Unsur nomor 34 · Nonlogam
Selenium (Se)
Selenium (Selenium) adalah unsur kimia dengan lambang Se dan nomor atom 34: nonlogam blok p pada periode 4 golongan 16 tabel periodik.
Tentang selenium
Selenium adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Se dan nomor atom 34. Ia merupakan sebuah unsur nonlogam (lebih jarang dianggap sebagai metaloid) dengan sifat-sifat perantara antara unsur-unsur di atas dan di bawahnya dalam tabel periodik, belerang dan telurium, dan juga memiliki kemiripan dengan arsen. Ia jarang terjadi dalam keadaan elementalnya atau sebagai senyawa bijih murni di kerak Bumi. Selenium (dari bahasa Yunani Kuno σελήνη (selḗnē), artinya "bulan") ditemukan pada tahun 1817 oleh Jöns J. Berzelius, yang mencatat kemiripan unsur baru tersebut dengan telurium yang ditemukan sebelumnya (dinamai dari Bumi).
Selenium ditemukan dalam bijih logam sulfida, di mana ia sebagian menggantikan belerang. Secara komersial, selenium diproduksi sebagai produk sampingan dalam pemurnian bijih-bijih ini, paling sering selama produksi. Mineral yang merupakan senyawa selenida atau selenat murni telah diketahui tetapi langka. Penggunaan komersial utama untuk selenium saat ini adalah pembuatan kaca dan pigmen. Selenium adalah sebuah semikonduktor dan digunakan dalam fotosel. Aplikasinya dalam elektronika, dulunya penting, tetapi saat ini sebagian besar telah diganti dengan perangkat semikonduktor silikon. Selenium masih digunakan dalam beberapa jenis pelindung lonjakan daya DC dan satu jenis quantum dot fluoresen.
Meskipun selenium dalam jumlah kecil diperlukan untuk fungsi seluler pada banyak hewan, termasuk manusia, selenium elemental dan (terutama) garam selenium bersifat racun bahkan dalam dosis kecil, menyebabkan selenosis. Selenium terdaftar sebagai bahan dalam banyak multivitamin dan suplemen makanan lainnya, serta dalam susu formula bayi, dan merupakan komponen enzim antioksidan glutationa peroksidase dan tioredoksin reduktase (yang secara tidak langsung mengurangi molekul teroksidasi tertentu pada hewan dan beberapa tumbuhan) serta dalam 3 enzim deiodinase. Kebutuhan selenium pada tumbuhan berbeda menurut spesies, dengan beberapa tumbuhan membutuhkan jumlah yang relatif besar dan yang lainnya tampaknya tidak membutuhkannya.
Data unsur
- Lambang
- Se
- Nomor atom (Z)
- 34
- Nama Inggris
- Selenium
- Massa atom standar
- 78.971(8)
- Kategori
- Nonlogam
- Golongan
- 16
- Periode
- 4
- Blok
- Blok p
- Wujud (25 °C)
- Padat
- Konfigurasi elektron
- [Ar]4s2 3d10 4p4
- Kulit elektron
- 2, 8, 18, 6
- Bilangan oksidasi umum
- +6, +4, -2
- Keelektronegatifan (Pauling)
- 2,55
- Energi ionisasi pertama
- 9,752 eV
- Afinitas elektron
- 2,021 eV
- Jari-jari atom
- 190 pm
- Titik leleh
- 493,65 K (220,5 °C)
- Titik didih
- 958 K (684,9 °C)
- Massa jenis
- 4,809 g/cm³
- Tahun penemuan
- 1817
- Isotop stabil
- 6
- Kelimpahan di kerak bumi
- 5×10^-2 milligrams per kilogram
- Kelimpahan di lautan
- 2×10^-4 milligrams per liter
Isotop selenium
Isotop alami: ⁷⁴Se, ⁷⁶Se, ⁷⁷Se, ⁷⁸Se, ⁸⁰Se, ⁸²Se.
45 nuklida diketahui: ⁶³Se, ⁶⁴Se, ⁶⁵Se, ⁶⁶Se, ⁶⁷Se, ⁶⁸Se, ⁶⁹Se, ⁶⁹Se, ⁶⁹Se, ⁷⁰Se, ⁷¹Se, ⁷¹Se, ⁷¹Se, ⁷²Se, ⁷³Se, ⁷³Se, ⁷⁴Se, ⁷⁵Se, ⁷⁶Se, ⁷⁷Se, ⁷⁷Se, ⁷⁸Se, ⁷⁹Se, ⁷⁹Se, ⁸⁰Se, ⁸¹Se, ⁸¹Se, ⁸²Se, ⁸³Se, ⁸³Se, ⁸⁴Se, ⁸⁵Se, ⁸⁶Se, ⁸⁷Se, ⁸⁸Se, ⁸⁹Se, ⁹⁰Se, ⁹¹Se, ⁹²Se, ⁹²Se, ⁹³Se, ⁹³Se, ⁹⁴Se, ⁹⁴Se, ⁹⁵Se.