Materi · SMP, SMA, Kuliah

Gugus fungsi & tata nama organik

Alkohol, eter, aldehida, keton, asam karboksilat, ester, amina, amida, nitril, tiol, haloalkana, dan heterosiklik: ciri, nama, dan uji pengenalnya.

Poin kunci

  • Gugus fungsi menentukan sifat dan reaksi senyawa organik.
  • Akhiran IUPAC: -ol, -al, -on, asam -oat, -oat (ester), -amina, -amida, -nitril.
  • Isomer fungsional: alkohol/eter, aldehida/keton, asam karboksilat/ester.
  • Uji: air bromin (C=C), Tollens/Fehling (aldehida), NaHCO₃ (asam), dikromat (alkohol).
  • Keasaman: asam karboksilat > fenol ≈ tiol > alkohol.

Sederhana · Fase A–C · SD kelas 1–6 (IPAS)

Banyak bau dan rasa yang kita kenal berasal dari molekul yang mengandung karbon. Molekul-molekul itu punya "bagian khusus" yang menentukan sifatnya:

  • Bau harum vanili berasal dari vanilin.
  • Bau buah pisang dan nanas yang manis berasal dari ester.
  • Rasa asam cuka berasal dari asam asetat.
  • Hand sanitizer mengandung alkohol yang cepat menguap dan membunuh kuman.
  • Bau amis ikan berasal dari trimetilamina.

Bagian khusus seperti ini disebut gugus fungsi. Molekul-molekul dengan gugus yang sama cenderung memiliki bau, rasa, atau sifat yang mirip.

Standar · Fase D · SMP kelas 7–9 (IPA)

Senyawa organik tersusun atas kerangka karbon dan hidrogen. Bila ada atom lain (O, N, S, halogen) yang terikat dengan cara tertentu, terbentuk gugus fungsi yang menentukan sifat dan reaksi senyawa itu:

Gugus fungsi yang sama memberi sifat yang mirip. Semua asam karboksilat berasa asam dan bereaksi dengan soda kue; semua alkohol berantai pendek larut dalam air karena gugus –OH dapat berikatan hidrogen dengan air.

Lanjutan · Fase E–F · SMA kelas 10–12 (Kimia)

Gugus fungsi, rumus umum, dan akhiran nama IUPAC:

GolonganGugusAkhiran IUPACContoh
AlkoholR–OH-oletanol
EterR–O–R′alkoksialkanametoksimetana
AldehidaR–CHO-aletanal
KetonR–CO–R′-onpropanon
Asam karboksilatR–COOHasam -oatasam etanoat
EsterR–COO–R′alkil -oatetil etanoat
AminaR–NH₂-aminametanamina
AmidaR–CONH₂-amidaetanamida
NitrilR–C≡N-nitriletanonitril
TiolR–SH-tioletanatiol
HaloalkanaR–Xhalo-kloroetana

Contoh senyawa: etanonitril, etanatiol (zat bau pada elpiji), triklorometana.

Isomer fungsional memiliki rumus molekul sama tetapi gugus berbeda: alkohol dan eter (C₂H₆O: etanol dan dimetil eter), aldehida dan keton (C₃H₆O), asam karboksilat dan ester (C₂H₄O₂).

Uji pengenal gugus:

  • Ikatan rangkap C=C: menghilangkan warna air bromin.
  • Aldehida: cermin perak dengan pereaksi Tollens, endapan merah bata Cu₂O dengan Fehling; keton negatif.
  • Asam karboksilat: berbuih dengan NaHCO₃ (CO₂).
  • Alkohol primer dan sekunder: mengubah jingga dikromat menjadi hijau (lihat reaksinya).
  • Fenol: warna ungu dengan FeCl₃.

Senyawa aromatik seperti benzena dan heterosiklik seperti piridina dan kafeina memiliki cincin dengan elektron terdelokalisasi. Jelajahi semua golongan di halaman golongan.

Mendalam · Perguruan tinggi · Kimia dasar dan lanjut

Reaktivitas gugus fungsi berasal dari sebaran elektronnya:

  • Keasaman (pKa kira-kira): alkohol ~16, fenol ~10, tiol ~10, asam karboksilat ~4–5. Asam karboksilat jauh lebih asam karena basa konjugatnya (karboksilat) distabilkan resonansi; fenoksida distabilkan sebagian oleh cincin aromatik.
  • Kebasaan: pasangan elektron bebas nitrogen amina menerima proton (pKa asam konjugat alkilamina ~10–11). Amida hampir tidak basa karena pasangan elektron itu terdelokalisasi ke karbonil; pirol juga tidak basa karena pasangan elektronnya bagian dari sekstet aromatik, sedangkan piridina basa lemah.
  • Karbonil: karbon C=O bersifat elektrofilik. Aldehida dan keton mengalami adisi nukleofilik; turunan asam karboksilat (klorida asam > anhidrida > ester > amida) mengalami substitusi asil nukleofilik dengan urutan kereaktifan itu.
  • Haloalkana: ikatan C–X polar menjadikan karbon sasaran nukleofil (SN1/SN2) atau tempat eliminasi (E1/E2).
  • Nitril: dapat dihidrolisis menjadi asam karboksilat atau direduksi menjadi amina primer.

Prioritas penamaan IUPAC untuk gugus utama: asam karboksilat > ester > amida > nitril > aldehida > keton > alkohol > amina; gugus berprioritas lebih rendah ditulis sebagai awalan (hidroksi-, okso-, amino-). Stereokimia ditambahkan dengan deskriptor R/S dan E/Z.

Setiap gugus memiliki jejak spektroskopi khas (lihat spektroskopi): C=O sekitar 1700 cm⁻¹ di IR, proton aldehida sekitar 9–10 ppm di ¹H NMR, O–H asam karboksilat berupa pita IR sangat lebar.

Kegiatan

  • SD: Cium (dengan cara mengibaskan tangan) vanili, cuka, dan pisang. Kelompokkan baunya dan tebak mana yang berasal dari molekul "ester" yang wangi buah.
  • SMP: Cari 10 produk di rumah (cuka, alkohol 70%, aseton, pupuk urea, dsb.), catat zat aktifnya, dan cocokkan dengan gugus fungsinya di katalog Alchemist.
  • SMA: Di lab Perakit molekul, rakit semua isomer C₃H₆O dan C₂H₄O₂ yang ada di PubChem, lalu beri nama IUPAC dan golongannya.
  • Kuliah: Urutkan keasaman etanol, fenol, asam asetat, dan asam trikloroasetat, jelaskan dengan resonansi dan efek induksi, lalu cek nilai pKa di data eksperimen PubChem.

Molekul dalam materi ini

Etanol Asam asetat (cuka) Etil asetat Aseton (propanon) Formaldehida (formalin) Metilamina Urea Asetonitril Etanatiol (etil merkaptan) Kloroform Piridina Benzena Kafeina Asam sitrat Dimetil eter Gliserol (gliserin) Isoamil asetat (aroma pisang) Trimetilamina Vanilin

Reaksi

Laboratorium virtual

  • Perakit molekul & isomer — Susun atom C, H, O, N, dan lainnya; cek aturan valensi dan temukan semua isomernya langsung dari PubChem.

Istilah

Aldehida Alkohol Amida Amina Senyawa aromatik Asam karboksilat Ester Gugus fungsi Senyawa heterosiklik Isomer Keton Senyawa organik

Peta ilmu kimia

Kimia organik

Kuis

Kuis gugus fungsi & tata nama organik (13 soal)

Rujukan