Unsur nomor 80 · Logam transisi
Raksa (Hg)
Raksa (Mercury) adalah unsur kimia dengan lambang Hg dan nomor atom 80: logam transisi blok d pada periode 6 golongan 12 tabel periodik.
Tentang raksa
Raksa atau merkuri (bahasa Inggris: mercury) adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Hg dan nomor atom 80. Ia juga dikenal sebagai air raksa dan dulunya bernama hydrargyrum () dari kata Yunani hydro (air) dan argyros (perak). Merupakan sebuah unsur blok-d yang berat dan keperakan, raksa adalah satu-satunya unsur logam yang diketahui berbentuk cair pada suhu dan tekanan standar; satu-satunya unsur lain yang berwujud cair dalam kondisi ini adalah halogen bromin, meskipun logam seperti sesium, galium, dan rubidium melebur tepat di atas suhu kamar.
Raksa terdapat dalam endapan di seluruh dunia sebagian besar sebagai sinabar (merkurisulfida). Pigmen merah vermilion diperoleh dengan menggiling sinabar alami atau merkurisulfida sintetis.
Raksa digunakan dalam termometer, barometer, manometer, sfigmomanometer, katup pelampung, sakelar raksa, relai raksa, lampu fluoresen, dan perangkat lain, meskipun kekhawatiran mengenai toksisitas unsur ini telah menyebabkan sebagian besar termometer dan sfigmomanometer raksa dihapuskan di lingkungan klinis demi mendukung alternatif seperti termometer kaca berisi alkohol atau galinstan dan instrumen elektronik berbasis termistor atau inframerah. Demikian pula, pengukur tekanan mekanis dan sensor pengukur regangan elektronik telah menggantikan sfigmomanometer raksa. Proses sel raksa (klor-alkali) digunakan untuk menghasilkan klorin dan natrium atau kalium hidroksida, tetapi dihentikan secara bertahap.
Raksa, dan senyawa raksa, tetap digunakan dalam aplikasi penelitian ilmiah dan dalam amalgam untuk restorasi gigi di beberapa tempat, dan di beberapa pabrik makanan. Dalam pembuatan makanan, merkuriklorida digunakan dalam proses ekstraksi pati selama pemurnian beras, jagung, dan gandum untuk menghambat enzim pendegradasi pati. Ia juga digunakan dalam lampu fluoresen. Listrik yang melewati uap raksa dalam lampu fluoresen menghasilkan sinar ultraungu gelombang pendek, yang kemudian menyebabkan fosfor di dalam tabung berpendar, membuat cahaya tampak.
Keracunan raksa dapat terjadi akibat paparan raksa yang larut dalam air, (seperti merkuriklorida atau metilraksa), dengan menghirup uap raksa, atau dengan menelan segala bentuk raksa.
Data unsur
- Lambang
- Hg
- Nomor atom (Z)
- 80
- Nama Inggris
- Mercury
- Massa atom standar
- 200.592(3)
- Kategori
- Logam transisi
- Golongan
- 12
- Periode
- 6
- Blok
- Blok d
- Wujud (25 °C)
- Cair
- Konfigurasi elektron
- [Xe]6s2 4f14 5d10
- Kulit elektron
- 2, 8, 18, 32, 18, 2
- Bilangan oksidasi umum
- +2, +1
- Keelektronegatifan (Pauling)
- 2
- Energi ionisasi pertama
- 10,438 eV
- Jari-jari atom
- 209 pm
- Titik leleh
- 234,32 K (-38,8 °C)
- Titik didih
- 629,88 K (356,7 °C)
- Massa jenis
- 13,534 g/cm³
- Tahun penemuan
- Dikenal sejak zaman kuno
- Isotop stabil
- 7
- Kelimpahan di kerak bumi
- 8.5×10^-2 milligrams per kilogram
- Kelimpahan di lautan
- 3×10^-5 milligrams per liter
Isotop raksa
Isotop alami: ¹⁹⁶Hg, ¹⁹⁸Hg, ¹⁹⁹Hg, ²⁰⁰Hg, ²⁰¹Hg, ²⁰²Hg, ²⁰⁴Hg.
73 nuklida diketahui: ¹⁷⁰Hg, ¹⁷¹Hg, ¹⁷²Hg, ¹⁷³Hg, ¹⁷⁴Hg, ¹⁷⁵Hg, ¹⁷⁵Hg, ¹⁷⁶Hg, ¹⁷⁷Hg, ¹⁷⁷Hg, ¹⁷⁸Hg, ¹⁷⁹Hg, ¹⁷⁹Hg, ¹⁸⁰Hg, ¹⁸¹Hg, ¹⁸¹Hg, ¹⁸²Hg, ¹⁸³Hg, ¹⁸³Hg, ¹⁸⁴Hg, ¹⁸⁵Hg, ¹⁸⁵Hg, ¹⁸⁶Hg, ¹⁸⁶Hg, ¹⁸⁷Hg, ¹⁸⁷Hg, ¹⁸⁸Hg, ¹⁸⁸Hg, ¹⁸⁹Hg, ¹⁸⁹Hg, ¹⁹⁰Hg, ¹⁹¹Hg, ¹⁹¹Hg, ¹⁹²Hg, ¹⁹³Hg, ¹⁹³Hg, ¹⁹⁴Hg, ¹⁹⁵Hg, ¹⁹⁵Hg, ¹⁹⁶Hg, ¹⁹⁷Hg, ¹⁹⁷Hg, ¹⁹⁸Hg, ¹⁹⁹Hg, ¹⁹⁹Hg, ²⁰⁰Hg, ²⁰¹Hg, ²⁰¹Hg, ²⁰²Hg, ²⁰³Hg, ²⁰³Hg, ²⁰³Hg, ²⁰⁴Hg, ²⁰⁴Hg, ²⁰⁵Hg, ²⁰⁵Hg, ²⁰⁵Hg, ²⁰⁶Hg, ²⁰⁶Hg, ²⁰⁶Hg, ²⁰⁷Hg, ²⁰⁸Hg, ²⁰⁸Hg, ²⁰⁹Hg, ²¹⁰Hg, ²¹⁰Hg, ²¹⁰Hg, ²¹¹Hg, ²¹²Hg, ²¹³Hg, ²¹⁴Hg, ²¹⁵Hg, ²¹⁶Hg.
Molekul dan senyawa yang mengandung raksa
- Raksa (Hg)
- Sinabar (HgS) (HgS)