Unsur nomor 14 · Metaloid

Silikon (Si)

Silikon (Silicon) adalah unsur kimia dengan lambang Si dan nomor atom 14: metaloid blok p pada periode 3 golongan 14 tabel periodik.

Tentang silikon

Silikon (bahasa Latin: silicium), yang juga disebut zat pasir, adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Si dan nomor atom 14.

Silikon merupakan padatan kristalin yang keras dan getas dengan kilau logam berwarna biru keabu-abuan. Silikon adalah unsur nonlogam tetravalen (terkadang dikategorikan sebagai metaloid) dan merupakan bahan semikonduktor. Silikon termasuk dalam golongan 14 pada tabel periodik: karbon berada di atasnya, sedangkan germanium, timah, timbal, dan flerovium berada di bawahnya. Silikon relatif tidak reaktif. Silikon merupakan unsur penting yang berperan dalam berbagai proses fisiologis dan metabolisme pada tumbuhan. Silikon banyak digunakan sebagai bahan semikonduktor dalam berbagai perangkat listrik, seperti transistor, sel surya, dan sirkuit terpadu. Silikon mendominasi aplikasi semikonduktor karena harganya relatif murah, memiliki sifat elektronik yang sangat baik, serta karakteristik fisik yang dapat disesuaikan.

Karena memiliki afinitas kimia yang tinggi terhadap oksigen, baru pada tahun 1823 Jöns J. Berzelius berhasil menyiapkan dan mengidentifikasi silikon dalam bentuk murni. Oksida silikon membentuk suatu kelompok anion yang dikenal sebagai silikat. Titik lebur dan titik didih silikon masing-masing adalah 1.414 °C dan 3.265 °C, yang merupakan titik lebur dan titik didih tertinggi kedua di antara semua metaloid dan nonlogam, setelah boron.

Silikon merupakan unsur paling melimpah ke-8 di alam semesta berdasarkan massa, tetapi sangat jarang ditemukan dalam bentuk murni di kerak Bumi. Silikon tersebar luas di ruang angkasa dalam debu kosmik, planetoid, dan planet dalam berbagai bentuk silikon dioksida (silika) atau silikat. Lebih dari 90% kerak Bumi tersusun atas mineral silikat, sehingga silikon menjadi unsur paling melimpah kedua di kerak Bumi (sekitar 28% berdasarkan massa), setelah oksigen.

Sebagian besar silikon digunakan secara komersial tanpa dipisahkan dalam bentuk unsurnya dan sering kali hanya melalui sedikit pengolahan dari mineral alami. Penggunaannya antara lain dalam konstruksi industri dengan tanah liat, pasir silika, dan batu.

Data unsur

Lambang
Si
Nomor atom (Z)
14
Nama Inggris
Silicon
Massa atom standar
[28.084, 28.086]
Kategori
Metaloid
Golongan
14
Periode
3
Blok
Blok p
Wujud (25 °C)
Padat
Konfigurasi elektron
[Ne]3s2 3p2
Kulit elektron
2, 8, 4
Bilangan oksidasi umum
+4, +2, -4
Keelektronegatifan (Pauling)
1,9
Energi ionisasi pertama
8,152 eV
Afinitas elektron
1,385 eV
Jari-jari atom
210 pm
Titik leleh
1.687 K (1.413,9 °C)
Titik didih
3.538 K (3.264,9 °C)
Massa jenis
2,33 g/cm³
Tahun penemuan
1854
Isotop stabil
3
Kelimpahan di kerak bumi
2.82×10^5 milligrams per kilogram
Kelimpahan di lautan
2.2 milligrams per liter

Isotop silikon

Isotop alami: ²⁸Si, ²⁹Si, ³⁰Si.

26 nuklida diketahui: ²²Si, ²³Si, ²⁴Si, ²⁵Si, ²⁶Si, ²⁷Si, ²⁸Si, ²⁸Si, ²⁹Si, ³⁰Si, ³¹Si, ³²Si, ³³Si, ³⁴Si, ³⁴Si, ³⁵Si, ³⁶Si, ³⁷Si, ³⁸Si, ³⁹Si, ⁴⁰Si, ⁴¹Si, ⁴²Si, ⁴³Si, ⁴⁴Si, ⁴⁵Si.

Bagan nuklida silikon

Molekul dan senyawa yang mengandung silikon

Material

Besi cor

Pelajari lebih lanjut

Sistem periodik unsur Atom dan strukturnya

Unsur tetangga

← 13 Aluminium 15 Fosforus → · Tabel periodik