Golongan senyawa · SMP

Oksida

Senyawa biner antara oksigen dan unsur lain. Oksida logam umumnya bersifat basa (CaO), oksida nonlogam bersifat asam (CO₂, SO₃), dan beberapa bersifat amfoter (Al₂O₃, ZnO).

Rumus umum

MₓOᵧ

Tata nama

Nonlogam memakai awalan jumlah (karbon dioksida); logam memakai bilangan oksidasi (besi(III) oksida).

Contoh dari katalog

  • Air (H2O) — Satu atom oksigen yang mengikat dua atom hidrogen dengan sudut 104,5°. Molekulnya polar dan saling menarik lewat ikatan hidrogen, sehingga air mampu melarutkan banyak zat.
  • Karbon dioksida (CO2) — Gas yang kita embuskan saat bernapas dan diserap tumbuhan untuk fotosintesis. Molekulnya lurus: O=C=O.
  • Karbon monoksida (CO) — Gas beracun tak berwarna dan tak berbau dari pembakaran tidak sempurna. Ia mengikat hemoglobin jauh lebih kuat daripada oksigen.
  • Belerang dioksida (O2S) — Gas berbau tajam dari letusan gunung api dan pembakaran batu bara. Di udara ia dapat berubah menjadi asam sulfat penyebab hujan asam.
  • Belerang trioksida (O3S) — Molekul segitiga datar (120°) yang bereaksi hebat dengan air membentuk asam sulfat.
  • Nitrogen monoksida (NO) — Molekul radikal (punya satu elektron tidak berpasangan) dari mesin kendaraan dan petir. Di tubuh, NO adalah molekul sinyal pelebar pembuluh darah.
  • Nitrogen dioksida (NO2) — Gas cokelat kemerahan yang beracun dari knalpot kendaraan. Penyebab kabut asap kota dan hujan asam.
  • Dinitrogen oksida (N2O) — Gas "gelak" yang dipakai sebagai anestesi ringan. Juga gas rumah kaca kuat dan perusak ozon yang banyak berasal dari pupuk nitrogen.
  • Hidrogen peroksida (H2O2) — H₂O₂ memiliki ikatan O–O yang lemah sehingga mudah terurai menjadi air dan oksigen. Bersifat oksidator.
  • Silikon dioksida (kuarsa, pasir) (O2Si) — Jaringan raksasa tetrahedron SiO₄ yang saling berbagi atom oksigen. Ditemukan sebagai kuarsa, pasir pantai, dan bahan utama kaca.
  • Aluminium oksida (korundum) (Al2O3) — Oksida amfoter yang sangat keras (skala Mohs 9). Sebagai mineral disebut korundum; rubi dan safir adalah korundum dengan sedikit pengotor logam.
  • Besi(III) oksida (hematit, karat) (Fe2O3) — Padatan merah kecokelatan. Karat besi adalah besi(III) oksida terhidrasi yang terbentuk saat besi bereaksi dengan oksigen dan air.
  • Magnetit (Fe₃O₄) (Fe3O4) — Mineral besi oksida hitam yang paling magnetik di alam, mengandung ion Fe²⁺ dan Fe³⁺ sekaligus.
  • Kalsium oksida (kapur tohor) (CaO) — Oksida basa dari pemanasan batu kapur. Bereaksi dengan air sambil melepaskan banyak panas menjadi kalsium hidroksida.
  • Magnesium oksida (MgO) — Padatan ionik putih dengan kisi seperti garam dapur. Ion Mg²⁺ dan O²⁻ bermuatan ganda sehingga titik lelehnya sangat tinggi (sekitar 2825 °C).
  • Seng oksida (OZn) — Serbuk putih yang menyerap sinar UV dan bersifat antiseptik ringan. Juga semikonduktor bercelah pita lebar.
  • Titanium dioksida (O2Ti) — Pigmen putih paling cemerlang di dunia. Mineralnya disebut rutil dan anatase. Di bawah sinar UV ia menjadi fotokatalis.
  • Timah(IV) oksida (kasiterit) (O2Sn) — Mineral kasiterit adalah bijih timah utama. Bangka Belitung menjadikan Indonesia salah satu produsen timah terbesar di dunia.