Unsur nomor 29 · Logam transisi

Tembaga (Cu)

Tembaga (Copper) adalah unsur kimia dengan lambang Cu dan nomor atom 29: logam transisi blok d pada periode 4 golongan 11 tabel periodik.

Tentang tembaga

Tembaga adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Cu (dari bahasa Latin: cuprum) dan nomor atom 29. Ia adalah logam yang lunak, mudah ditempa, dan ulet dengan konduktivitas termal dan listrik yang sangat tinggi. Permukaan tembaga murni yang baru diekspos memiliki warna oranye merah muda. Tembaga digunakan sebagai konduktor panas dan listrik, sebagai building material, bahan bangunan, dan sebagai konstituen dari berbagai paduan logam, seperti perak sterling yang digunakan dalam perhiasan, kupronikel yang digunakan untuk membuat perangkat keras laut dan koin, serta konstantan yang digunakan dalam pengukur regangan dan termokopel untuk pengukuran suhu.

Tembaga adalah salah satu dari sedikit logam yang dapat terjadi di alam dalam bentuk logam yang dapat digunakan secara langsung (logam asli). Hal ini menyebabkan penggunaan tembaga oleh manusia sangat awal di beberapa daerah, dari 8000 SM. Ribuan tahun kemudian, ia adalah logam pertama yang dilebur dari bijih sulfida, 5000 SM; logam pertama yang dicetak menjadi sebuah bentuk dalam cetakan, 4000 SM; dan logam pertama yang sengaja dipadukan dengan logam lain, timah, untuk membuat perunggu.

Pada zaman Romawi, tembaga ditambang terutama di Siprus, yang menjadi asal nama logam ini, dari aes cyprium (logam Siprus), kemudian berubah menjadi cuprum (bahasa Latin). Coper (bahasa Inggris Kuno) dan copper (bahasa Inggris) berasal dari kata tersebut, dan ejaan selanjutnya pertama kali digunakan sekitar tahun 1530.

Senyawa yang biasa ditemui adalah garam tembaga(II), yang sering memberi warna biru atau hijau pada mineral seperti azurit, malasit, dan pirus, dan telah digunakan secara luas dan historis sebagai pigmen.

Tembaga yang digunakan dalam bangunan, biasanya untuk atap, teroksidasi membentuk patina hijau dari senyawa yang disebut verdigris. Tembaga kadang-kadang digunakan dalam seni dekoratif, baik dalam bentuk logam elemental maupun dalam senyawa sebagai pigmen. Senyawa tembaga digunakan sebagai agen bakteriostatik, fungisida, dan pengawet kayu.

Tembaga sangat penting untuk semua organisme hidup sebagai mineral diet karena ia merupakan konstituen kunci dari sitokrom c oksidase.

Data unsur

Lambang
Cu
Nomor atom (Z)
29
Nama Inggris
Copper
Massa atom standar
63.546(3)
Kategori
Logam transisi
Golongan
11
Periode
4
Blok
Blok d
Wujud (25 °C)
Padat
Konfigurasi elektron
[Ar]4s1 3d10
Kulit elektron
2, 8, 18, 1
Bilangan oksidasi umum
+2, +1
Keelektronegatifan (Pauling)
1,9
Energi ionisasi pertama
7,726 eV
Afinitas elektron
1,228 eV
Jari-jari atom
140 pm
Titik leleh
1.357,77 K (1.084,6 °C)
Titik didih
2.835 K (2.561,9 °C)
Massa jenis
8,933 g/cm³
Tahun penemuan
Dikenal sejak zaman kuno
Isotop stabil
2
Kelimpahan di kerak bumi
6.0×10^1 milligrams per kilogram
Kelimpahan di lautan
2.5×10^-4 milligrams per liter

Isotop tembaga

Isotop alami: ⁶³Cu, ⁶⁵Cu.

43 nuklida diketahui: ⁵²Cu, ⁵³Cu, ⁵⁴Cu, ⁵⁵Cu, ⁵⁶Cu, ⁵⁷Cu, ⁵⁸Cu, ⁵⁹Cu, ⁶⁰Cu, ⁶¹Cu, ⁶²Cu, ⁶³Cu, ⁶⁴Cu, ⁶⁵Cu, ⁶⁶Cu, ⁶⁶Cu, ⁶⁷Cu, ⁶⁸Cu, ⁶⁸Cu, ⁶⁹Cu, ⁶⁹Cu, ⁷⁰Cu, ⁷⁰Cu, ⁷⁰Cu, ⁷¹Cu, ⁷¹Cu, ⁷²Cu, ⁷²Cu, ⁷³Cu, ⁷⁴Cu, ⁷⁵Cu, ⁷⁵Cu, ⁷⁵Cu, ⁷⁶Cu, ⁷⁶Cu, ⁷⁷Cu, ⁷⁸Cu, ⁷⁹Cu, ⁸⁰Cu, ⁸¹Cu, ⁸²Cu, ⁸³Cu, ⁸⁴Cu.

Bagan nuklida tembaga

Ion tembaga

Ion tembaga(I) (Cu⁺)

Molekul dan senyawa yang mengandung tembaga

Reaksi

Material

Kuningan Perunggu Timah solder Duralumin Perak sterling (perak 925) Emas 18 karat Pewter (timah putih) Amalgam gigi

Pelajari lebih lanjut

Sistem periodik unsur Atom dan strukturnya

Unsur tetangga

← 28 Nikel 30 Seng → · Tabel periodik