsium karbonat (batu kapur) (CCaO3)
- Natrium bikarbonat (soda kue) (CHNaO3)
- Natrium karbonat (soda abu) (CNa2O3)
- Kalsium sulfat (gipsum) (CaO4S)
- Magnesium sulfat (garam Inggris) (MgO4S)
- Tembaga(II) sulfat (terusi) (CuO4S)
- Kalium nitrat (sendawa) (KNO3)
- Amonium nitrat (H4N2O3)
Reaksi
- Hidrogen terbakar membentuk air
- Pita magnesium terbakar
- Belerang terbakar menjadi SO₂
- Proses kontak (SO₂ menjadi SO₃)
- Sulfur trioksida dan air
- Kapur tohor bertemu air
- Besi berkarat (disederhanakan)
- Hidrogen peroksida terurai
- Membuat kapur tohor dari batu kapur
- Elektrolisis air
- Kalium klorat melepaskan oksigen
- Soda kue dipanaskan
- Pembakaran metana (gas alam)
- Pembakaran tidak sempurna metana
- Pembakaran propana (elpiji)
- Pembakaran oktana (bensin)
- Pembakaran etanol
- Respirasi sel
- Fotosintesis
- Asam klorida dinetralkan natrium hidroksida
- Persamaan ion bersih penetralan
- Asam sulfat dan natrium hidroksida
- Obat maag menetralkan asam lambung
- Soda kue dan cuka
- Batu kapur bereaksi dengan asam
- Ionisasi asam asetat (asam lemah)
- Endapan perak klorida
- Endapan barium sulfat (ion bersih)
- "Hujan emas": timbal(II) iodida
- Tembaga(II) sulfat dan natrium hidroksida
- Uji CO₂ dengan air kapur
- Endapan besi(III) hidroksida
- Seng dalam larutan tembaga(II) sulfat
- Reaksi termit
- Reduksi bijih besi di tanur tinggi
- "Pohon perak": tembaga dalam perak nitrat
- Titrasi permanganometri besi(II)
- Dikromat mengoksidasi etanol
- Permanganat dan asam klorida
- Elektrolisis air garam (klor-alkali)
- Peleburan aluminium (Hall–Héroult)
- Hidrolisis ion asetat
- Hidrolisis ion amonium
- Hidrolisis sukrosa
- Hidrolisis etil asetat
- Saponifikasi: membuat sabun
- Membuat etil asetat
- Sintesis aspirin
- Hidrasi etena menjadi etanol
- Dehidrasi etanol menjadi etena
- Eliminasi HBr dari bromoetana
- Substitusi nukleofilik SN2
- Oksidasi metanol menjadi formaldehida
- Reduksi asetaldehida menjadi etanol
- Fermentasi alkohol
- Polimerisasi kondensasi nilon-6,6
- Transmutasi pertama (Rutherford, 1919)