Materi · SMP, SMA, Kuliah

Kimia anorganik: senyawa, mineral & kompleks

Oksida, hidroksida, asam, basa, garam, sulfida, nitrat, sulfat, karbonat, fosfat, halida, senyawa koordinasi, mineral, dan tata namanya.

Poin kunci

  • Oksida logam bersifat basa, oksida nonlogam asam, Al₂O₃ dan ZnO amfoter.
  • Garam dikelompokkan menurut anionnya: halida, sulfat, nitrat, karbonat, fosfat, sulfida.
  • Sistem Stock menuliskan bilangan oksidasi logam dengan angka Romawi.
  • Senyawa koordinasi: logam pusat + ligan yang menyumbangkan pasangan elektron.
  • Bijih adalah mineral yang cukup kaya logam untuk ditambang.

Sederhana · Fase A–C · SD kelas 1–6 (IPAS)

Bumi Indonesia kaya bahan tambang. Batuan dan tanah tersusun atas mineral, yaitu zat padat alami dengan susunan tertentu:

  • Timah dari Bangka Belitung, nikel dari Sulawesi dan Maluku, tembaga dan emas dari Papua.
  • Batu kapur untuk semen dan kapur tulis.
  • Garam dari tambak di pantai.

Dari mineral, manusia mengambil logam dan membuat banyak benda: kaleng, kabel, baterai, dan bahan bangunan. Karat pada pagar besi juga contoh senyawa anorganik: besi bergabung dengan oksigen dari udara dengan bantuan air.

Standar · Fase D · SMP kelas 7–9 (IPA)

Senyawa anorganik umumnya tidak berkerangka karbon–hidrogen. Kelompok pentingnya:

Banyak garam mengikat air dalam kristalnya (hidrat): terusi CuSO₄·5H₂O berwarna biru dan menjadi putih bila airnya diuapkan.

Mineral yang cukup kaya logam untuk ditambang disebut bijih: kasiterit (SnO₂) untuk timah, hematit dan magnetit untuk besi, bauksit untuk aluminium, galena untuk timbal, dan pirit yang sering disangka emas.

Lanjutan · Fase E–F · SMA kelas 10–12 (Kimia)

Tata nama:

  • Senyawa ion biner: kation + anion berakhiran -ida (natrium klorida, kalsium oksida). Logam dengan beberapa bilangan oksidasi memakai sistem Stock: besi(II) oksida FeO, besi(III) oksida Fe₂O₃.
  • Senyawa kovalen biner: awalan mono-, di-, tri-, tetra-, penta- (karbon dioksida, dinitrogen tetroksida, belerang heksafluorida).
  • Asam oksi dan anionnya: asam sulfat/sulfat (S +6), asam sulfit/sulfit (S +4); asam perklorat, klorat, klorit, hipoklorit untuk klorin +7, +5, +3, +1.

Sifat oksida mengikuti tabel periodik: oksida logam alkali dan alkali tanah basa, oksida nonlogam asam, sedangkan Al₂O₃ dan ZnO amfoter (larut dalam asam maupun basa kuat). Contoh reaksi: SO₃ + H₂O → H₂SO₄, CaO + H₂O → Ca(OH)₂.

Kimia golongan: logam alkali bereaksi hebat dengan air; halogen yang lebih atas mendesak halida di bawahnya (Cl₂ + 2KBr); gas mulia sangat stabil, walaupun xenon dapat membentuk senyawa seperti XeF₄.

Logam transisi: memiliki beberapa bilangan oksidasi, senyawanya sering berwarna, bersifat magnetik, dan banyak yang menjadi katalis (Fe pada proses Haber, V₂O₅ pada proses kontak). Senyawa koordinasi terdiri atas ion logam pusat dan ligan: [Cu(NH₃)₄]²⁺ biru tua, sisplatin sebagai obat kanker, heme pada hemoglobin.

Industri kimia anorganik Indonesia antara lain pupuk (amonia, urea), asam sulfat, soda kaustik dari klor-alkali, semen, serta pengolahan bijih timah dan nikel.

