Materi · SD, SMP, SMA, Kuliah

Asam, basa, garam, dan pH

Cuka, sabun, dan obat maag: kenali asam dan basa, indikator alami, skala pH, penetralan, dan larutan penyangga.

Poin kunci

  • pH < 7 asam, pH = 7 netral, pH > 7 basa.
  • Asam + basa → garam + air (penetralan).
  • Asam kuat terionisasi sempurna; asam lemah sebagian (Ka kecil).
  • Indikator alami: kol ungu, bunga telang, kunyit.

Sederhana · Fase A–C · SD kelas 1–6 (IPAS)

Coba cicipi sedikit jeruk nipis: rasanya masam karena mengandung asam, yaitu asam sitrat. Cuka juga asam. Sebaliknya, sabun terasa licin karena bersifat basa. Hati-hati, jangan pernah mencicipi bahan kimia di laboratorium!

Untuk mengetahui asam atau basa tanpa mencicipi, kita memakai indikator:

  • Kertas lakmus: asam memerahkan lakmus biru, basa membirukan lakmus merah.
  • Indikator alami: air rebusan kol ungu atau bunga telang berubah merah muda dalam asam dan hijau kebiruan dalam basa. Air kunyit berubah merah kecokelatan dalam basa.

Ukuran asam–basa disebut pH, dari 0 sampai 14. Air murni pH 7 (netral). Coba mainkan lab pH & indikator!

Standar · Fase D · SMP kelas 7–9 (IPA)

Menurut Arrhenius, asam melepaskan ion H⁺ dalam air, sedangkan basa melepaskan ion OH⁻.

Skala pH: di bawah 7 asam, 7 netral, di atas 7 basa. Makin kecil pH, makin asam.

Asam dan basa saling menetralkan membentuk garam dan air: HCl + NaOH → NaCl + H₂O. Contoh penetralan sehari-hari: obat maag menetralkan asam lambung, kapur pertanian menetralkan tanah asam, dan pasta gigi yang sedikit basa menetralkan asam dari sisa makanan.

Lanjutan · Fase E–F · SMA kelas 10–12 (Kimia)

Teori Brønsted–Lowry lebih luas: asam adalah donor proton dan basa akseptor proton. Setiap asam memiliki basa konjugasi: CH₃COOH / CH₃COO⁻, NH₄⁺ / NH₃, H₂O / OH⁻. Teori Lewis lebih luas lagi: asam menerima pasangan elektron (BF₃), basa mendonorkannya.

pH = −log[H⁺] dan pOH = −log[OH⁻]; pada 25 °C, pH + pOH = 14 (Kw = 1,0 × 10⁻¹⁴).

  • Asam kuat terionisasi sempurna: 0,01 M HCl → [H⁺] = 10⁻² → pH 2.
  • Asam lemah hanya sebagian: [H⁺] = √(Ka·Ma). Untuk 0,1 M CH₃COOH (Ka 1,8 × 10⁻⁵), [H⁺] ≈ 1,3 × 10⁻³ → pH ≈ 2,9.

Titrasi mengukur kadar asam atau basa. Titik ekuivalen asam kuat–basa kuat berada di pH 7, sedangkan asam lemah–basa kuat di atas 7, sehingga fenolftalein lebih tepat daripada metil jingga. Coba di lab Titrasi.

Larutan penyangga mempertahankan pH: pH = pKa + log([A⁻]/[HA]). Darah dijaga pada pH 7,35–7,45 oleh sistem H₂CO₃/HCO₃⁻.

Mendalam · Perguruan tinggi · Kimia dasar dan lanjut

Kekuatan asam dijelaskan oleh stabilitas basa konjugasinya: elektronegativitas dan ukuran atom (HF lemah, HI kuat), resonansi (asam karboksilat lebih asam daripada alkohol), dan efek induktif (asam trikloroasetat pKa 0,7 dibanding asam asetat 4,76). Asam poliprotik seperti H₃PO₄ memiliki pKa bertahap (2,15; 7,20; 12,35), sehingga fosfat menjadi penyangga penting di sel.

Perhitungan pH yang tepat memerlukan kesetimbangan massa, muatan, dan proton; untuk larutan sangat encer, autoionisasi air tidak dapat diabaikan (10⁻⁸ M HCl memiliki pH ≈ 6,98, bukan 8). Kurva titrasi dan diagram spesiasi (fraksi α tiap spesi terhadap pH) memudahkan membaca sistem poliprotik.

Konsep asam–basa keras–lunak (HSAB, Pearson) meramalkan kestabilan kompleks: ion keras (Mg²⁺, Al³⁺) menyukai ligan O dan F, ion lunak (Hg²⁺, Ag⁺) menyukai S dan I. Inilah sebabnya raksa terikat kuat pada gugus tiol protein dan bersifat toksik.

Superasam seperti HSbF₆ lebih asam daripada asam sulfat 100% dan dapat memprotonasi hidrokarbon.

Kegiatan

  • SD: Buat indikator dari air rebusan kol ungu atau bunga telang. Teteskan ke air jeruk, air sabun, cuka, dan air soda kue. Catat warnanya.
  • SMP: Uji pH 8 bahan rumah tangga dengan kertas indikator universal dan urutkan dari paling asam ke paling basa.
  • SMA: Titrasi cuka dapur dengan larutan NaOH 0,1 M dan fenolftalein untuk menentukan kadar asam asetat, lalu bandingkan dengan label.
  • Kuliah: Susun diagram spesiasi H₃PO₄ (α vs pH) dan tentukan pH penyangga fosfat 1 : 1 untuk media kultur.

Molekul dalam materi ini

Asam asetat (cuka) Asam sitrat Asam klorida (HCl) Natrium hidroksida (soda api) Kalsium hidroksida (kapur sirih) Magnesium hidroksida Sianidin (antosianin) Kurkumin (kunyit) Amonia Boron trifluorida Asam karbonat Asam fosfat Asam sulfat

Laboratorium virtual

  • pH & indikator — Uji larutan sehari-hari dengan lakmus, indikator universal, fenolftalein, kol ungu, dan kunyit.
  • Titrasi asam–basa — Teteskan basa ke asam, lihat kurva pH terbentuk, dan temukan titik ekuivalen.

Istilah

Asam Asam kuat dan asam lemah Basa Garam Indikator asam–basa Larutan penyangga (buffer) Penetralan pH Titrasi

Peta ilmu kimia

Asam & basa

Kuis

Kuis asam, basa, garam, dan ph (10 soal)

Rujukan