Unsur nomor 28 · Logam transisi
Nikel (Ni)
Nikel (Nickel) adalah unsur kimia dengan lambang Ni dan nomor atom 28: logam transisi blok d pada periode 4 golongan 10 tabel periodik.
Tentang nikel
Nikel adalah unsur kimia metalik dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ni dan nomor atom 28. Nikel adalah logam berwarna putih keperak–perakan sedikit semburat keemasan. Nikel termasuk logam transisi, dan memiliki sifat keras serta ulet. Nikel juga tergolong dalam grup logam besi-kobalt, yang dapat menghasilkan paduan yang sangat berharga. Nikel murni berbentuk bubuk untuk memaksimalkan luas permukaan reaktif, memiliki aktivitas kimia yang signifikan, tetapi potongan yang besar lambat bereaksi dengan udara dalam kondisi normal karena lapisan teroksidasi terbentuk di permukaan dan mencegah korosi lebih lanjut (pasivasi). Meski begitu, nikel murni hanya ditemukan di kerak bumi dalam jumlah kecil, biasanya di batuan ultrabasa, dan di dalam meteorit besi atau siderit yang tidak terpapar oksigen saat berada di luar atmosfer Bumi.
Nikel di dalam meteorit ditemukan bersama dengan besi, yang berasal dari supernova. Campuran besi–nikel diperkirakan menyusun inti luar dan inti dalam bumi.
Penggunaan nikel (sebagai paduan nikel-besi) dimulai sejak 3500 SM. Nikel pertama kali diklasifikasikan sebagai unsur kimia pada tahun 1751 oleh Axel Fredrik Cronstedt, yang awalnya mengira bijih tersebut sebagai mineral tembaga, di tambang kobalt di Los, Hälsingland, Swedia. Nama elemen ini berasal dari peri nakal dari mitologi penambang Jerman, Nickel (mirip dengan Nick Lama), yang mempersonifikasikan fakta bahwa bijih tembaga–nikel tidak bisa dimurnikan menjadi tembaga. Sumber nikel yang penting secara ekonomi adalah bijih besi limonit, yang mengandung 1–2% nikel. Mineral bijih nikel penting lainnya termasuk pentlandit dan campuran silikat alami yang kaya nikel yang dikenal sebagai garnierit. Lokasi produksi utama terletak di wilayah Sudbury di Kanada (yang diperkirakan berasal dari meteorit), Kaledonia Baru, dan Norilsk di Rusia.
Nikel secara perlahan teroksidasi oleh udara pada suhu normal dan dianggap tahan korosi. Dalam sejarah, nikel digunakan untuk pelapisan besi dan kuningan, melapisi peralatan kimia, dan membuat paduan tertentu yang mempertahankan polesan perak tinggi, seperti perak Jerman. Sekitar 9% digunakan untuk lapisan nikel tahan korosi.
Data unsur
- Lambang
- Ni
- Nomor atom (Z)
- 28
- Nama Inggris
- Nickel
- Massa atom standar
- 58.6934(4)
- Kategori
- Logam transisi
- Golongan
- 10
- Periode
- 4
- Blok
- Blok d
- Wujud (25 °C)
- Padat
- Konfigurasi elektron
- [Ar]4s2 3d8
- Kulit elektron
- 2, 8, 16, 2
- Bilangan oksidasi umum
- +3, +2
- Keelektronegatifan (Pauling)
- 1,91
- Energi ionisasi pertama
- 7,64 eV
- Afinitas elektron
- 1,156 eV
- Jari-jari atom
- 163 pm
- Titik leleh
- 1.728 K (1.454,9 °C)
- Titik didih
- 3.186 K (2.912,9 °C)
- Massa jenis
- 8,912 g/cm³
- Tahun penemuan
- 1751
- Isotop stabil
- 5
- Kelimpahan di kerak bumi
- 8.4×10^1 milligrams per kilogram
- Kelimpahan di lautan
- 5.6×10^-4 milligrams per liter
Isotop nikel
Isotop alami: ⁵⁸Ni, ⁶⁰Ni, ⁶¹Ni, ⁶²Ni, ⁶⁴Ni.
47 nuklida diketahui: ⁴⁸Ni, ⁴⁹Ni, ⁵⁰Ni, ⁵¹Ni, ⁵²Ni, ⁵³Ni, ⁵⁴Ni, ⁵⁴Ni, ⁵⁵Ni, ⁵⁶Ni, ⁵⁶Ni, ⁵⁷Ni, ⁵⁸Ni, ⁵⁹Ni, ⁶⁰Ni, ⁶¹Ni, ⁶²Ni, ⁶³Ni, ⁶³Ni, ⁶⁴Ni, ⁶⁵Ni, ⁶⁵Ni, ⁶⁶Ni, ⁶⁷Ni, ⁶⁷Ni, ⁶⁸Ni, ⁶⁸Ni, ⁶⁸Ni, ⁶⁹Ni, ⁶⁹Ni, ⁶⁹Ni, ⁷⁰Ni, ⁷⁰Ni, ⁷¹Ni, ⁷¹Ni, ⁷²Ni, ⁷³Ni, ⁷⁴Ni, ⁷⁵Ni, ⁷⁶Ni, ⁷⁶Ni, ⁷⁷Ni, ⁷⁸Ni, ⁷⁹Ni, ⁸⁰Ni, ⁸¹Ni, ⁸²Ni.
Molekul dan senyawa yang mengandung nikel
- Nikel (Ni)