Mendalam · Perguruan tinggi · Kimia dasar dan lanjut

Teori medan kristal: dalam medan ligan oktahedral, lima orbital d terpecah menjadi t₂g (lebih rendah) dan e_g (lebih tinggi) dengan selisih Δₒ. Ligan medan kuat (CN⁻, CO) memberi Δₒ besar dan kompleks spin rendah; ligan medan lemah (I⁻, Cl⁻, H₂O) memberi spin tinggi (deret spektrokimia). Warna kompleks berasal dari transisi d–d yang menyerap cahaya berenergi Δₒ; sifat magnetik mengikuti jumlah elektron tak berpasangan. Ion d¹⁰ seperti Zn²⁺ tidak berwarna.

Isomer kompleks: geometri (cis/trans) dan optis; sisplatin (cis) aktif sebagai antikanker sedangkan isomer trans-nya tidak. Efek kelat: ligan polidentat seperti EDTA membentuk kompleks yang jauh lebih stabil karena entropi, dipakai pada titrasi kompleksometri dan pengobatan keracunan logam.

Kimia golongan utama: hubungan diagonal (Li–Mg, Be–Al, B–Si), efek pasangan inert (Tl⁺, Pb²⁺, Bi³⁺ lebih stabil daripada bilangan oksidasi grup), dan senyawa kekurangan elektron (boran, BF₃ sebagai asam Lewis).

Kimia bioanorganik: besi pada heme dan protein Fe–S, magnesium pada klorofil, seng pada karbonat anhidrase, kobalt pada vitamin B12.

Metalurgi dan industri: pirometalurgi (reduksi dengan karbon di tanur tinggi), hidrometalurgi (pelindian asam bertekanan tinggi bijih nikel laterit), elektrometalurgi (Hall–Héroult), serta proses Ostwald (oksidasi amonia menjadi asam nitrat dengan katalis Pt–Rh). Masing-masing punya tantangan energi dan limbah yang menjadi ranah kimia hijau.

Kegiatan

  • SD: Kumpulkan contoh batu, kapur, garam, dan paku berkarat. Kelompokkan mana yang ditambang, mana yang dibuat dari laut, dan mana hasil reaksi dengan udara.
  • SMP: Panaskan sedikit kristal terusi di tabung reaksi (dengan pengawasan guru), amati perubahan warna, lalu teteskan air kembali. Jelaskan dengan konsep hidrat.
  • SMA: Buat 20 kartu kation dan anion, lalu tuliskan rumus dan nama Stock untuk setiap pasangan; periksa jawabannya dengan penjelajah ion Alchemist.
  • Kuliah: Ramalkan jumlah elektron tak berpasangan untuk [Fe(H₂O)₆]²⁺ dan [Fe(CN)₆]⁴⁻ dengan teori medan kristal, lalu jelaskan perbedaan warnanya.

Molekul dalam materi ini

Kalsium oksida (kapur tohor) Asam sulfat Natrium hidroksida (soda api) Tembaga(II) sulfat (terusi) Kalsium karbonat (batu kapur) Galena (PbS) Pirit (FeS₂) Sisplatin Xenon tetrafluorida Kalsium hidroksida (kapur sirih) Kalsium sulfat (gipsum) Karbon dioksida Klorofil a Heme Hidroksiapatit Magnetit (Fe₃O₄) Asam nitrat Kalium nitrat (sendawa) Natrium klorida (garam dapur) Belerang dioksida

Ion

Ion tetraamintembaga(II)

Reaksi

Laboratorium virtual

  • Uji nyala logam — Setiap logam memberi warna nyala khas karena loncatan elektronnya: rahasia warna kembang api.
  • Kristal & material — Jelajahi kisi logam, garam, intan, grafit, grafena, C₆₀, tabung nano, rutil, dan perovskit dalam 3D.

Istilah

Amfoter Asam Basa Fosfat Garam Halida Hidroksida Karbonat Ligan Mineral Nitrat Oksida Senyawa koordinasi (kompleks) Sulfat Sulfida Tata nama senyawa anorganik

Peta ilmu kimia

Kimia anorganik

Kuis

Kuis kimia anorganik: senyawa, mineral & kompleks (13 soal)

Rujukan