Unsur nomor 13 · Logam pascatransisi
Aluminium (Al)
Aluminium (Aluminum) adalah unsur kimia dengan lambang Al dan nomor atom 13: logam pascatransisi blok p pada periode 3 golongan 13 tabel periodik.
Tentang aluminium
Aluminium, yang juga disebut aluminum atau alumunium (bentuk tidak baku), adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Al dan nomor atom 13.
Aluminium memiliki massa jenis yang lebih rendah dibandingkan logam umum lainnya, yaitu sekitar sepertiga dari massa jenis baja. Aluminium memiliki afinitas yang tinggi terhadap oksigen sehingga membentuk lapisan pelindung (lapisan oksida) pada permukaannya ketika terkena udara. Secara visual, aluminium menyerupai perak, baik dari segi warna maupun kemampuannya yang tinggi dalam memantulkan cahaya. Aluminium bersifat lunak, nonmagnetik, dan ulet. Aluminium memiliki satu isotop stabil, yaitu 27Al, yang sangat melimpah, sehingga aluminium menjadi unsur ke-12 yang paling melimpah di alam semesta. Sifat radioaktif dari 26Al menyebabkan isotop ini digunakan dalam penanggalan radiometrik.
Secara kimia, aluminium merupakan logam pascatransisi dalam golongan boron. Seperti unsur-unsur lain dalam golongan tersebut, aluminium umumnya membentuk senyawa dengan keadaan oksidasi +3. Kation aluminium Al3+ memiliki ukuran kecil dan muatan tinggi. Oleh karena itu, kation ini memiliki daya polarisasi yang besar, sehingga ikatan yang terbentuk oleh aluminium memiliki karakter kovalen yang lebih kuat. Afinitas aluminium yang tinggi terhadap oksigen menyebabkan oksida aluminium banyak ditemukan di alam. Di Bumi, aluminium umumnya terdapat dalam batuan di kerak Bumi. Aluminium merupakan unsur paling melimpah ketiga di kerak Bumi setelah oksigen dan silikon. Aluminium tidak banyak ditemukan di mantel Bumi dan hampir tidak pernah ditemukan sebagai logam bebas. Aluminium diperoleh secara industri melalui penambangan bauksit, yaitu batuan sedimen yang kaya akan mineral aluminium.
Penemuan aluminium diumumkan pada tahun 1825 oleh fisikawan Denmark, Hans C. Ørsted. Produksi aluminium secara industri pertama kali dimulai oleh kimiawan Prancis, Henri É. S. C. Deville, pada tahun 1856. Aluminium menjadi jauh lebih mudah diperoleh masyarakat setelah dikembangkannya proses Hall–Héroult pada tahun 1886 secara independen oleh insinyur Prancis Paul Héroult dan insinyur Amerika Charles M. Hall.
Data unsur
- Lambang
- Al
- Nomor atom (Z)
- 13
- Nama Inggris
- Aluminum
- Massa atom standar
- 26.981 5384(3)
- Kategori
- Logam pascatransisi
- Golongan
- 13
- Periode
- 3
- Blok
- Blok p
- Wujud (25 °C)
- Padat
- Konfigurasi elektron
- [Ne]3s2 3p1
- Kulit elektron
- 2, 8, 3
- Bilangan oksidasi umum
- +3
- Keelektronegatifan (Pauling)
- 1,61
- Energi ionisasi pertama
- 5,986 eV
- Afinitas elektron
- 0,441 eV
- Jari-jari atom
- 184 pm
- Titik leleh
- 933,44 K (660,3 °C)
- Titik didih
- 2.792 K (2.518,9 °C)
- Massa jenis
- 2,7 g/cm³
- Tahun penemuan
- Dikenal sejak zaman kuno
- Isotop stabil
- 1
- Kelimpahan di kerak bumi
- 8.23×10^4 milligrams per kilogram
- Kelimpahan di lautan
- 2×10^-3 milligrams per liter
Isotop aluminium
Isotop alami: ²⁷Al.
27 nuklida diketahui: ²¹Al, ²²Al, ²³Al, ²⁴Al, ²⁴Al, ²⁵Al, ²⁶Al, ²⁶Al, ²⁷Al, ²⁸Al, ²⁹Al, ³⁰Al, ³¹Al, ³²Al, ³²Al, ³³Al, ³⁴Al, ³⁴Al, ³⁵Al, ³⁶Al, ³⁷Al, ³⁸Al, ³⁹Al, ⁴⁰Al, ⁴¹Al, ⁴²Al, ⁴³Al.
Molekul dan senyawa yang mengandung aluminium
- Aluminium (Al)
- Aluminium oksida (korundum) (Al2O3)
- Aluminium hidroksida (gibsit) (AlH3O3)
- Tawas (kalium aluminium sulfat) (AlKO8S2)
- Kaolinit (tanah liat kaolin) (Al2H4O9Si2)